Software Anti Virus

Sunday, March 28, 2010

Sistem Informasi Penggajian

Sistem  Informasi Penggajian karyawan pada PT. CJ GLS Indonesia Semarang
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Keberadaan tenaga kerja merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam satu kemampuan. Tindakan yang biasanya dilakukan oleh kemampuan dalam memberikan motivasi kepada karyawan adalah dengan memberikan gaji atau upah yang diberikan kemampuan adalah hak karyawan, sehingga perusahaan telah memenuhi kewajiban dalam memotivasi karyawan untuk bekerja lebih produktif. Sistem pemberian gaji atau upah tenaga kerja dalam kemampuan yang besar dan jumlah tenaga kerja yang cukup banyak terdiri dari bermacam-macam bagian merupakan pembagian kerja yang sesuai dengan pembagian kegiatan tersebut. Gaji tidak hanya mencakup gaji pokok saja melainkan ada hal-hal yang perlu diperhertikan seperti tunjangan-tunjangan, potongan, lembur, dan sebagainya.

Pada tanggal 1 Agustus 2006, kantor pusat memberikan wewenangnya kepada PT. Cherl Jedang Globar Logistic Service Indonesia (PT. GJ GLS Indonesia) Semarang untuk melaksanakan semua kegiatan yang berhubungan dengan kemampuan, salah satunya penggajian karyawannya. Kantor pusat hanya menerima laporan setiap bulannya saja. Pada PT. CS GLS Indonesia terdapat 50 orang karyawan, sedangkan pengolahan data penggajian dengan banyak transaksi antara lain kasbon, lembur, potongan, dan tunjangan dalam setiap bulannya dan semua data tersebut masih diolah secara manual sampai dengan penghitungan gajinya pun masih belum terkomputerisasi.

Apabila di dalam penghitungan gaji memakan waktu 4 sampai 5 jam dan terjadi secara terus-menurus akan mengakbiatkan keterlambatan dalam pemberian gaji. Selain itu juga akan merugikan perusahaan dalam hal waktu, dimana aseharusnya bisa dipergunakan untuk hal lain karena permasalahan ini mengakibatkan terhambatnya kegiatan-kegiatan lagi. Dalam menangai permasalahan ini diperlukan suatu sistem yang memudahkan, cepat dan tepat serta akurat, maka kebutuhan akan perbaikan sistem lama harus segera ditangani karena sudah sangat mendesak.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang dihadapi oleh pihak PT. CS GLS Indonesia Semarang maka perumusan masalah sebagai berikut “Bagaimana merancang sistem informasi penggajian karyawan yang dapat memberikan informasi yang lebih relevan, akurat dan tepat waktu pada PT. CS GLS Indonesia Semarang.”

1.3 Pembatasan Masalah
Dengan mempertimbangkan keterbatasan tenaga, biaya, waktu dan kemampuan serta mencegah pembahaan yang menyimpang maka pembatasan masalah hanya pada :
1. Pendataan karyawan
2. Pendataan kasbon
3. Pendataan lembur
4. Pembuatan slip peminjaman / kasbon
5. Pembuatan slip penggajian
6. Pembuatan lap penggajian

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem
Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli mengenai sistem, diantaranya menurut Drs. Zulkifli Amsyah MLS 2000 wh sistem adalah elemen-elememn yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan/ organisasi yang mempunyai tujuan bersama.

Menurut Gordon B. Davis, 1998, bahwa suatu sistem terdiri dari beberapa elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan/ organisasi yang mempunyai tujuan bersama.
Dari berbagai pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya suatu sistem merupakan kumpulan dari bagian-bagian yang lebih kecil / dapat disebut dengan subsistem, dimana subsistem tersebut saling berinteraksi satu sama lainya untuk mencapai tujuan bersama / tujuan yang telah ditetapkan.

2.2 Data dan informasi
2.2.1 Pengertian data
Data menurut Saty Sutanta (2004) adalah :
Data dsapa definisikan sebagai bahan kterangan tentang kejadian-kejadian nyata / fakta-fakta yang dirumuskan dalam sekelompok lambang tertentu yang tidak acak yang menunjukkan jumlah, tindakan, atau hal.

2.2.2 Pengertian Informasi
Informasi merupakan hasil pengolahan dsata sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunana sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dpa dirsakan akibatnya secara langsung saat itu juga/ secara tidak langsung pada saat mendatang (Eddy Sutanta, 2004).

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.3.1 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Robert A. Lestch dan K. Roscue Davis Sistem informasi merupakan suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertaemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajererial dan kegiatan strategi dari uaorgi serta menyadikan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan (Jogiyanto, HM,. 2001).

2.3.2 Pengertian SIM
Pengertian Sistem Informasi menurut Leman “Sistem Informasi Manajemen menyajikan informasi untuk mendukng menyajkikan opersional dan fungsi pengambilan keputusan manajemen dengan mempertimbangkan informasi apa, untuk siap dan kapan harus disajikan (George H, Bodian, 2003).

2.4 Analisa Sistem
2.4.1 Analisa sistem adalah nilai informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permalsaahn-permasalahan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan, sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”
(Jogiyanto, H.M., 2001)

2.4.2 Tahap Analisa Sistem
Tahapan-tahapan analisa sistem :
a. Tahap Identifikasi
b. Tahap Pemahaman
c. Tahap Analisis
d. Tahap Pelaporan

2.5 Konsep Dasar Perancangan Sistem
2.5.1 Pengertian Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah kegiatan merancang / mendesain suatu sistem yang baik yang isinya adalah langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data dan prosedur untuk mendukung operasi sistem.

Tujuannya : - Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem
- Untuk memenuhi gambaran yang jelas, lengkap kepada programer dan ahli teknik lainnya yang terlibat.

2.5.2 Tahap Perancangan Sistem
Tahap Perancangan meliputi :
  1. Perancangan sistem yang terdiri dari investasi awal dan studi kelayakan
  2. Kebutuhan sistem yang terdiri dari operasi dan analisis sistem kebutuhan pemakai, pendektan dukung secara teknis, deain konsep dan uji ulang paket, penilaian alternatif dan perencanaan.
  3. Pengembangan sistem yang terdiri dari rancang bangun sistem secara teknis, rancang bangun aplikasi, pemrograman aplikasi, dan pengetesan prosedur pemakain dan pengendalian latihan untuk pemakai, pecangan, implementasi, perencanaan, konversi, pengetesan sistem.
2.5.3 Alat bantu dalam perancangan sistem
- Diagram alir data (data flow diagram)
- Kamus data
- Entity reletionship diagram (ERD)
- Tahapan Pembuatan ERD
- Transformasi ERD ke Tabel Basis Data Fisik

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Obyek Penelitian
Pada penulisan tugas ini, obyek penelitian yang diambil adalah Sistem  Informasi Penggajian karyawan pada PT. CJ GLS Indonesia Semarang yang terletak di komplek pergudangan Majapahit No. 400 Blok F, Semarang.

3.2 Jenis dan Sumber Data
Jenis data ada 2 macam yaitu :
3.2.1 Data Primer
Yaitu segala data yang diperoleh penulis dari sumber secara langsung dengan mengambil sampel / menyebarkan angket kepada populasi.

3.2.2 Data Skunder
Yaitu segala keterangan yang diperoleh dari data-data lain yang dapat dipakai sebagai penunjang serta berkaitan dengan tema penelitian

3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan bagian akhir ini yang :

3.3.1 Wawancara
Yaitu teknik pengumpulan data dengan tanya jawab secara langsung dengan pemberi data dalam hal ini adalah bagian administrasi PT. CS GLS Indonesia Semarang.

3.3.2 Observasi
Yaitu teknik mengadakan studi lapangan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistemematik mengenai fenomena obyek yang diteliti.

3.3.3 Studi pustaka
Studi pustaka merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan mencari sumber dari buku / studi literatur terhadap data-data yang berkaitan dengan penelitian.

3.4 Tahap-tahap pengembangan sistem
Tahap pengembangan sistem informasi pada tugas ini menggunakan SDLC yaitu siklus hidup pengembangan sistem antara lain:

3.4.1 Tahap perencanana sistem
Perencanaan adalah kegiatan merencanakan kebutuhan pengguna yang menyangkut studi-studi kelayakan baik secara teknis maupun teknologi serta penjadwalan langkah awal untuk menuju taha berikutnya yaitu analisa sistem.

3.4.2 Analisa sistem
Dalam menganalisa data menggunakan analisa yang bersifat membandingkan antara landasan teori yang digunakan dengan obyek penelitian. Tahap analisa sistem yang dilakukan adalah :
a. Mendefinisikan masalah-masalah yang ada
b. Mempelajari struktur organisasi
c. Mengemgangkan alternatif pemecahan masalah yang telah ditentukan
d. Menggambarkan flow of document

3.4.3 Tahap implementasi sistem
Implementasi sistem merupakan tahpa penerapan sistem agar sistem tersebut dapat digunakan / dioperasikan untuk mencapai tujuan.

