Software Anti Virus

Monday, April 5, 2010

Geologi Indonesia

ORIENTASI

GEOLOGI INDONESIA
ASAL MULA BUMI
TEKTONIK INDONESIA
SUMATERA
KALIMANTAN
JAWA & NUSA TENGGARA
SULAWESI
MALUKU
PAPUA
DUNIA BATUAN & MINERAL
SURVEI GEOLOGI
GUNUNG API INDONESIA

SEJARAH KEHIDUPAN
PRAKAMBIUM
PALEOZOIKUM
MESOZOIKUM
DINOSAURUS
KENOZOIKUM
VERTEBRATA INDONESIA
BANDUNG
MANUSIA PURBA

GEOLOGI UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA
PERTAMBANGAN MINERAL & ENERGI
PEMANFAATAN BATUAN & MINERAL
EKSPLORASI & EKSPLOITASI
MINERAL DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
BAHAN GALIAN KOMODITAS NASIONAL
GEMPABUMI & GERAKAN TANAH
BAHAYA & MANFAAT GUNUNG API
AIR & LINGKUNGAN

Sejarah Museum Geologi Bandung

Berdirinya Museum Geologi sangat erat kaitannya dengan sejarah penyelidikan geologi di Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 1850-an, oleh “Dienst Van Het Mijnwezen”, yang berkedudukan di Bogor (1852-1866). Lembaga ini kemudian berpindah ke Jakarta (1866-1924) dan akhirnya pindah ke Bandung, menempati Gedung Government Bedrijven) (sekarang Gedung Sate).

Para ahli geologi dalam melakukan penyelidikan/penelitian geologi di lapangan selalu membawa contoh batuan, mineral dan fosil untuk di laboratorium. Mulai tahun 1922 penyelidikan geologi di Indonesia semakin meningkat sehingga contoh batuan, mineral dan fosil yang dikumpulkan dari berbagai daerah di berbagai wilayah Indonesia semakin melimpah. Berbagai contoh tersebut memerlukan tempat khusus untuk didokumentasikan, sehingga pada tahun 1928 dibangunlah gedung yang diperuntukan bagi Laboratorium Geologi di Rembrandt Straat (sekarang Jl. Diponegoro). Gedung ini dirancangdengan gaya arsitektur “art deco” oleh arsitek Belanda Ir. H. Menalda Van Schouwenburg. Kemudian timbul suatu gagasan untuk memperlihatkan koleksi tersebut kepada masyarakat luas, sehingga pada 16 Mei 1929 bertepatan dengan Konggres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke IV, diresmikanlah gedung tersebut sebagai Museum Geologi dengan nama Geologische Museum. Berbagai koleksi Museum Geologi pada waktu itu disimpan dan ditata di dalam lemari-lemari kaca (vitrin). Setiap koleksi dilengkapi label yang menginformasikan nomor koleksi, nama koleksi, tempat ditemukan oleh kolektornya. Sistem peragaan seperti itu relative tidak berubah sampai tahun 1988, namun demikian pengunjung yang datang ke Museum Geologi setiap tahunnya terus meningkat, khususnya pelajar.

Museum geologi berupaya meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, dengan rencana pengembangan yang dirintis sejak tahun 1993 atas kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang, meliputi : renovasi gedung, pengembangan system dokumentasi koleksi, pengembangan system peragaan, pengembangan system edukasi dan pengembangan program penelitian koleksi. Renovasi gedung dan pengembangan peragaan yang pekerjaan fisiknya dimulai pada 2 November 1998 dapat diselesaikan pada pertengahan Agustus tahun 2000. Pada 22 Agustus tahun 2000, Museum Geologi diresmikan kembali pembukaannya oleh Ibu Megawati Soekarnoputri. Dengan adanya pengembangan ini luas bangunan menjadi 6000 m2 dimana sepertiganya sekitar 2000 m2 difungsikan sebagai ruang peragaan sehingga diharapkan Museum Geologi
dapat memenuhi kebutuhan pngunjung dan pengguna jasa Museum Geologi lainnya.

PRAKAMBIUM
PRAKAMBIUM (ARKEGOZOIKUM DAN PROTEROZOIKUM)
ARKEGOZOIKUM (MASA KEHIDUPAN PURBA) :
4.600.000.000-2.500.000.000 TAHUN LALU

Masa ini dapat dibedakan menjadi 2 tahap, yaitu :
Masa Priscoan atau Hadean (4,6 – 4 milyar tahun lalu), merupakan masa persiapan bumi untuk dihuni oleh kehidupan dengan pembentukan lapisan lithosfera, hidrosfera, dan atmosfera.

