Software Anti Virus

Monday, May 17, 2010

PENILAIAN STATUS GIZI

A. METODE PENILAIAN STATUS GIZI
1. ISTILAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI
Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan status gizi, yaitu:
– Gizi ( Nutrition )
Gizi adalah suatu. proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digest, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan uatuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
– Keadaan gizi
Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan menggunakan zat-zat gizi tersebut atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi dalam selluler tubuh.
– Status gizi ( Nutrition Status )
Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Contoh : Gondok endemik merupakan keadaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh.
– Malnutrition (Gizi salah, Malnutrisi)
Keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relative maupun absolut satu atau lebih zat gizi.
Ada 4 bentuk malnutrisi:
  1. Under Nutrition : kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentu
  2. Spesjfic_Desienecy: kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe, dll
  3. Over Nutrition: kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu
  4. Imbalance : karena disproporsi zat gizi, misalnya : kolesterol terjadi karena tidak seimbangnya LDL ( Low Density Lipoprotein ), HDL ( High Density Lipoprotein ) dan VLDL (Very Low Density Lipoprotein )
2. PENILAIAN STATUS GIZI SECARA LANGSUNG
Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi 4 yaitu:
a. Antropometri
Antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi
b. Klinis
Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitet ( superficial epithelial tissues ) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid
c. Biokimia
Adalah pemeriksaan spesimen yang di uji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine, tinja danjuga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.
d. Biofisik
Adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.
3. PENILAIAN STATUS GIZI SECARA TIDAK LANGSUNG
Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Survei konsumsi makanan
Adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi
b. Statistik vital
Menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertetitu dan data lainnya yang bertiubungan dengan gizi
c. Faktor ekologi
Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari kedaan ekologi seperti iklim, taaah, irigasi, dll
4. FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN
Dalam Memilih Metode Penilaian Status Gizi
Dalam menentukan diagnosis suatu penyakit perlu digunakan beberapa jenis metode. Penggunaan satu metode akan memberikan gambaran yang kurang komprehensif tentang suatu keadaan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan metode adalah sebagai berikut:
1. Tujuan
Tujuan perlu diperhatikan dalam memilih metode, seperti tujuan ingin melihat fisik seseorang, maka metode yang digunakan adalah antropometri.