Adapun langkah-langkah implementasi sistem yaitu :
a. Rencana Implementasi
Membuat analisa biay an analisa manfaat

b. Kegiatan implementasi
Kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Melakukan pemilihan data
2. Pemilihan tempat dan instalasi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware)
3. Tindak lanjut implementasi
Melakukan pengetesan sistem secara keseluruhan dalam jangka waktu tertentu.

3.4.4 Tahap desain sistem
Desain sistem merupakan gambaran yang diberikan kepada user tentang sistem / ttt kegiatan yang akan dilakukan dan merupakan persiapan dari desain sistem setelah dilakukan analisa sistem. Desain sistem kegiatan yang dilakukan adalah :
a. Merancang aliran data dengan menggambarkan DFD
b. Merancang database dengan menggambarkan ERD teknik normalisasi
c. Menerjemahkan program dengan bahasa visual Foxpro 9.0

3.4.5 Tahap pemeliharaan sistem
Melakukan perawatan baik hardware maupun software setelah sistem diimplementasikan supaya sistem tersebut dapat berjalan sesuai yang diinginkan.

DAFTAR PERTANYAAN
  1. Bagaimana cara mengatasi masalah yang menghambat dalam penghitungan gaji karyawan pada PT. CJ GLS Indonesia Semarang?
  2. Apa saja yang dibatasi dalam pertimbangan keterbatasan tenga, biaya, waktu, dan kemampuan agar tidak menyimpang?
  3. Sebutkan tahap anlaisa sistem yang dapat dilakukan oleh penulis pada TP. CS GLS Indonesia.
  4. Selain gaji pokok, apa saja yang diberikan PT. CJ GLS Indonesia agar karyawan bekerja lebih produktif?
  5. Tunjangan apa saja yang diberikan PT. GC GLS Indonesia terhadap karyawannya?

DAFTAR PUSTAKA

Joegiyanto, H.M. Analisa dan Desain Sistem Informasi. Andi Offset; Yogyakarta, 2001.

Sutanto, Eddy, Sistem Basis Data, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2004.

Z. Zulkifli Amsyah, Drs. MLS. Manajemen Sistem Informasi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2000.

Jogianto, H.M. Analisa dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta, 1999.
READ MORE - Sistem Informasi Penggajian

Sistem Pembayaran Open Account

MAKALAH
Sistem Pembayaran Open Account

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Ketentuan pembayaran merupakan bagian dari penetapan harga atau pricing. Eksportir tidak hanya sekedar menetapkan harga dalam valuta asing teapi sekaligus juga menetapkan syarat pembayaran sebagai suatu kesatuan membentuk apa yang dinamakan sebagai ketentuan pembayaran. Dan bilamana eksportir menetapkan suatu ketantuan pembayaran, maka hal tersebut berarti eksportir juga harus meletakkan tenggang waktu pembayaran di dalamnya.

2. Hal-Hal Pokok yang Perlu Diperhatikan dalam Penetapan Syarat Pembayaran
a. Pengetahuan eksportir atas kredibilitas importir.
    Yang dimaksud dengan kredibilitas sesungguhnya adalah kelayakan untuk menerima kepercayaan.
b. Situasi dan kondisi negara tujuan ekspor atau negara asal pembayaran.
    Ekspor harus dibayar dengan valuta asing dari negara importir.
c. Peraturan lalulintas devisa dan peraturan impor yang berlaku di negara importir.
d. Pengamanan atas resiko non payment.
e. Transit risk atau situasi di pelabuhan negara tujuan.

Hal-hal tambahan:
a. Jenis barang.
b. Kehendak eksportir yang berkaitan dengan transaksi yang bersangkutan.
c. Pendangan eksportir terhadaop transaksi ekspor ke negara importir.
d. Kemampuan untuk menguasai pasar.

PEMBAHASAN
1. Pengertian Open Account
Open Account adalah sistem pembayaran dimana belum dilakukan pembayaran apa-apa oleh importir kepada eksportir sebelum barang dikapalkan atau tiba dan diterima importir atau sebelum waktu tertentu yang telah disepakati.
Open account (sistem rekening terbuka) biasanya terjadi pada pemasaran ekspor dengan kantor cabang atau perwakilan di luar negeri atau dengan mitra dagang yang sudah dipercaya. Eksportir setelah melakukan pengapalan barang akan mengirimkan invoice kepada importir. Dalam invoice tersebut eksportir akan mencantumkan tanggal dan waktu tertentu kapan importir harus melakukan pembayaran.
Sistem pembayaran ini dapat terjadi apabila :

1. Ada kepercayaan penuh antara eksportir dan importir
2. Barang-barang dan dokumen akan langsung dkorim kepada pembeli
3. Eksportir kelebihan dana
4. Eksportir yakin tidak ada peraturan di negara importir yang melarang transfer pembayaran.

2. Resiko Open Account
Resiko-resiko yang dapat terjadi dalam sistem pembayaran ini antara lain :
  • Eksportir tidak mendapat perlindungan apakah importir akan membayar.
  • Dalam hal importir tidak membayar, eksportir akan kesulitan dalam membuktikannya di pengadilan karena tidak ada bukti-bukti
  • Penyelesaian perselisihan akan menimbulkan biaya bagi eksportir.
3. Dokumen yang dibutuhkan
Semua jenis dokumen yang terdapat dalam perdagangan internasional (ekspor impor), baik yang dikeluarkan pengusaha, perbankan, pelayaran, dan instansi lainnya mempunyai arti dan peranan penting. Oleh sebab itu semua dokumen yang menyangkut kegiatan tersebut harus dibuat dan diteliti dengan seksama.
Dokumen-dokumen dalam perdagangan internasional (ekspor impor) tersebut dapat dibedakan ke dalam tiga kelompok yaitu dokumen induk, dokumen penunjang dan dokumen pembantu.

A. DOKUMEN INDUK
Yang dimaksud dengan dokumen induk adalah dokumen inti yang dikeluarkan oleh Badan Pelaksana Utama Perdagangan internasional, yang memiliki fungsi sebagai alat pembuktian pelaksanaan suatu transaksi. Termasuk dalam dokumen ini antara lain :

a. Bill Of Lading (B/L)
Surat tanda terima barang yang telah dimuat di dalam kapal laut yang juga merupakan tanda bukti kepemilikan barang dan juga sebagai bukti adanya kontrak atau perjanjian pengangkutan barang melalui laut.

b. Faktur (Invoice)
Adalah suatu dokumen yang penting dalam perdagangan, data-data dalam invoice akan dapat diketahui berapa jumlah wesel yang akan dapat ditarik, jumlah penutupan asuransi, dan penyelesaian segala macam bea masuk.

c. Dokumen (Polis) Asuransi
Surat bukti pertanggungan yang dikeluarkan perusahaan asuransi atas permintaan eksportir maupun importir untuk menjamin keselamatan atas barang yang dikirim.

Dokumen asuransi ini pentingkarena dapat membuktikan bahwa barang-barang yang disebut di dalamnya telah diasuransi. Jenis-jenis resiko yang ditutup juga disebutkan dalam dokumen ini. Dokumen ini menyatakan pihak mana yang meminta asuransi dan kepada siapa klaim dibayarkan.

Penggantian kerugian apabila terjadi kerusakan atau kehilangan akan dibayarkan senilai yang dinyatakan dalam dokumen asuransi tersebut kepada eksportir juga kepada importir. Dokumen asuransi dapat dibuat atas nama pengasuransi, atas order bank, atas nama pembawa.