Masa Arkegozoikum atau Arkean (4 – 2,5 milyar tahun lalu), merupakan masa pemunculan kehidupan paling primitive (purba) yang bermula di dalam samudra berupa mikro-organisme dari jenis bakteri dan ganggang. Fosil tertua yangditemukan adalah Stromatolites dan Cyanobacteria.

PROTEROZOIKUM (MASA KEHIDUPAN AWAL) :
2,500.000.000-540.000.000 TAHUN LALU

Masa Proterozoikum atau disebut juga Masa Algonkian adalah masa perkembangan kehidupan dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (Eukaryotes dan Prokaryotes), seiring dengan perkembangan hidrosfer dan atmosfer. Menjelang akhir masa ini, organisme yang lebih kompleks sejenis invertebrate bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal dan bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama. Fosil-fosil yang terkenal adalah stromatolit alga Jacuthophyton, cacing beruas springgina, cacing beludru Hallucigenia, cacing gilig Dickinsonia dan ubur-ubur Mawsonites. Pada akhir Masa Prakrambium, benua-benua yang semula berpencar mulai menyatu menjadi satu daratan yang dinamakan Rodinia dengan samuderanya “Panthalassa”.

PALEOZOIKUM (MASA KEHIDUPAN TUA) :
540.000.000-245.000.000 TAHUN LALU
Masa ini merupakan masa perkembangan hewan invertebrate (tidak bertulang belakang) dan vertebtara, khususnya ikan dan amfibi serta sebagian reptilian, dan juga sebagai masa perkembangan ganggang laut serta tumbuhan berspora.

ZAMAN KAMBRIUM : 540.000.000-510.000.000 TAHUN LALU
Pada zaman ini mulai banyak muncul kelompok hewan invertebrate yang mempunyai kerangka luar dan bercangkang sebagai pelindung, sehingga kehadirannya sebagai fosil diakui sejak lama sebagai bukti adanya kehidupan yang nyata. Fosil yang umum dijumpai dengan penyebaran yang luas adalah Alga, Cacing, Sepon, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakipoda dan Artropoda. Fosil penunjuk untuk zaman ini adalah Trilobita (kelompok Artropoda yang kini telah punah).

ZAMAN ORDOVISIUM : 510.000.000-439.000.000 TAHUN LALU
Zaman ini merupakan zaman perkembangan hewan invertebrate dan pemunculan invertebrate lain seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lilia Laut), dan Bryozoa. Koral dan Alga yang berkembang membentuk karang laut, Graptolit dan Trilobit melimpah sedangkan Ekinodermata Brakiopoda mulai menyebar. Pada zaman ini juga mulai muncul vertebrata dari jenis ikan tanpa rahang.

ZAMAN SILUR : 439.000.000-408.000.000 TAHUN LALU
Pada zaman ini mulai terjadi peralihan kehidupan dari air ke darat. Tumbuhan darat mulai muncul untuk pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku), sedangkan di dalam laut kalajengking raksasa (Eurypterid) dan ikan berahang, serta ikan yang berperisai tulang sebagai pelidung.

ZAMAN DEVON : 408.000.000-362.000.000 TAHUN LALU
Zaman Devon merupakan zaman perkembangan secara besar-besaran jenis ikan berahang dan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di lautan. Migrasi ke daratan terus berlanjut, hewan amfibi mulai berkembang dan beranjak ke daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan mulai muncul serangga untuk pertama kalinya.

ZAMAN KARBON : 362.000.000 – 290.000.000 TAHUN LALU
Zaman ini merupakan zaman perkembangan amfibi dan tumbuhan hutan. Reptilia dan serangga raksasa muncul pertama kali. Pohon pertama yang muncul adalah jamur klab, tumbuhan fern paku ekor kuda yang tumbuh di rawa-rawa. Saat itu benua-benua mulai menyatu membentuk satu masa daratan yang sangat luas disebut Pangea. Bumi mulai mengalami perubahan lingkungan serta berbagai bentuk kehidupannya. Iklim tropis menghasilkan secara besar-besaran rawa-rawa yang terisi pepohonan dan sekarang tersimpan sebagai batubara.

