Software Anti Virus

Thursday, July 1, 2010

Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit

Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit
BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH
Rekam Medis merupakan salah satu system penting yang berperan di Rumah Sakit. Banyak data – data penting Rumah Sakit yang diolah dan dikelola oleh Unit Rekam Medis.
Tetapi apabila data yang harus diolah dan dikelola tidak didukung dengan sarana dan fasilitas yang baik, maka hal ini akan memperlambat cara kerja petugas dan itu akan berakibat pada mutu atau kualitas Rumah Sakit yang bersangkutan.

Salah satu teknologi yang digunakan di Rumah Sakit adalah komputerisasi.Namun jika system computer ini tidak rancang sesuai dengan prosedur kerja dari masing – masing bagian maka system ini tidak akan berpengaruh bagi rumah sakit..
Maka dari itu dalam makalah ini saya akan membahas mengenai perancangan database untuk mempermudah petugas dalam menggunakan system komputerisasi pada bagian Unit Rawat Jalant (URJ)

BAB II
PEMBAHASAN

Untuk memperudah penggunaan sistem komputerisasi pada pelayanan rekam medis di Rumah Sakit maka dibutuhkan system database yang berkaitan dengan prosedur – prosedur tetap pada pelayanan baik di unit pencatat data maupun unit pengolah data. Di sini saya akan membahas mengenai rancangan database pada Unit Rawat Jalan (URJ)

RANCANGAN DATABASE

1. ISI
Di dalam Unit Rawat Jalan (URJ) petugas rekam medis yang bersangkutan mamiliki tugas untuk mencatat data – data pasien diantaranya:
a. Anamnesa
b. Pemeriksaan Fisik
c. Pemeriksaan Penunjang
d. Diagnosis
e. Terapi
f. Tindakan (bila ada)
g. Hasil Akhir Pelayanan

Data – data diatas dicatat dengan fungsi sebagai pencatat data pelayanan klinis dan pencatat data kegiatan Unit Rawat Jalan (URJ)

2. ASKES
Dalam aspek ini petugas harus tau bagaimana cara mengakses data dan petugas harus mengetahui batasan – batasan kerjanya sendiri..Untuk bagian Unit Rawat Jalan system database disusun berdasarkan kegiatan unit rawat jalan.
  1. Petugas menerima DRM dari TPPRJ dan menandatangani buku ekspedisi sebagai bukti serah terima DRM.
  2. Mencatat data pelayanan klinis pada formulir rekam medis
  3. Bila dirujuk ke IPP,membuat surat perintah atau surat permintaan pemeriksaan penunjang sesuai bagian yang dikehendaki.
  4. Menempelkan hasil pemeriksaan penunjang pada formulir penempelan formulir hasil pemeriksaan penunjang atau di lampirkan pada folder DRM pasien yang bersangkutan
  5. Bila dirujuk ke pelayanan khusus, mencatat atau menulis perintah yersebut pada formulir perjalanan penyakit rawat inap.
  6. Melamppirkan semua formulir rekam medis hasil pelayanan dari ruangan pelayanan khusus tersebut pada folder DRM rawat inap pasien yang bersangkutan.
  7. Menulis perintah pada formulir perintah di rawat (admission note) atau surat pengantar rawat inap bagi pasien yang harus di rawat inap.
  8. Bila pasien dating sebagai pasien rujukan maka petugas membuat jawaban rujukannya
  9. Mencatat kegiatan pelayanan di URJ pada sensus harian poliklinik.
  10. Setelah selesai pelayanan , kegiatanya yaitu:
  • Menyerahkan SHRJ dg DRM rawat jalan bagi pasien yang tidak di rawat inap
  • Mencatat kegiatan pelayanan diURJ pada register pelayanan pasien rawat jalan
  • Membuat laporan kegiatan pelayanan URJ berdasarkan register pelayanan pasien rawat jalan.
    11. Melengkapi data pada DRM yang belum lengkap isinya setelah di teliti oleh fungsi assembling.

3. ORGANISASI
bertujuan untuk memisahkan antara pengguna internal dan pengguna eksternal sehingga tidak terjadi kesalahan dalam input data atau akses data.

4. AKURASI
Keakurasian data sangat berpengaruh,karena itu menyangkut data data pada pasien.Akurasi dapat dikatakan juga sebagai fungsi assembling yang bertugas mencari ketidaklengkapan data.untuk itu sebelum data disimpan, data harus diteliti dulu apakah data tersebut sudah benar atau belum.

5. INTEGRITAS
Agar data tetap up to date maka dalam melakukan input data akurat dan tepat waktu agar kegiatan pelayanan dapat berjalan dengan baik.

6. KEAMANAN
Agar data-data tersebut tetap aman maka harus digunakan kode ID, untuk menjaga agar data tersebut tidak diubah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


7. PRIVASI
Dengan adanya kode ID maka data tersebut akan aman dan tidak semua orang bias membukanya.Dan,data tersebut dapat ditampilkan namun tidak dapat diubah oleh orang yang tidak berwenang.

8. BEAYA
Pada system komputerisasi modal awalnya memang cukup besar,karena harus menggunakan beberapa unit computer.tetapi jika di bandingkan dengan system manual maka biaya tersebuttidak seberapa karena system komputerisasi digunakan untuk jangka panjang.sedangkan pada system manual memang biaya awalnya lebih sadikit tetapi jika untuk jangka panjang maka system manual akan lebih boros daripada komputerisasi karena harus menyediakan kertas secara terus menerus.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
  1. System database dapat mempermudah system kerja petugas.
  2. Dalam penggunaan system database diperlukan aspek yang saling berhubungan yaitu isi, akses, organisasi, akurasi, integritas, keamanan, privasi dan biaya.
  3. Dalam database harus menggunakan kode ID agar data tersebut tetap aman.
  4. Database baru dapat berjalan dengan lancar bila semua aspek sudah terpenuhi
  5. Sistem komputerisasi membutuhkan biaya yang relatif tidak bayak dibandingkan dengan sistem manual.

3 comments:

  1. Hai Friend, apa khabar?
    Saya buat postingan baru nich.
    Kalau sempat silahkan mampir di blog saya, yaa…
    http://sosiomotivation.blogspot.com
    Kita bisa berbagi tentang motivasi.
    Kali ini saya posting “Mampu Memperhatikan”.
    Selamat menikmati, semoga bermanfaat.
    Thanks.

    ReplyDelete
  2. ok pak saya langsung menuju TKP

    ReplyDelete
  3. terimakasih banyak untuk berbagi informasi... semoga tuhan memberikan yang terbaik buat kita semua

    ReplyDelete

Cari Skripsi, Artikel, Makalah, Anti Virus

Custom Search