B. DOKUMEN PENUNJANG
Dokumen yang dikeluarkan untuk memperkuat atau merinci keterangan yang terdapat dalam dokumen induk, terutama faktur (invoice). Termasuk dalam dokumen ini antara lain :

a. Daftar Pengepakan (Packing List)
Dokumen ini dibuat oleh eksportir yang menerangkan uraian dari barang-barang yang dipak, dibungkus atau diikat dalam peti dan sebagainya dan biasanya diperlukan oleh bea cukai untuk memudahkan pemeriksaan. Uraian barang tersebut meliputi jenis bahan pembungkus dan cara mengepaknya. Dengan adanya packing list maka importir atau pemeriksa barang tidak akan keliru untuk memastikan isinya. Nama dan uraian barang haruslah sama dengan seperti tercantum dalam commercial invoice.
b. Surat Keterangan Asal (Certificate Of Origin )
Surat pernyataan yang ditandatangani untuk membuktikan asal dari suatu barang, digunakan untuk memperoleh fasilitas bea masuk atau sebagai alat penghitung kuota di negara tujuan dan untuk mencegah masuknya barang dari negara terlarang.
c. Surat Keterangan Pemeriksaan (Certificate Of Inspection)
Keterangan tentang keadaan barang yang dimuat oleh independent surveyor, juru pemeriksa barang atau badan resmi yang disahkan oleh pemerintah dan dikenal oleh dunia perdagangan internasional, berfungsi sebagai jaminan atas mutu dan jumlah barang, ukuran dan berat barang, keadaan barang, pengepakan barang, banyak isi pengepakan. Laporan yang dibuat atas pemeriksaan kualitatif dan analitis didasarkan pada pemeriksaan sampling 2% dari berat yang sebenarnya.
d. Sertifikat Mutu (Certificate Of Quality )
Keterangan yang dibuat berkaitan dengan hasil analisis barang-barang di laboratorium perusahaan atau badan penelitian independen yang menyangkut mutu barang yang diperdagangkan. Dalam hubungannya dengan hal tersebut di Indonesia berlaku peraturan yang mengharuskan adanya standarisasi dan pengendalian mutu untuk barang-barang ekspor,yaitu dengan menerbitkan sertifikat mutu (certificate of quality). Sertifikat ini wajib dimiliki oleh setiap eksportir untuk keperluan persagangan apabila diminta oleh pembeli.
e. Sertifikat Mutu Dari Produsen (Manufacture’s Quality Certificate)
Dokumen ini lazimnya dibuat oleh produsen atau pabrik pembuat barang yang diekspor atau supplier yang menguraikan tentang mutu dari barang-barang, termasuk penjelasan tentang baru atau tidaknya barang dan apakah memenuhi standar barang yang ditetapkan. Dokumen ini juga menunjukkan keterangan mengenai barang yang diproduksi oleh produsen yang membawa merek dagangnya (trade mark).
f. Keterangan Timbangan (Weight Note)
Catatan yang berisi perincian berat dari tiap-tiap kemasan barang seperti yang tercantum dalam commercial invoice. Dokumen ini disamping untuk mengetahui berat barang , juga diperlukan untuk mempersiapkan alat-alat pengangkut barang pada saat pemeriksaan barang.
g. Daftar Ukuran (Measurement List)
Daftar yang berisi ukuran dan takaran dari tiap-tiap kemasan seperti panjang, tebal, garis tengah serta volume barang. Volume pengepakan setiap barang tersebut diperlukan untuk menghitung biaya angkut atau untuk keperluan persiapan barang.

h. Analisa Kimia (Chemical Analysis)
Pernyataan yang dikeluarkan oleh labotaturium kimia yang berisi komposisi kimiawi dari suatu barang. Dokumen ini juga menjelaskan tentang bhan-bahan dan proporsi serta kandungan bahan yang terdapat dalam barangyang diharuskan pemeriksaannya. Penelitian tersebut dilakukan oleh badan analisa obat-obatan, dan bahan-bahan kimia.
i. Wesel (Bill Of Exchange)
Sebuah alat pembayaran yang memberikan perintah yang tidak bersyarat dalam bentuk tertulis, yang ditujukan oleh seseorang kepada orang lain.
Pihak-pihak yang terlibat dalam wesel antara lain
  • drawer = yang menandatangani wesel (penarik)
  • drawee = yang membayar (tertarik)
  • payee = yang menerima pembayaran
  • endorsee = pihak yang menerima perpindahan atau pengalihan wesel
Dalam sebuah wesel juga terdapat jangka waktu pembayaran yang dikenal dengan istilah tenor wesel , yaitu jangka waktu pada saat mana sebuah wesel dapat dibayarkan yang tercantum pada setiap wesel. Tenor dalam sebuah wesel dapat dibedakan menjadi :

a) Sight draft : wesel yang dibayar pada saat diperlihatkan atau saat diminta pembayarannya.
b) Time (term/usance) draft : wesel berjangka yang dibayarkan setelah beberapa waktu kemudian, dibedakan atas : time sight draft (wesel yang pembayarannya harus dilakukan pada waktu tertentu setelah wesel diajukan atu di aksep), time date draft (wesel yang harus dibayar pada tanggal tertentu yang telah ditetapkan misalnya 30 hari setelah pengapalan.

Prosedur Open Account
Sebelum menandatangani sales contract dengan ketentuan pembayaran open account eksportir akan meneliti dan menyelidiki kredibilitas importir, masalah tertib hukum dan situasi ekonomi (country risk) dari negara importir. Sesudah hal tersebut rnenunjukan hasil penilaian yang baik maka :

a. Eksportir dan importir menandatangani sales contract di mana ketentuan pernbayaran yang dipergunakan, misalnya, 30 days credit after bill of lading date.

b. Eksportir mengirim teleks kepada importir yang berisi informasi mengenai shipping detail (data-data pengapalan barang) agar importir segera siap untuk mengambil barang.

c. Asli dari dokumen ekspor dikirim kepada eksportir tanpa perantara; sehingga importir menerima asli dokumen dokumen tersebut.

Yang terpenting di antara dokumen-dokumen tersebut bukanlah bill of lading atau airway bill karena dokumen-dokumen ini dalam transaksi open account adalah tidak negotiable (atau dibuat non-negotiable). Dokumen yang terpenting adalah sertifikat (insurance certificate, inspection certificate, certificate of analy¬sis, dlsb).

d. Berdasarkan jari diri dari importir dan teleks mengenai shipping details, Importir akan mendatangai Maskapai pengangkutan dan melakukan klaim atas barang.

e. Pada tanggal jatuh tempo pembayaran sesuai dengan ketentuan yang tersebut dalam sales contract yaitu 30 hari sejak tanggal bill of lading; eksportir akan melakukan penagihan pembayaran dengan sarana telepon, surat atau apapun; atau menggunakan jasa collecting agent yang dimilikinya.


PENUTUP
1. Kesimpulan
Eksportir tidak hanya sekedar menetapkan harga dalam valuta asing tetapi sekaligus juga menetapkan syarat pembayaran sebagai suatu kesatuan membentuk apa yang dinamakan sebagai ketentuan pembayaran.

Open Account adalah sistem pembayaran dimana belum dilakukan pembayaran apa-apa oleh importir kepada eksportir sebelum barang dikapalkan atau tiba dan diterima importir atau sebelum waktu tertentu yang telah disepakati.

2. Saran
  • Eksportir dan importir harus bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak sehingga dimasa mendatang tidak ada masalah yang dihadapi.
  • Pemerintah juga harus selalu mendukung dan membantu demi kemajuan bersama.
  • Pemerintah harus memberikan hukuman yang tegas bagi setiap orang yang melanggar peraturan.

DAFTAR PUSTAKA
Modul Exim Politeknik Negeri Semarang tahun 2005
www.stekpi.com
www.tempointeraktif.com
READ MORE - Sistem Pembayaran Open Account

Friday, March 26, 2010

Makalah Minuman Keras

MAKALAH TENTANG MINUMAN KERAS

PENDAHULUAN

Terlepas dari pro dan kontra diharamkannya MSG Ajinomoto oleh MUI baru-baru ini, kejadian tersebut seharusnya membangunkan kita dari tidur panjang selama ini, betapa banyak permasalahan yang dihadapi umat Islam dalam masalah kehalalan produk-produk pangan. Oleh karena itu, ilmuwan diharapkan ikut berperan dalam menyelesaikan permasalahan ini demi kepentingan umat. Agaknya perkembangan teknologi yang sedemikian pesat belum sejalan dengan perkembangan pemahaman hukum Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ijtihad dalam masalah kehalalan produk pangan ini sangat dibutuhkan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi umat Islam dalam masalah ini.

Minuman keras / beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman keras / beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu.

Efek Samping
Bila dikonsumsi berlebihan, minuman keras beralkohol dapat menimbulkan ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Jenis minuman beralkohol diantaranya sebagai berikut:
• AnggurBir
• Bourbon
• Brendi
• Brugal
• Caipirinha
• Chianti
• Jägermeister
• Mirin

Pengaruh Minuman Keras Terhadap Lingkungan
Sering kita mendengar, membaca, bahkan menyaksikan baik melalui media massa, cetak maupun elektronik, khususnya televisi di tayangkan sebuah atraksi bulldozer yang sedang memusnahkan ribuan bahkan jutaan botol minuman keras yang "di algojoi" oleh Polri bersama pihak terkait lainnya. Sehingga menimbulkan berbagai tanggapan-tanggapan dari berbagai kalangan khususnya dari kalangan Agama sangat bangga akan sikap tegar Polri untuk memberantas peredaran minuman keras sampai keakar-akarnya. Karena minuman keras dapat mengancam eksistensi bangsa kita, yang dalam jangka pendek dapat menggoyahkan stabilitas keamanan dan dalam jangka panjang dapat mengancam masa depan bangsa.

