Software Anti Virus

Wednesday, June 9, 2010

PENGARUH IBU YANG BEKERJA TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA

PENGARUH IBU YANG BEKERJA TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA DI KELURAHAN MANGUNJIWAN KABUPATEN DEMAK

BAB I
PENDAHULUAN

A. Alasan Pemilihan Judul
Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas Sumber Daya Manusia, disamping juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri. Oleh karena itu kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya serta dilindungi dari ancaman yang merugikannya. Hari depan bangsa Indonesia tergantung pada mutu dan kesehatan bayi dan anak. Karena kesehatan bayi dan anak ini sebagai fondasi pembangunan Indonesia di masa yang akan datang. Dan dengan kesehatan bayi dan anak dapat menggambarkan kesehatan masyarakat secara umum. 

Masa balita merupakan fase terpenting dalam membangun fondasi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pertumbuhan anak dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari genetik sedangkan faktor eksternal yaitu status gizi pada masa balita. Anak balita ini merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat gizi yang tinggi setiap kg berat badannya (Dina Agoes Sulistijani dan Maria Poppy Herlianty, 2003: 3). Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan suatu proses yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, namun keduanya dapat dibedakan. Istilah pertumbuhan merupakan peristiwa bertambahnya ukuran fisik dan struktural tubuh, sedangkan istilah perkembangan merupakan peristiwa bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ atau individu (Soetjiningsih, 1998: 1) 

Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekedar gambaran perubahan berat badan, tinggi badan atau ukuran tubuh lainnya, tetapi lebih dari itu memberikan gambaran tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak yang sedang dalam proses tumbuh. Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, kebutuhan makan anak berbeda dengan kebutuhan makan orang dewasa, karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan, dimana dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga.

Dari data yang diperoleh dari Widyakarya Nasional Pangan & Gizi VII (2000: : 159), bahwa beberapa wilayah masalah ketahanan pangan tingkat rumah tangga terdeteksi dari masalah tingginya prevalensi rumah tangga dengan defisit energi dan protein. Antara 23-35% rumah tangga masih mengkonsumsi kurang dari 32 gram protein per kapita per hari semenjak tahun 1995. Antara 43-50% rumah tangga masih mengkonsumsi energi kurang dari 1500 kkal.

Kesehatan dan gizi merupakan faktor yang sangat penting untuk menjaga kualitas hidup yang optimal. Konsumsi makanan berpengaruh dengan status gizi seseorang. Pada umumnya masalah gizi disebabkan oleh faktor primer dan atau sekunder. Faktor primer antara lain karena asupan seseorang yang kurang baik pada kuantitas atau kualitas yang disebabkan oleh karena kemiskinan, ketidaktahuan tentang gizi dan kebiasaan makan yang salah. Faktor sekunder meliputi semua faktor yang mempengaruhi asupan makanan, pencernaan, penyerapan dan metabolisme zat gizi. Hal ini menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh setelah makanan dikonsumsi (Depkes, 2003: 1).

Keadaan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal. Namun berbagai penyakit gangguan gizi dan gizi buruk akibat tidak baiknya mutu makanan maupun jumlah makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing orang, masih sering ditemukan diberbagai tempat di Indonesia. Gangguan gizi ini menggambarkan suatu keadaan akibat ketidakseimbangan antara zat gizi yang masuk kedalam tubuh dengan kebutuhan tubuh akan zat gizi. Masalah gizi tersebut merupakan refleksi konsumsi energi dan zat-zat gizi lain yang belum optimal. Salah satu defisiensi gizi yang masih sering ditemukan di negara kita dan merupakan masalah gizi utama khususnya yang terjadi pada balita yaitu KEP (Kurang Energi Protein). KEP ini adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi.