ZAMAN PERM : 290.000.000-245.000.000 TAHUN LALU
Pada zaman ini perkembangan reptilia yang mirip mamalia mulai meningkat dan munculnya serangga modern, begitu juga tumbuhan Konifer dan Ginkgoc primitive. Zaman ini diakhiri dengan kepunahan massal.

ZAMAN MESOZOIKUM (MASA KEHIDUPAN TENGAH) :
245.000.000-65.000.000 TAHUN LALU
Masa Mesozoikum adalah masa berkembangnya hewan reptilia, khususnya dinosaurus, serta berkembangnya amonit dan tumbuhan berbiji purba. Masa ini dibagi menjadi tiga zaman : Trias, Jura dan Kapur.

ZAMAN TRIAS : 245.000.000-208.000.000 TAHUN LALU
Di zaman ini, dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kali. Amonit semakin umum, sedangkan gastropoda dan bivalvia semakin meningkat. Cynodon, sejenis reptilian mirip mamalia pemakan daging mulai berkembang. Mamalia pertama mulai muncul dan reptilian air semakin banyak seperti penyu dan kura-kura. Jenis tumbuhan Cycad (mirip palem) dan conifer mulai menyebar. Pada zaman ini benua Pangea bergerak ke Utara dan membentuk gurun. Lapisan es di bagian selatan mencair dan celah-celah mulai terbentuk di Pangea.

ZAMAN JURA : 208.000.000-145.000.000 TAHUN LALU
Zaman Jura adalah zaman kejayaan Dinosaurus yang menguasai daratan, sedangkan lautan dikuasai oleh reptilia laut seperti Ichthyosaurus dan Plesiosaurus, sedangkan di angkasa dikuasai oleh reptilia terbang seperti Pterosaurus serta Pterodactyl. Burung sejati pertama (Archaeopteryx) mulai muncul. Berbagai jenis buaya mulai berkemban, sedangkan Amonit dan Belemnit menjadi sangat umum. Tumbuhan Ginkgo, Benetit dan Sequoia melimpah dan Konifer menjadi umum. Pada zaman ini Benua Pangea terpecah dimana Amerika Utara terpisah dari Afrika, sementara Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan Australia. Di Indonesia pernah ditemukan fosil gigi Ichthyosaurus di Pulau Seram (yang dahulunya masih merupakan lautan), yaitu sejenis reptil laut yang hidup sezaman dengan Dinosaurus.

ZAMAN KAPUR : 145.000.000-65.000.000 TAHUN LALU
Zaman ini mrupakan puncak kejayaan Dinosaurus raksasa dan reptilia terbang. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang baik ragam jenis maupun bentuknya. Mamalia berari-ari mulai muncul pertama kali. Saat itu iklim sedang mulai muncul. Pada zaman ini India terlepas jauh dari Afrika dan bergerak menuju Asia.

DINOSAURUS
Dinosaurus adalah hewan reptilia yang pernah hidup dan menguasai daratan pada masa Mesozoikum, jauh sebelum manusia ada. Dinosaurus muncul pada zaman Trias, berkembang pesat pada zaman Jura, daqn punah pada akhir4 zaman Kapur. Dinosaurus pemakan daging (karnivora) terbesar dan terbuas adalah Tyrannosaurus rex yang biasa disebut T-rex.

KEPUNAHAN MASSAL PADA AKHIR ZAMAN KAPUR
Peristiwa kepunahan besar-besaran yang terjadi pada akhir Zaman Kapur (65juta tahun lalu) merupakan tanda berakhirnya Masa Mesozoikum, sekaligus awal mula Masa Kenozoikum. Jenis-jenis kehidupan yang punah meliputi : Dinosaurus, Pterosaurus, Ichthyosaurus, Plesiosaurus, dan kelompok binatang moluska (Amonit dan Belemnit), serta sebagian besar Brakiopoda. Banyak teori yang menerangkan penyebab tentang Kepunahan Massal, diantaranya teori tentang jatuhnya meteorit raksasa yang membentur bumi dengan benturan sangat dahsyat. Benturan meteorit itu menimbulkan panas dan kebakaran sehingga terjadi penguapan besar-besaran yang menghasilkan asap dan awan tebal. Awan tebal ini menghalangi sinar matahari sehingga terjadi pendinginan global dan penipisan oksigen yang mengakibatkansebagian tumbuhan, hewn pemakan tumbuhan dan hewan pemakan daging juga mati. Dinosaurus yang merupakan hewan berdarah panas tidak mampu bertahan hidup pada iklim seperti itu, sehingga akhirnya punah.