Di dalam Bhagavata Purana (I. 17. 38. - 39) terdapat keterangan mengenai mata rantai kejahatan yang di mulai dari Perjudian, mabuk-mabukan, pelacuran, perkelahian dan kehilangan rasa kasih sayang diantara sesama mahluk hidup yang berakibat munculnya rasa benci dan iri hati. Jika manusia sudah diselimuti oleh sifat benci dan iri hati maka ia akan hilang rasa kegembiraan yang paling besar, dan tidak akan ada kegembiraan maupun ketenangan dihati mereka yang memiliki rasa benci.

Pengaruh Miras Terhadap Keturunan
Pecandu miras melakukan tidakan kejahatan yg tidak terma'afkan terhadap anak cucunya. Karena, ia menyebabkan anak2 mereka terlahir dengan bentuk tubuh yg jelek & akhlak yg buruk, terutama sel2 saraf, tak terkecuali sperma. Penyakit2 yg disebabkan miras sampai kepada keturunan2nya lewat pembuahan sel telur, sehingga 'alaqah (bakal janin) pun menjadi sakit.

Miras merupakan salah satu faktor utama terjadinya keguguran. Hal ini dapat menyebabkan seorang ibu mengalami komplikasi2 berbahaya yg bisa membuat meninggal dunia.
Jika seorang bayi selamat dari kematian saat ia masih barupa janin di dalam rahim, itu tidak berarti ia telah terbebas dari bahaya-bahaya miras yg disebabkan kedua orang tuanya. Sebaliknya, ia akan manuai busuk yg mereka tanam untuknya, serta menderita karena tekanan gangguan berbahaya 7 penyakit mematikan yg ingin mereka timpakan kepadanya. Anak ini akan menjadi orang menderita, yang tidak mengerjakan dosa dan tidak minum racun.

Penanggulangan Masalah
• Pendidikan Agama sejak dini
• Pembinaan kehidupan rumah tangga yang harmonis dengan penuh perhatian dan kasih saying.
• Menjalin komunikasi yang konstruktif antara orang tua dan anak
• Orang tua memberikan teladan yang baik kepada anak-anak.
• Anak-anak diberikan pengetahuan sedini mungkin tentang narkoba, jenis, dan dampak negatifnya

Factor Perilaku
Menurut teori Lawrence Green (1980), mengemukakan bahwa perilaku individu mempunyai pengaruh positif terhadap pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, yang dipengaruhi oleh 3 faktor pendukung yaitu faktor prediposisi (predisposing factors), faktor pendukung (Enabling factors) dan faktor pendorong (reinforcing factors).

a. Faktor prediposisi (predisposing factors)
Masalah dalam hidup manusia berasal dari dua sumber. Pertama, yang berasal dari luar diri, yang seringkali disebut sebagai faktor pencetus/precipitating factor, dan yang kedua berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Yang kedua ini seringkali disebut sebagai faktor bawaan/predisposing factor, yang sebenarnya sudah menjadi masalah pada dirinya sendiri sebelum ada faktor pencetus yang hadir.
Faktor ini merupakan faktor yang mempermudah dalam upaya penggunaan kesehatan dan menjadi dasar atau motivasi yang mencakup:
  • Kebiasaan minum minuman keras sudah menjadi kebiasaan bagi pemuda / remaja dikota-kota besar yang salah pergaulan dan sebagai pelarian dari suatu masalah.
  • Kepercayaan pemuda/remaja sangat percaya jika meminum minuman keras dapat menghilangkan stres, beban jadi hilang dan lain-lain.
b. Faktor pendukung (Enabling factors)
Faktor ini mencakup:
  • Ketersediaan faktor: Minuman Keras umumnya mudah ditemukan, hal ini dikarenakan adanya warung atau toko yang masih menjual minuman keras secara bebas.
  • Ketercapaian fasilitas: fasilitas perkotaan atau kampung yang padat penduduk memungkinkan banyaknya warung atau toko menyediakan/menjual minuman keras.
c. Faktor pendorong (reinforcing factors).
Sebagai faktor pendorong untuk berperilaku yang diharapkan, faktor ini mencakup: sikap dan perilaku kesehatan, seminar tentang kesehatan, ceramah dari tokoh masyarakat Undang-undang dan sebagainya.

Metode dan Media Pembelajaran
Metode Ceramah
  • Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode yang bervariasi
  • Ceramah dilakukakkn dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat, disko, pleno, penugasan, studi kasus, dll)
  • Selain itu, ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah yang cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui adanya tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan pengalaman peserta
  • Media pendukung yang digunakan sepertibahan serahan (handouts), transparansi yang ditayangkan dengan OHP, bahkan presentasi yang ditayangakan dengan LCD, Tulisan-tulisan dikartu menetapkan dan/kertas plano, dll
Media Pembelajaran
Peran media dalam pembelajaran:
- Membuat konkret konsep yang abstrak
- Mengetengahkan bagian tertentu yang dianggap penting
- Memberikan pengganti pengalaman langsung
- Mendekatkan obyek yang sukar atau berbahaya untuk didekati
- Memberikan pengalaman segi pengamatan
- Menyajikan perbedaan warna secara visual
- Menyajikan informasi yang memerlukan gerak

Beberapa prinsip dalam pebuatan media pembelajaran dianataranya:
Leaflet
- ukuran kecil untuk dibawa
- informasi detail tentang sesuatu hal
- gunakan hal yang sesuai dengan audience
- lengkapi dengan gambar atau foto untuk memperjelas uaraian

Pamflet
- ukuran cukup besar untuk ditempel dan dibaca ditempat umum
- informasi detail tentang sesuatu hal
- gunakan bahasa yang sesuai dengan audience
- lengkapi dengan gambar atau foto untuk memperjelas uraian

KESIMPULAN
Demikian beberapa alternative penanggulangan terhadap masalah miras atau minuman keras yang dapat kami tawarkan. Melihat kondisi social, politik, ekonomi dan hukum kita hingga saat ini masih belum stabil, kami masih pesimis kalau masalah ini dapat diatasi secara tuntas. Pertama sebenarnya kita harus memiliki landasan Hukum yang kuat dan mapan sebagai landasan utama untuk mengatur proses pembangunan social, budaya, ekonomi dan politik serta character building. Namun, demikian, tidak salah kalau kita mencoba sekaligus sebagai trial and error. Apabila kita berhasil, sangat mungkin cara yang kita tempuh akan di pakai secara nasional bahkan International. Namun apabila kita masih gagal dan gagal terus, adalah suatu hal yang lumrah mengingat kondisi social politik dan ekonomi kita saat ini masih dalam proses transisi dan mencari bentuk yang tepat. Kesulitan selanjutnya adalah karena masalah narkoba, miras dan judi erat kaitannya dengan budaya. Merubah suatu budaya atau tradisi sangat sulit dan memerlukan waktu dan proses yang lama.
READ MORE - Makalah Minuman Keras

Pengertian Ruang Lingkup Taqwa

TAKWA

A. PENGERTIAN, KEDUDUKAN DAN RUANG LINGKUP TAKWA
Takwa yang telah menjadi perbendaharaan bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab taqwa. Menurut penelitian al-Muqaddasi (Beirut, 1323) di dalam al-Qur’an terdapat 256 kata takwa pada 251 ayat dalam berbagai hubungan dan variasi makna. Akar katanya adalah w.q.y., artinya antara lain: takut, menjaga diri, memelihara, tanggung jawab dan memenuhi kewajiban. karena itu, orang yang bertakwa adalah orang yang takut kepada Allah berdasarkan kesadaran: mengerjakan suruhan-Nya, tidak melanggar larangan-Nya, takut terjerumus ke dalam perbuatan dosa. Orang yang takwa adalah orang yang menjaga (membentengi) diri dari kejahatan; memelihara diri agar tidak melakukan perbuatan yang tidak diridai Allah; bertanggung jawab mengenai sikap, tingkah laku dan perbuatannya, dan memenuhi kewajiban.

Dari berbagai makna yang dikandung perkataan takwa itu, dalam bukunya Keterangan Filsafat tentang Tauhid, Takdir dan Tawakkal, cendekiawan muslim Indonesia almarhum Haji Agus Salim, merumuskan makna takwa dengan mempergunakan memelihara sebagai titik tolak. Menurut H.A. Salim, takwa adalah sikap mental seseorang yang selalu ingat dan waspada terhadap sesuatu dalam rangka memelihara dirinya dari noda dan dosa, selalu berusaha melakukan perbuatan yang baik dan benar, pantang berbuat salah dan melakukan kejahatan terhadap orang lain, sendiri dan lingkungannya (Gazalba, 1976: 46).

Kedudukan takwa, karena itu, sangat penting dalam agama Islam dan kehidupan manusia. Pentingnya kedudukan takwa itu antara lain dapat dilihat dalam catatan berikut. Disebutkan di sebuah hadis bahwa Abu zar al-Gifari, pada suatu hari, meminta nasihat kepada Rasulullah. Rasulullah menasihati al-Gifari, "Supaya ia takwa kepada Allah, karena takwa adalah pokok segala pekerjaan muslim. Dari nasihat Rasulullah itu dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa takwa adalah pokok (pangkal) segala pekerjaan muslim. Selain sebagai pokok, takwa juga adalah ukuran. 