Pada masa bayi dan balita, orang tua harus selalu memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh anak dengan membiasakan pola makan yang seimbang dan teratur setiap hari, sesuai dengan tingkat kecukupannya. Balita masih belum bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik dan belum bisa berusaha mendapatkan sendiri apa yang diperlukannya untuk makanannya. Balita sangat tergantung pada ibu atau pengasuhnya dalam memenuhi kebutuhannya. Pada ibu yang bekerja biasanya anak balita lebih cepat disapih. Penyapihan yang lebih dini akan berakibat negatif terhadap status gizi anak apabila makanan anak disapih tidak diperhatikan (Suhardjo, 2003: 14)

Pada masa sekarang ini ibu tidak hanya berperan sebagai orang yang mengurus keadaan rumah atau hanya mengurus anak-anak, tetapi ibu juga mempunyai kegiatan diluar rumah dengan tujuan untuk mencari nafkah atau mendapatkan penghasilan. Apabila ibu bekerja, tanggung jawab anak diserahkan kepada pengasuh anak maupun keluarga yang lain, orang yang diserahi tanggung jawab ini belum tentu mempunyai pengalaman dan keterampilan untuk mengurus anak. Pada keadaan seperti ini dikhawatirkan anak balita akan menjadi terlantar karena kurang mendapatkan perawatan dan perhatian dari pengasuhnya serta tidak terpenuhinya kecukupan makanan yang dianjurkan. Pola konsumsi makanan sehari-hari akan mempengaruhi berat badan sebagai gambaran status gizi anak balita.

Kelurahan Mangunjiwan merupakan salah satu wilayah yang ada di Kabupaten Demak. Kelurahan Mangunjiwan ini termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Demak III. Terdiri dari 1.529 KK yang terbagi dari 31 unit RT dan 7 unit RW. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai karyawan. Jumlah balita yaitu 371 anak dengan status ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja. Dari data Puskesmas Demak III pada laporan tahunan 2004 status gizi anak balita di Kelurahan Mangunjiwan Kabupaten Demak diketahui bahwa anak balita dengan status gizi dalam kategori buruk tidak ada, status gizi dalam kategori kurang sebanyak 3,3 %, status gizi dalam kategori baik sebesar 96,6 % dan status gizi dalam kategori lebih sebanyak 0,16 %.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Ibu yang Bekerja Terhadap Status Gizi Anak Balita di Kelurahan Mangunjiwan Kabupaten Demak tahun 2005

2.1 Permasalahan
Dengan alasan pemilihan judul tersebut, pada penelitian ini penulis akan mengambil suatu permasalahan yaitu apakah ada pengaruh antara pola konsumsi makan terhadap status gizi anak balita pada ibu yang bekerja di Kelurahan Mangunjiwan Kabupaten Demak tahun 2005 ?

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara pola konsumsi makan terhadap status gizi anak balita pada ibu yang bekerja di Kelurahan Mangunjiwan Kabupaten Demak tahun 2005

1.4. Definisi Operasional
1.4.1 Status Gizi Menurut Sunita Atmatsier (2001: 3), status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Status gizi adalah keadaan tubuh yang diakibatkan oleh konsumsi, penyerapan dan penggunaan makanan (Suhardjo. Dkk, 1986: 15).
Jadi yang dimaksud status gizi dalam penelitian ini adalah keadaan tubuh anak balita sebagai akibat dari konsumsi zat-zat gizi dan penggunaan dari zat-zat gizi tersebut.

1.4.2 Ibu yang Bekerja Ibu adalah wanita yang sudah bersuami, panggilan yang takzim kepada wanita
(W.J.S Poerwadarminta, 1987: 104) Bekerja adalah melakukan suatu pekerjaan (perbuatan), berbuat sesuatu (W.J.S Poerwadarminta, 1987: 428)
Jadi yang dimaksud ibu yang bekerja dalam penelitian ini adalah wanita yang telah bersuami dan mempunyai anak balita yang melakukan sesuatu aktivitas atau pekerja formal maupun tidak formal diluar rumah selama atau lebih dari enam jam dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan dan yang dimaksud ibu yang bekerja dalam penelitian ini yaitu sikap ibu dalam pemberian pola konsumsi makan pada anak balita dan pengetahuan gizi ibu terhadap anak balita.

1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat diadakan penelitian ini adalah : 
  1. Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dan mengaplikasikan ilmu dibangku kuliah dengan penelitian yang dilakukan di masyarakat. 
  2. Sebagai masukan bagi pengelola program gizi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya status gizi anak balita. 
  3. Tambahan kepustakaan khususnya dalam ilmu kesehatan masyarakat.
PO KESEHATAN 005

No comments:

Post a Comment

Cari Skripsi, Artikel, Makalah, Anti Virus

Custom Search