KENOZOIKUM (MASA KHIDUPAN BARU) :TERSIER DN KUARTER
65.000.000 TAHUN LALU-SEKARANG
Masa Kenozoikum merupakan masa perkembangan mamalia dan tumbuhan berbiji modern. Masa dibagi menjadi dua, yaitu Zaman Tersier-Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan serta tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan iklim global.

ZAMAN TERSIER : 65.000.000-1.700.000 TAHUN LALU
Zaman ini merupakan zaman perkembangan mamalia di belahan dunia yang lain, akan tetapi tidak demikian halnya dengan Indonesia karena pada zaman ini sebagian besar Kepulauan Indonesia baru terbentuk. Oleh karena itu, fosil-fosil yang dijumpai di Indonesia sebagian besar merupakan fosil hewan laut terutama moluska dan foraminifera.

KALA PALEOSEN : 65.000.000-56.000.000 TAHUN LALU
Kala ini merupakan awal kemunculan hewan mamalia pemakan rumput,primata,burung dan Discoaster.Kala ini ditandai oleh kgiatan magma yang sangat intensif, susut laut yang besar dan hujan meteorit.

KALA EOSEN : 56.000.000-35.000.000 TAHUN LALU
Pada kala ini mamalia mulai berkembang dengan baik, seperti kuda, binatang pengerat (Rodent) dan nenek moyang hewan modern seperti unta, badak, dan lainnya, termasuk hiu raksasa (Basilosaurus) dan Burung raksasa (Diatryma). Pecahnya Benua Pangea ditandai oleh pergerakan lempeng,yaitu Benua Afrika menabrak Benua Eropa membentuk Alpen, India menabrak Asia membentuk Himalaya.

KALA OLIGOSEN : 35.000.000-23.500.000 TAHUN LALU
Pada Kala ini, mamalia semakin bertambah besar ukurannya. Mamalia modern termasuk gajah pertama muncul. Nenek moyang kucing, anjing dan beruang mulai berkembang. Kehidupan laut ditandai dengan munculnya hewan jenis baru seperti : kepiting, kerang dan siput.Iklim mendingin, hutan berkurang namun padang rumput meluas disertai dengn pesatnya perkembangan hewan pemakan rumput.

KALA MIOSEN : 23.500.000-5.200.000 TAHUN LALU
Kala ini dicirikan oleh padang rumput makin meluas, oleh karena itu mamalia pemakan rumput berkembang semakin pesat. Kala ini dicirikan oleh munculnya Homonoid (Proconsul), lembu, domba, dan monyet.

KALA PLIOSEN : 5.200.000-1.700.000 TAHUN LALU
Pada kala ini muncul hominid yang pertama. Fosil-fosil penciri Kala Pliosen Yang ditemukan di Indonesia secara melimpah adalah dari kelompok moluska dan foraminifera.

ZAMAN KUARTER : 1.700.000 TAHUN LALU-SEKARANG
Pada zaman Kuarter di belahan dunia dikenal sebagai zaman perkembangan manusia, sedangkan di Indonesia disamping berkembangnya manusia berkembang juga mamalia.

KALA PLISTOSEN : 1.700.000-10.000.000 TAHUN LALU
Mamalia yang berkembang pada kala ini mempunyai ragam bentuk yang spektakuler, seperti Mammoth, Mastodon, Smilodon (harimau bergigi pedang), Megatherium (kukang tanah raksasa), Beruang gua, dan lain sebagainya. Kala ini merupakan zaman es terbesar karena ada lima kali peristiwa glasiasi. Di sudut peragaan Kala Plistosen, dipamerkan mamalia dan vertebrata lainnya yang pernah hidup di Indonesia pada kala ini, termasuk fosil manusia purba dari Indonesia dan seluruh dunia.

KALA HOLOSEN : 10.000 TAHUN LALU-SEKARANG
Pada kala Holosen ini jenis kehidupan berkembang pesat dan manusia modern mulai muncul.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Cari Skripsi, Artikel, Makalah, Anti Virus

Custom Search