Di dalam surat al Hujurat (49) ayat 13, Allah mengatakan bahwa, "(Manusia) yang paling mulia di sisi Allah adalah (orang) yang paling takwa.” Dalam surat lain, takwa sebagai dasar persamaan hak antara pria dan wanita (suami dan isteri) dalam keluarga, karena pria dan wanita diciptakan dari Jenis yang sama (QS.4:1) dalam surat al-Baqarah (2) ayat 177, makna taqwa terhimpun dalam pokok-pokok kebajikan. Ini dapat dibaca dalam QS. 2:177 yang terjemahan (artinya) lebih kurang sebagai berikut, "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan (cetak miring dari saya MDA) ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dari orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."

Dari pokok-pokok kebajikan (perbuatan baik yang mendatangkan keselamatan, keberuntungan dan sebagainya) yang disebut dalam ayat 177 surat al-Baqarah tersebut di atas, jelas dimensi keimanan dan ketakwaan, itu beriringan (bergandengan) satu dengan yang lain. Kedua dimensi itu secara konsisten disebutkan di dalam berbagai ayat yang bertebaran dalam al-Quran.

B. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH
Hubungan mansuia dengan Allah, Tuhan Yang Maha Esa sebagai dimensi takwa pertama, menurut ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa seperti telah disinggung pada awal kajian ini, merupakan prima causa hubungan-hubungan yang lain.
Ketakwaan atau pemeliharaan hubungan dengan Allah dapat dilakukan antara lain sebagai contoh :
  1. Beriman kepada Allah.
  2. Beribadah kepada-Nya dengan jalan melaksanakan shalat lima kali sehari semalam.
  3. Mensyukuri nikmat-Nya dengan jalan menerima, mengurus, memanfaatkan semua pemberian Allah kepada mansuia.
  4. Bersabar menerima cobaan Allah dalam makna tabah, tidak putus asa ketika mendapat musibah atau menerima bencana.
  5. Memohon ampun atas segala dosa dan tobat dalam makna sadar untuk tidak lagi melakukan segala perbuatan jahat atau tercela.
C. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN HATI NURANI ATAU DIRINYA SENDIRI
Hubungan manusia dengan hati nurani atau diri sendiri sebagai dimensi takwa yang kedua dapat dipelihara dengan jalan menghayati benar patokan-patokan akhlak, yang disebutkan Tuhan dalam berbagai ayat al-Qur’an. Diantaranya : sbar, pemaaf, adil, ikhlas, berani, memegang amanah, mawas diri, dan mengembangkan semua sikap yang terkandung dalamakhlak aau budi pekerti yang baik.

D. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN SESAMA MANUSIA
Hubungan manusia dengan sesama manusia dalam masyarakat dapat dipelihara, antara lain dengan : tolong menolong, bantu membantu, suka memaafkan kesalahan orang lain, menepati janji, lapang dada, dan menegakkan keadilan dan berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain.

E. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN HIDUP
Konsekuensi dari empat pemeliharaan hubungan dalam rangka ketakwaan tersebut adalah bahwa manusia harus selalu menumbuhkan dan mengembangkan dalam dirinya empat T yakni empat (kesadaran) tanggung jawab yaitu :
1. Tanggung jawab kepada Allah.
2. Tanggung jawab kepada hati nurani sendiri
3. Tanggung jawab kepada manusia lain
4. tanggung jawab untuk memelihara lingkungan

Takwa dalam makna memenuhi kewajiban perintah Allah yang menajdi kewajiban manusia takwa untuk melaksanakannya pada pokoknya adalah :
1. Kewajiban kepada Allah
Kewajiban ini harus ditunikan manusia, untuk memenuhi tujuan hidup dan kehidupannya di dunia ini yakni mengabdi kepada Ilahi, “Tidak kuciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepadaKu,” demikian makna firman Tuhan dalam al-Qur’an surat az-Dzariyat (51) ayat 56.
Misalnya : kewajiban shalat, kewajiban zakat, kewajiban menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

2. Kewajiban kepada diri sendiri
Kepajiban kepada diri sendiri adalah fardu ‘ain bagi setiap muslim dan muslimat untuk melakukannya.

3. Kewajiban kepada masyarakat
Kewajiban ini merupakan dimensi ketiga pelaksanaan takwa. Kewajiban ini mulai dari :
a. Kewajiban terhadap keluarga
b. Kewajiban terhadap tetangga
c. Kewajiban terhadap masyarakat luas
d. Kewajajiban terhadap negara

4. Kewajiban terhadap lingkungan hidup
Kewajiban terhadap lingkungan hidup dapat disimpulkan dari pernyataan Tuhan dalam al-Qur’an yang menggambarkan kerusakan yang telah terjadi di daratan dan dilautan, karena (ulah) tangan manusia, yang tidak mensyukuri kurnia Ilahi. Untuk mencegah derita yang dirasakan oleh manusia, sepertri yang terjadi di Afrika, manusia wajib memelihara kelestarian lingkungan.
READ MORE - Pengertian Ruang Lingkup Taqwa

Proposal Tugas Akhir

PROPOSAL TUGAS AKHIR
SISTEM INFORMASI PEMETAAN SMA DAN SMK DI KABUPATEN TEMANGGUNG

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan kewajiban belajar yang harus ditempuh bagi setiap warga Negara. Pendidikan dasar yang harus ditempuh oleh setiap warga Negara adalah pendidikan wajib Sembilan tahun. Setelah pendidikan dasar Sembilan tahun dapat juga dilanjutkan ke pendidikan tingkat atas yaitu SMA.
Kualitas pendidikan di masing-masing sekolah mungkin berbeda antara satu dengan yang lain,tidak terkecuali Pendidikan Sekolah Menengah Atas di kabupaten Temanggung. Kualitas pendidikan yang baik pada setiap SMA dan SMK akan mempengaruhi kualitas siswa di SMA dan SMK tersebut. Dengan adanya kualitas pendidikan yang berbeda maka akan mempengaruhi jumlah penerimaan siswa pada setiap SMA dan SMK. Orang tua siswa pastilah memilih sekolah yang kualitasnya baik untuk anaknya.

Akan sulit untuk memilih dan membedakan antara SMA dan SMK yang kualitasnya baik dan kurang baik. Tidak adanya informasi mengenai SMA-SMA dan juga SMK-SMK yang ada di Temanggung merupakan faktornya. Mungkin saja masyarakat juga tidak tahu keseluruhan akan letak masing-masing SMA dan SMK yang akan dituju, karena hanya informasi jalan yang mungkin ada.
Untuk mengatasi permasalahan diatas maka diperlukan suatu system informasi Pemetaan yang akan mampu memberikan informasi mengenai lokasi masing-masing SMA dan SMK, sarana dan prasarana dari masing-masing SMA dan SMK, prestasi yang pernah diraih, berapa biaya pendidikan yang harus dikeluarkan untuk setiap bulannya, bagaimana kualitas masing-masing guru yang ada.

Sistem Informasi Pemetaan ini berbasis computer, dengan cukup mengumpulkan nama sekolah yang dicari maka akan ditampilkan lokasi tempat sekolah tersebut berada, serta akan ditampilkan juga mengenai segala informasi yang berhubungan dengan sekolah tersebut.
Melihat latar belakang permasalahan diatas yang telah dipaparkan, maka dicoba untuk membuat judul penulisan laporan tugas akhir (TA)Sistem Informasi Pemetaan SMA dan SMK Di Kabupaten Temanggung“. Diharapkan hasil dari pembuatan laporan tugas akhir (TA) ini adalah untuk memaksimalkan informasi mengenai SMA dan juga SMK yang ada di Kabupaten Temanggung.

B. Perumusan Masalah
Dengan adanya permasalahan pada latar belakang diatas maka dapat dirumuskan suatu perumusan masalah yaitu bagaimana mengetahui secara cepat informasi tentang SMA da juga SMK se Kabupeten Temanggung dengan cukup hanya melakukan pencarian lewat computer.

C. Pembatasan Masalah
Sistem Informasi Pemetaan ini mengulas informasi lokasi masing-masing SMA dan SMK, serta informasi pendidikan yang ada meliputi guru pengajar, prestasi pendidikan serta informasi kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan.

D. Tujuan Tugas Akhir
Adapun yang menjadi tujuan penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk memberikan alternative pemecahan masalah yaitu dengan membuat sistem informasi Pemetaan yang akan memberikan informasi lokasi SMA dan SMK se Kabupaten Temanggung beserta informasi yang diperlukan.