2. Unit sampel yang akan di ukur
Berbagai jenis unit sampel yang akan diukur sangat mempengaruhi penggunaan metode penilaian status gizi. Jenis unit sampel yang akan diukur meliputi individual, rumah tangga/keluarga dan kelompok rawan gizi. Apabila unit sampel yang akan di ukur adalah kelompok / masyarakat yang rawan gizi secara keseluruhan maka menggunakan metode antropometri, karena metode ini murah dan dari segi ilmiah bisa dipertanggungjawabkan.
3. Jenis Informasi yang dibutuhkan
Pemilihan metode penilaian status gizi sangat tergantung pula dari jenis informasi yang diberikan. Jenis informasi antara lain : asupan makanan, berat dan tinggi badan, tingkat hemoglobin dan situasi sosial ekonomi. Apabila menginginkan informasi tentang asupan makanan, maka metode yang digunakan adalah survei konsumsi. Jika ingin mengetahui tingkat hemoglobin maka metode yang digunakan adalah biokimia. Membutuhkan informasi tentang keadaan fisik (berat badan & tinggi badan) maka metodenya adalah antropometri. Dan apabila membutuhkan informasi tentang situasi sosial ekonomi, metode yang digunakan adalah pengukuran faktor ekologi
4. Tingkat reliabilitas dan akurasi yang dibutuhkan
Tiap metode penilaian gizi mempunyai tingkat reliabilitas dan akurasi yang berbeda-beda. Contoh penggunaan metode klinis dalam menilai tingkatan pembesaran kelenjar gondok adalah sangat subyektif sekali. Penilaian ini membutuhkan tenaga medis dan paramedis yang terlatih dan mempunyai pengalaman yang cukup dibidangnya. Berbeda dengan penilaian secara biokimia yang mempunyai reliabilitas dan akurasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu jika ada biaya, tenaga dan sarana yang mendukung, maka penilaian status gizi dengan biokimia sangat dianjurkan.
5. Tersedianya fasilitas dan peralatan
Berbagai jenis fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penilaian status gizi. Fasilitas tersebut ada yang mudah didapat ada yang sulit diperoleh. Umumnya fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penilaian status gizi secara antropometri relatif mudah didapat dibanding dengan peralatan penentuan status gizi dengan biokimia.
6. Tenaga
Ketersediaan tenaga baik jumlah, maupun mutu sangat mempengaruhi penggunaan metode penentuan status gizi. Jenis tenaga yang digunakan antara lain ; dokter, ahli kimia dan tenaga lain. Penilaian status gizi secara biokimia perlu tenaga ahli kimia/analis kimia karena menyangkut berbagai jenis bahan kimia yang harus dikuasai. Jika menggunakan cara antropometri tidak perlu tenaga ahli, tetapi tenaga tersebut cukup dilatih sebelum menjalankan tugasnya. Kader gizi di posyandu adalah tenaga gizi yang tidak ahli tetapi dapat melaksanakan tugas dengan baik, walaupun disana sini masih terdapat kekurangannya. Tugas utama kader gizi adalah melakukan pengukuran antropometri seperti mengukur tinngi badan, berat badan dan umur anak. Setelah mendapat data mereka dapat memasukkan pada KMS dan langsung dapat menginterpretasikan data tersebut.
Penilaian status gizi secara klinis membutuhkan tenaga medis ( dokter) karena salah satu tugasnya adalah menginterpretasikan tanda-tanda klinis.
7. Waktu
Ketersediaan waktu dalam pengukuran status gizi mempengaruhi metode yang akan digunakan. Waktu yang ada bisa dalam mingguan, bulanan, tahunan. Apabila kita ingin menilai status gizi di suatu masyarakat dan waktu yang singkat maka menggunakan metode antropometri. Jika menggunakan metode biokimia membutuhkan waktu yang lama, biaya, tenaga dan peralatan yang memadai.
8. Dana
Masalah dana juga mempengaruhi jenis metode yang akan digunakan untuk menilai status gizi. Umumnya penggunaan metode biokimia relatif mahal dibanding dengan metode lainnya. Penggunaan metode disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalain penilaian status gizi.
Jadi penilaian metode status penilaian gizi harus mempertimbangkan faktor tersebut diatas. Faktor-faktor itu tidak bisa berdiri sendiri tapi saling mengait. Oleh karena itu untuk menentukan metode penilaian status gizi harus memperhatikan keseluruhan dan mencermati kelebihan dan kekurangan tiap metode tersebut.


B. Kartu Menuju Sehat (KMS)
Pertumbuhan merupakan parameter kesehatan gizi yang cukup peka untuk digunakan dalam menilai kesehatan anak, terutama anak bayi dan balita. Dalam upaya memonitor kesehatan gizi anak ini dipergunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun di klinik kesehatan anak dan Posyandu di wilayah-wilayah Indonesia. Kelompk sampel anak Balita merupakan bagian yang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi gizi di dalam masyarakat, sehingga dapat dipergunakan untuk memantau kesehatan gizi masyarakat untukjangka panjang. Pertumbuhan berat badan kelompok ini merupakan parameter paling sesuai karena cukup sensitif; erat hubungannya dengan konsumsi energi dan protein yang merupakan dua jenis zat gizi yang paling sering menimbulkan problema kesehatan gizi pada skala nasional atau daerah luas regional di Indonesia. Parameter ini juga cukup sensitif terhadap perubahan-pembahan akut mengenai konsumsi bahan makanan pokok, dan mudah pelaksanaannya sehingga dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh masyarakat itu sendiri dengan biaya murah tanpa memerlukan peralatan rumit dan keahlian khusus. KMS digunakan sebagai suatu sistem pemantauan berat badan balita melaui pencatatan hasil penimbangan dengaa alat timbangan yang bersahaja yaitu dacin telah digunakan di Indonesia dan beberapa negara lain. Hambatan kemajuan pertumbuhan berat badan anak yang dipantau dapat segera terlihat pada grafik pertumbuhan hasil pengukuran periodik yang dicatat dan tertera pada KMS tersebut. Naik turunya jumlah anak Balita yang menderita hambatan pertumbuhan di suatu daerah dapat segera terlihat dalam jangka waktu pendek (bulan) dan dapat segera diteliti lebih jauh apa sebabnya dan dibuat rancangan untuk diambil tindakan penanggulangan secepat mungkin. Kondisi kesehatan masyarakat secara umum dapat dipantau melalui kondisi pertumbuhan anak Balita melalui KMS, yang penimbangannya dilakukan di Posyandu.
Pada dasarnya KMS mempergunakan klasifikasi GOMEZ untuk menilai kondisi kesehatan gizi anak, disesuaikan dengan kondisi gizi anak-anak di Indonesia. GOMEZ mengadakan ktasifikasi berat ringannya KKP (Kurang Kalori Protein) berdasarkan berat badan dibandingkan dengan berat standart HARVARD (hasil penelitian di Amerika Serikat oleh Universitas Harvard) sebagai berikut:

PCM0 (anak sehat) : Berat badan 110 - 90% standart Harvard
PCMI : Berat badan 89 - 75% standart Harvard
PCMII : Berat badan 74 - 60% standart Harvard
PCMUI : Berat badan kurang dari 60% standart Harvard

Batas-batas berat badan menurut kualifikasi GOMEZ ini terlalu tinggi bagi anak-anak Indonesia, yang berat badannya rata-rata lebih ringan dibandingkan dengan berat badan anak-anak Amerika, yang menjadi dasar standart Harvard tersebut. Karena itu batas-batas berat badan menurut GOMEZ ini disesuaikan dengan kondisi anak-anak Indonesia, sehingga mendapatkan kualifikasi sebagai berikut:
KKP0 (anak sehat) : Berat badan 110 - 85% standart Harvard
KKPI : Berat badan 84 - 75% standart Harvard
KKPII : Berat badan 74-60% standart Harvard
KKPIII : Berat badan kurang dari 60% standart Harvard

Dalam KMS terdapat jalur-jalur berwarna yang menunjukkan derajat kesehatan anak tersebut dari sudut gizi.
  •  Anak sehat (KKP0) digambarkan dengan lahir berat badan yang berwarna hijau. Anak yang sedang diteliti dicatat umurnya dan ditimbang berat badannya.
  • Di bawah Jalur hijau terdapat jalur yang diberi warna kuning. Ini menunjukkan daerah KKP ringan, jadi anak mulai memperlihatkan gangguan pertumbuhan ringan, yang menggambarkan pula adanya gangguan kesehatan.
  • Bila anak lebih jelek lagi, garis kurva pertumbuhan akan lebih menurun lagi masuk ke daerah dibawah garis merah, yang merupakan batas bawah dari jalur kuning. Daerah dibawah garis merah ini menunjukan KKP berat.
C. PESAN DASAR KMS
Untuk mengetahui pertumbuhan balita, anak harus ditimbang setiap bulan secara rutin.
D. CARA PENGISIAN KMS
1. Pada Penimbangan Pertama
Pada penimbangan pertama, sebelum anak ditimbang, kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu, sesuai dengan Langkah pertama, Langkah kedua, dan Langkah ketiga.
Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran
Pada halaman muka KMS, isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu.
Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman dalam KMS-Balita
1. Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar
2. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal, bulan dan tahun anak didaftar pertama kali.
3. Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak, sama seperti halaman depan KMS Kolom "Laki-laki

Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir
Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0, kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan
Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMS-Balita
Setelah anak ditimbang, letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan).
Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan, makanan dan keadaan lainnya.
Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mem-pengaruhi kesehatannya, pada garis tegak (lihat contoh), sesuai bulan bersangkutan.
Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi
Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan (lihat contoh disamping)
Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi
Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus.
Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif

• Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0,1,2,3,4.
• Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan, maka kolom 0, 1, 2 dan 3 diisi E0, E1, E2 dan E3. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-), karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat.

2. Pada Penimbangan Kedua dan Seterusnya
• Lakukan langkah keempat
Jika bulan lalu anak ditimbang, hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus.
• Lakukan langkah kelima
Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan.
• Apabila anak mendapat imunisasi, lakukan langkah keenam.
• Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus), maka jika anak diberi kapsul vitamin A, lakukan langkah ketujuh.
• Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan, lakukan langkah kedelapan.


E. PROGRAM PERBAIKAN GIZI
- Meningkatkan Penyuluhan Gizi pada Balita/Masyarakat
- Menanggulangi gizi kurang dan menekan kejadian gizi buruk pada balita
- Meningkatan penanggulangan kekurangan gizi
- Meningkatkan gizi lebih
- Mengembangkan dan membina tenaga gizi
- Melaksanakan perbaikan gizi institusi
- Melaksanakan perbaikan gizi akibat dampak sosial, pengungsian dan bencana alam

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Cari Skripsi, Artikel, Makalah, Anti Virus

Custom Search