E. Manfaat Tugas Akhir
Adanya suatu harapan bahwa tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis, akademik, maupun masyarakat.
a. Bagi Penulis
  • Untuk menambah khasanah ilmu dibidang informasi Pemetaan.
  • Untuk memenuhi syarat mahasiswa uuntuk menyelesaikan program studi Strata I Jurusan Sistem Informasi di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
  • Penulis dapat menerapkan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk aplikasi daripada hanya dijadikan wacana secara teori oleh penulis.
b. Bagi Akademik
Sebagai bahan literature dan referensi bagi Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

c. Bagi SMA dan SMK se Kabupaten Temanggung
Sebagai salah satu alternative yang dapat membantu memberikan sarana promosi sekolah.

d. Bagi Pembaca
Bisa digunakan untuk sumber informasi penelitian pengembangan lebih lanjut.

F. Tinjauan Pustaka
2.1. Pengertian Sistem Informasi Pemetaan (GIS/SIG)
Sistem informasi pemetaan adalah suatu sistem yang didalamnya memuat keseluruhan informasi tentang wilayah atau lokasi beserta seluruh unsur peta, dimana suatu sistem informasi pemetaan acuannya dapat membantu memberikan informasi seputar masalah peta.

Pengertian lain dari Sistem Informasi Pemetaan diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data referensi peta atau unsur dari peta, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. Sistem Informasi Pemetaan membahas masalah penyimpanan informasi tentang peta suatu wilayah tertentu dengan cara otomatis melalui komputer secara akurat secara iinformasi. Sebagai tambahan pada subdisiplin ilmu kartografi lainnya, spesialis SI Pemetaan harus mengerti ilmu komputer dan sistem database. SI Pemetaan memacu revolusi kartografi sehingga sekarang hampir semua pembuatan peta dibuat dengan piranti lunak (software). (http://id.wikipedia.org/wiki/informasi).

2.2. Komponen SIG/GIS
Adapun komponen-komponen dalam sistem informasi geografis adalah :
1. Judul Peta
Judul peta menggambarkan isi dan tempat daerah yang digambar. Letak judul peta dapat disembarang tempat asal tidak mengganggu makna peta, mudah diketahui pembaca, dan masih berada dalam garis tepi.

2. Garis Tepi Peta
Garis tepi adalah garis yang terletak dibagian tepi (atas, bawah, kiri, atau kanan) peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Biasanya garis ini dibuat rangkap dua dan tebal.

3. Petuunjuk Arah
Petunjuk arah yaitu tanda pada peta yang menunjukkan arah utara, timur, selatan, atau barat daerah yang digambar. Petunjuk arah dapat diletakkan di sembarang tempat asal tidak mengganggu makna peta, tetapi masih berada di dalam garis tepi.

4. Skala Peta
Pada peta terdapat tulisan skala, misalnya 1:100.000. artinya jarak 1cm pada peta itu mewakili 100.000 cm jarak dipermukaan bumi.

5. Garis Astronomi
Garis astronomi adalah garis yang menunjukkan dimana lokasi daeerah yang digambarkan berdasarkan garis bujur dan garis lintangnya.

6. Simbol Peta
Simbol peta ialah suatu tanda yang ada di dalam peta untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Simbol peta diklasifikasikan personal seperti kota, titik trianggulasi dan symbol.

7. Legenda
Legenda adalah keterangan symbol-simbol pada peta agar peta mudah dimengerti oleh pembaca. Letak legenda disisi kiri atau kanan bawah dan sebaiknya masuk di dalam garis tepi.

8. Insert
Insert adalah gambar peta yang berada di luar peta pokok tetapi masih berada di dalam garis tepi peta dengan ukuran yang jauh lebih kecil daripada gambar peta pokok.

9. Sumber Data dan Tahun Pembuatan
Sumber data dan tahun pembuatan ini dimasukkan supaya pembaca mengetahui dari manakah asal data dan pembuatannya, lebih-lebih peta yang menggambarkan data yang berubah.

10. Letering
Letering adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf capital, huruf kecil, kombinasi huruf capital kecil,tegak dan miring.

11. Warna
Ada lima warna pokok yang digunakan pada peta yang dicetak dengan bermacam-macam warna yaitu :
  1. Hitam, untuk detail penghunian, lettering, tumbuhan karang, dan tapal batas
  2. Biru, untuk unsure air dan daerah dingin, biasanya semakin biru warnanya semakin dalam tempat berair itu
  3. Hijau, untuk vegetasi, dataran rendah dan hutan
  4. Cokelat, untuk kontur daerah berbukit, gunung, dan kadang-kadang untuk jalan raya
  5. Merah, untuk daerah yang panas dan unsure peta yang penting lainnya, misalnya jalan, kota dan kadang-kadang untuk gedung penting
2.3. Tipe Sistem Informasi Geografis
2.3.1 Input Data
Subsistem ini adalah adalah sebuah proses perolehan data baik data spasial atauupun data tabular dan deskriptif ke dalam SIG. Peroleh data berupa perekaman, penyiaman, duplikasi, konversi, dan digitasi data.

2.3.2 Penyimpanan dan pengelolaan data
Subsistem penyimpanan dan pengolahan merupakan rangkaian proses menyimpan, menata, menyusun dan mengorganisasi data baik spasial, tabular dan deskriptif hasil dari proses perolehan data pada suatu tipe data tertentu menggunakan tata aturan tertentu. Subsistem ini menggunakan metode yang memungkinan kemudahan dalam proses pencarian dan pengubahan data tersebut.

2.3.3 Manipulasi dan Analisis Data Spasial
Subsistem ini merupakan hal yang sangat penting dalam SIG. Kemampuan analisis data spasial merupakan ciri pokok yang harus dimiliki oleh SIG. Subsistem ini yang membedakan dengan sistem informasi lain. Subsistem ini melakukan berbagai proses penggabungan, pemisahan, pengubahan, estimasi, dan pemodelan data spasial.

2.3.4 Hasil dan Pelaporan Data
Hasil dari subsistem ini berupa laporan dalam bentuk peta-peta, uraian deskriptif, tabel, grafik, dan citra. Subsistem ini harus dapat diolah pada rangkaian kerja berikutnya pada waktu lain. Hasil dari subsistem ini bukan merupakan hasil akhir tetapi dapat sebagai data dasar dalam proses analisis yang lain.

2.4. Batasan Sistem Informasi Geografis
Adapun batasan yang ada dalam pembuatan dan pengembangan Sistem Informasi Geografis ini adalah:
  1. SIG membutuhkan informasi yang lebih banyak dari berbagai sumber
  2. Aplikasi pemrograman yang dapat dipakai untuk membuat SIG hanyalah dengan menggunakan aplikasi flash
  3. Biaya yang dibutuhkan cukup banyak
  4. Sistem Informasi Geografis ini membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam pembuatannya

2.5. Ciri-Ciri Sistem Informasi Geografis
  1. Merupakan pengetahuan (knowledge) hasil pengalaman.
  2. Tersusun secara sistematis, artinya merupakan satu kesatuan yang tersusun secara berurut dan teratur.
  3. Logis, artinya masuk akal dan menunjukkan sebab akibat.
  4. Objektif, artinya berlaku umum dan mempunyai sasaran yang jelas dan teruji.
  5. Sistem Informasi Geografis juga harus menunjukkan ciri spasial (keruangan) dan regional (kewilayahan).
2.6. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Dalam pengembangan daur hidup perangkat lunak ini dipakai model pengembangan waterfall. Adapun gambar dan penjelasan dari model waterfall

Langkah-langkah yang diambil dalam pengembangan model waterfall ini adalah :
a. Analisa Sistem (System Analysis)
Tahap ini menjabarkan fungsi-fungsi yang diharapkan dari software kedalam komponen-komponennya untuk menentukan dengan rinci fasilitas-fasilitas apa saja yang akan ditawarkan kepada pemakai.

b. Perancangan Sistem (System Design)
Merupakan tindak lanjut hasil analisa yaitu dengan membuat desain sistem secara keseluruhan, meliputi desain input, desain output serta prototype sistem.

c. Implementasi Sistem (System Implementation)
Implementasi dilakukan untuk menerapkan desain sistem dengan melakukan pemrograman hasil rancangan yang telah dibuat agar dapat digunakan sesuai kebutuhan.

d. Pengujian atau Evaluasi (System Evaluation)
Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengujian dan pencatatan terhadap kemungkinan kesalahan yang terjadi untuk dapat dilakukan perbaikan.

e. Pemeliharaan Sistem (System Maintenance)
Pemeliharaan sistem berkaitan erat dengan pemeliharaan komputer, karena bagaimanapun sebuah komputer tidak akan berguna tanpa adanya sebuah sistem operasi didalamnya. Sistem operasi juga bertindak sebagai manajer bagi semua komponen pada arsitektur komputer.

G. Metode Penelitian
1. Teknik pengumpulan data
Metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data sebagai bahan pembuatan sistem pakar ini adalah :
a. Metode wawancara langsung
Suatu metode yang dilakukan dengan melakukan wawancara secara langsung dengan orang yang terkait dengan sistem yang dibuat, dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung

b. Metode studi pustaka
Melakukan pencarian data lewat literatur-literatur yang terkait, misalnya buku-buku referensi dan artikel tentang Sistem Informasi Geografis

2. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian dibatasi pada :
a. Merancang sistem informasi pemetaan mengenai SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Temanggung.

b. Membuat database yang diperlukan untuk pengolahan data sistem informasi geografis.

3. Tahapan pengembangan sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode waterfall dengan pertimbangan bahwa metode waterfall mempunyai tahapan kegiatan yang jelas dan mudah terpantau. Adapun tahapan pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :
a. Analisa Sistem (System Analysis)
Tahap ini menjabarkan fungsi-fungsi yang diharapkan dari software kedalam komponen-komponennya untuk menentukan dengan rinci fasilitas-fasilitas apa saja yang akan ditawarkan kepada pemakai.

b. Perancangan Sistem (System Design)
Merupakan tindak lanjut hasil analisa yaitu dengan membuat desain sistem secara keseluruhan, meliputi desain input, desain output serta prototype sistem.

c. Pembuatan Sistem (System Development)
Tahapan ini merupakan proses dimulainya penerapan desain sistem kedalam bahasa pemrograman yang telah dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan yang telah direncanakan.

d. Implementasi Sistem (System Implementation)
Implementasi dilakukan untuk menerapkan hasil dari pembuatan sistem dengan melakukan penerapan terhadap sistem yang telah dibuat agar dapat digunakan sesuai kebutuhan.

e. Pengujian atau Evaluasi (System Evaluation)
Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengujian dan pencatatan terhadap kemungkinan kesalahan yang terjadi untuk dapat dilakukan perbaikan.

H. Rencana Kegiatan
Adapun rencana kegiatan dalam penelitian ini akan berlangsung selama 5 (lima) bulan, yang terdiri dari: 
JADWAL KAGIATAN DIBUAT SESUAI DENGAN KEGIATAN DI LAPANGAN

DAFTAR PUSTAKA
[1] Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis,Eddy Prahasta, Informatika, Bandung, 2002
[2] Rekayasa Perangkat Lunak, Al Bahra Bin Ladjamudin, Graha Ilmu, Yogyakarta,2006
[3] http://id.wikipedia.org / wiki / sistem
[4] Sistem Informasi Pendidikan, Ace Suryadi, Ph.D
[5] Anton Pratono, S.Si, 2002
[6] Geografi 1, Sumadi Sutrijat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1999
[7] Haryanto, SE, 2002
[8] Whitten, 2004
READ MORE - Proposal Tugas Akhir

Thursday, March 25, 2010

Teknologi Penyehatan Lingkungan

TEKNOLOGI PENYEHATAN LINGKUNGAN
PEMANFAATAN SAMPAH UNTUK DIJADIKAN KERAJINAN TANGAN
(PENGGUNAAN KARDUS UNTUK DIBUAT SANDAL)

PENDAHULUAN
TEKNOLOGI PENYEHATAN LINGKUNGAN - Penghasil sampah terbesar (lebih dari 50%) adalah rumah tangga. Jika setiap anggota masyarakat secara aktif mengelola sampah rumah tangga sebagai wujud tanggung jawabnya, maka jumlah beban sampah di TPA akan jaug berkurang.

Tumpukan sampah bukan hanya mengganggu kesehatan, namun juga mengancam nyawa manusia, seperti yang terjadi di Bandung tahun 2005 lalu. TPA kerugian yang menyebabkan meningalnya lebih dari 140 nyawa tertimbun longsor sampah sejumlah jutaan meter kubik dalam semalam.
Kejadian menyedihkan ini tentunya dapat dicegah jika sampah dapat kita kurangi dan diolah semaksimal mungkin mulai dari sumbernya, yang salah satunya adalah lingkungan rumah tangga kita sendiri.

Setiap hari manusia menghasilkan sampah yang jenisnya tergantung dari aktifitasnya. Setiap jenis memiliki metode pengolahan yang berbeda. Sampah yang tercampur menyebabkan biaya pengolahan menjadi mahal. Oleh karena itu, kunci dari pengelolaan sampah adalah pemilahan, atau pemisahan antara jenis sampah yang satu dengan jenis sampah yang lain.

Marilah kita memahami lebih lanjut apa saja jenis-jenis sampah dan bagaimana pengelolaan masing-masing.

I. Jenis-jenis Sampah
a. Sampah Organik
Sampah organik / sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup sehingga mudah membusuk dan dapat hancur secara alami.
Contoh : adalah sayuran, daging, ikan, nasi, dan potongan rumput / daun / ranting dari kebun.
Kehidupan manusia dapat lepas dari sampah organik setiap harinya. Pembusukan sampah organik terjadi karena proses biokimia akibat penguraian materi organik sampah itu sendiri oleh mikroorganisme (makhluk hidup yang sangat kecil) dengan dukungan faktor lain yang terdapat dilingkungan.
Metode pengolahan sampah organik yang paling tepat tentunya adalah melalui pembusukan yang dikendalikan, yang dikenal dengan pengomposan atau komposting.
b. Sampah non Organik
Disebut juga sampah kering / sampah yang tidak mudah busuk adalah sampah yang tersusun dari senyawa non-organik yang berasal dari sumber daya alam tidak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri.
Contohnya adalah botol gelas, plastik, tas plastik, kaleng, dan logam.
Sebaian sampah non – organik tidak dapat diuraikan oleh alam sama sekali, dan sebagian lain dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama.
Mengolah sampah non organik erat hubungannya dengan penghematan sumber daya alam yang digunakan untuk membuat bahan-bahan tersebut dan pengurangan polusi akibat proses produksinya dari dalam pabrik.
• Gelas / Kaca
Sampah gelas dapat di daur ulang dengan menghancurkan, melelehkan dan memproses kembali sebagai bahan baku dengan temperatur tinggi sampai menjadi cairan gelas dan kemudian dicetak. Jika dibuang sampah gelas membutuhkan ratusan bahkan ribuan tahun untuk bisa hancur dan meyatu dengan tanah.
• Kaleng
Sebagian besar kaleng disebut dari alumunium melalui proses yang membutuhkan banyak energi. Sampah kaleng dapat di daur ulang dengan melelehkan dan menjadikan batang alumunium sebagian bahan dasar produk baru.
Dengan demikian, sumber energi dapat dihemat, polusi dapat dikurangi, dan sumber daya bauksit, kapur dan soda abu sebagai bahan dasar alumunium dapat dihemat.
• Plastik
Sampah plastik termasuk sampah yang tidak dapat hancur dan menyatu dengan tanah. Plastik yang bahan dasarnya minyak bumi sudah menjadi gaya hidup sehari-hari mansia, sebagai bahan pembungkus maupun pengganti alat dan perabotan seperti / sendok / piring plastik, dan kemasan makanan dan minuman.
• Styrofoam
Penduduk perkotaan saat ini cukup akrab dengan styrofoam yang sering digunakan sebagai pembungkus orang. Bahan ini dibuat dari zat kimia yang berbahaya, yang apabila dibakar akan menimbulkan gas beracun.
Pembakaran styrofoam sebisa mungkin perlu dihindari, karena selain berbahaya bagi kesehatan. Sampahnya tidak dapat hancur secara alami.
• Kertas
Menghemat penggunaan kertas adalah cara terbaik. Selain mengurangi jumlah sampah, kita sekaligus menghemat jumlah pohon yang ditebang. Daur ulang kertas dapat dilakukan dengan menghancurkan dan membuat bubur kertas sebagai bahan dasar produk baru. Hal ini dapat juga dilakukan oleh rumah tangga, namun tidak dianjurkan untuk kertas koran karena banyak mengandung logam.

Pemanfaatan Sampah
Dalam hal ini kelompok kami menggunakan bahan dasar “Kardus” sebagai bahan untuk pembuatan sandal. Pemanfaatan ini kami lakukan karna ingin menggunakan kembali kardus-kardus yang sudah tidak dipakai, yang setidaknya dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang.

• Untuk lebih jelasnya, pembuatan sandal dari kardus, dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Bahan
• Kardus bekas
• Karet ban / kain karpet
• Lem
• Bahan pakaian yang sudah tidak terpakai

b. Peralatan
• Gunting
• Bolpoin

c. Pembuatan
  • Buat pola sandal pada kardus dan karet dan untuk lapisan bawah sandal.
  • Gunting pola sandal tersebut.
  • Pada pola sandal (kardus) diberi lem secara merata.
  • Tempelkan bahan bakaran sesuai dengan pola
  • Buat pola japitan (tempat kaki) dari kardus, gunting dan pasang pada bagian atas sandal, lem lah dengan kuat, jangan lupa dilapisi dengan bahan pakaian, jika diperlukan berilah hiasan sesuai dengan selera.
  • Tempelkan pola dari bahan karet dan pada bagian bawah sandal, pasang yang kuat.
  • Sandal siap digunakan.

d. Pemeliharaan
• Hindari kontak langsung dengan air.

e. Keuntungan
Kardus mudah di dapatkan dan dapat juga dari karuds bekas dan lebih praktis biaya yang murah.

f. Kerugian
Untuk sandal dari kardus cepat rusak karena air, sehingga perlu dengan pemeliharaan yang baik.

Itulah hasil dari pembuatan sandal yang berbahan dasar kardus, dengan cara ini, setidaknya kita sudah melakukan 3R yaitu Reduce, Rouse dan Recycle, yang artinya.
  1. Reduce aritnya mengurangi, kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian pembaran barang.
  2. Rouse, artinya pakai ulang. Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang, tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulang-ulang.
  3. Recyle, artinya daur ulang – sampah kertas dapat dibuat hasta karya, demikian pula dengan sampah kemasan plastik mie instan, sabun minyak, dll. Sampah organik dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penybur tanaman mapun penghijauan.
PENUTUP

• Kesimpulan
Bahwa sampah bisa digunakan untuk material baru yang dapat dimanfaatkan. Pengelolaan sampah adalah upaya yang sangat penting untuk mengurangi sampah dan mengubah sampah menjadi tidak berbahaya.
• Saran
Sebaiknya sampah dapat dimanfaatkan dengan baik, misalnya dalam hal ini dapat dicontohkan kardus bekas yang dapat dari daur ulang menjadi sandal.
READ MORE - Teknologi Penyehatan Lingkungan

Wednesday, March 24, 2010

Manusia dan Agama

BABI
MANUSIA DAN AGAMA

A. Manusia dan Alam Semesta
Adalah segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh pancaindera, perasaan, dan pikiran, kendatipun samar-samar.
Sifat utama Sunnatullah dalam Al-Quran yaitu :
- Pasti              - Obyektif
- Tetap

Yang termasuk planet yakni :
- Bumi          - Venus
- Bulan         - Saturnus
- Mars          - Pluto
- Yupiter

B. Manusia Menurut Agama Islam
Manusia
Adalah makhluk yang sangat menarik

Al Insan
Adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi untuk beriman, dengan mempergunakan akalnya, mampu memahami.

Ciri utama manusia dengan makhluk lain :
- Makhluk yang paling unik
- Manusia memiliki potensi
- Manusia diciptakan allah untuk mengabdi kepada-nya
- Manusia diciptakan tuhan untuk menjadi khalifah-nya di bumi
- Manusia dilengkapi allah dengan perasaan dan kemauan
- Secara individual manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya
- Berakhlak


C. Agama : Arti Dan Ruang Lingkupnya
Agama
Artinya peraturan, tata cara, upacara
Igama
Adalah peraturan, tata cara, upacara dalam berhubungan dengan dewa!!
Ugama
Adalah peraturan, tata cara dalam berhubungan antar manusia.

D. Hubungan Manusia dengan Agama
Adalah masyarakat yang telah maju, masyarakat yang telah memahami peristiwa : alam dan dirinya melalui ilmu pengetahuan.
Tahap pemikiran manusia yang berkembang :
- Tahap Teologik
- Tahap Metafisik
- Tahap Positif.

BABII
AGAMA ISLAM

A. ARTI DAN RUANG LINGKUP AGAM ISLAM
Sistem etika dan filsafat yang memberi interpretasi
- Kepada Tuhan
- Kepada kitab-kitab suci
- Kepada hari akhir

Proses sekularisasi
Adalah usaha sadar untuk membebaskan manusia segala bidang yang termasuk dalam proses sekularisasi.
- Politik - Sosial
- Ekonomi - Budaya
- Ilmu pengetahuan

Atheisme
Adalah paham yang mengingkari dan sama sekali tidak mengakui adanya Tuhan.

Fundamentalis
Adalah paham dalam agama Kristen yang hendak mengembalikan dan melihat ajaran agama secara

fundamental.
Komitmen seorang muslim dan muslimat terhadap Islam :
- Meyakini - Sabar dalam berislam
- Mempelajari - Mendakwahkan
- Mengamalkan ajaran Islam

B. Klasifikasi Agama dan Agama Islam
Tolak ukur dalam agama Islam :
- Kelahiran agama islam
- Disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad
- Memiliki Kitab Suci yaitu Al Quran
- Ajaran agama Islam mutlak benar
- Sistem hubungan manusia dengan Allah
- Konsep ketuhanan Islam
- Dasar : Agama Islam bersifat fundamental
- Nilai-nilai
- Soal-soal alam
- Bila petunjuk, pedoman dan tuntutan serta peringatan agama Islam

C. Salah Paham Terhadap Islam
Kesalahpahaman orang-orang Islam :
- Salah memahami ruang lingkup agama Islam
- Salah menggambarkan bagian-bagian ajaran agama Islam
- Salah mempergunakan metode pengkajian Islam


BAB III
SUMBER AGAMA DAN AJARAN ISLAM

A. Al Quran : Isi dan Sistematikanya
Al Quran
Adalah kitab Suci yang membuat Firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Tujuan dari Al Quran
Adalah memberi pedoman bagi umat manusia dalam hidup dan kehidupan mencapai kesejahteraan di dunia ini dan kebahagiaan di Akhirat kelak.
Ciri-ciri dari Ayat-Ayat Madaniyah:
- Ayat-ayat Makkiyah umumnya pendek-pendek ayat-ayat Madaniyah umumnya panjang-panjang
- Ayat-ayat Makkiyah dimulai kata-kata ya ayuhannas
- Ayat-ayat Makkiyah umumnya mengenai keyakinan. Ayat - ayat Madaniyah memuat soal-soal hukum
- Ayat-ayat Makkiyah diturunkan selama 12 tahun 13 hari
- Ayat-ayat Madaniyah selama 10 tahun, 2 bulan 9 hari
Soal pokok dalam ajaran Islam :
- Akidah - Berita-berita masa yang akan datang
- Syariah - Benih dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan
- Akhlak - Kisah-kisah manusia masa lampau
- Sunnatullah atau hukum Allah yang berlaku di Alam Semesta.

B. Al Hadis : Arti dan Fungsinya
Al Hadis
Adalah sumber kedua Agama dan Ajaran Islam
Peranan Al Hadis di samping Al Quran :
- Menegaskan lebih lanjut ketentuan dalam Al Quran
- Penjelasan isi Al Quran
- Mengembangkan sesuatu yang tidak ada di dalam Al Quran

C. Rakyu atau Akal Pikiran yang Dilaksanakan dengan Ijtihad
Al-Ijtihad
Adalah usaha yang sungguh-sungguh dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang mempunyai ilmu pengetahuan.

Haram
Adalah ukuran pernikahan atau akidah atau norma bagi lingkungan hukum duniawi.

Makruh
Adalah ukuran penilaian bagi perbuatan yang tak diingini, dibenci, dicela oleh masyarakat.
READ MORE - Manusia dan Agama

Sistem Integumen dan Glukosa

FARMAKOLOGI
SISTEM INTEGUMEN DAN GLUKOSA

BAB I
PENDAHULUAN

Secara ilmiah kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh. Kulit merupakan organ yang paling luas permukaannya yang membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya bahan kimia. Cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet dan melindungi terhadap mikroorganisme serta menjaga keseimbangan tubuh terhadap lingkungan. Kulit merupakan indicator bagi seseorang untuk memperoleh kesan umum dengan melihat perubahan yang terjadi pada kulit. Misalnya menjadi pucat, kekuning-kuningan, kemerah-merahan atau suhu kulit meningkat, memperlihatkan adanya kelainan yang terjadi pada tubuh atau gangguan kulit karena penyakit tertentu. Gangguan psikis juga dapat menyebabkan kelainan atau perubahan pada kulit. Misalnya, karena stres, ketakutan atau dalam keadaan marah, akan terjadi perubahan pada kulit wajah. Perubahan struktur kulit dapat menentukan apakah seseorang telah lanjut usia atau masih muda. Wanita atau pria juga dapat membedakan penampilan kulit. Warna kulit juga dapat menentukan ras atau suku bangsa.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sistem integumen
Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup".

1. Kulit
Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.

• Epidermis
Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, mengantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit.

• Dermis
Lapisan ini mengandung pembuluh darah, akar rambut, ujung syaraf, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2.000 ml setiap hai, tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringat mengandung air, garam, dan urea. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalh sebgai organ penerima rangsang, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, dan bibit penyakit, serta untuk pengaturan suhu tubuh.

2. Diagram Kulit Manusia.
Pada suhu lingkungan tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar. Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi. Sebaliknya, saat suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktid dan pembuluh kapiler di kulit menyempit. Pada keadaan ini darah tidak membuang sisa metabolisme dan air, akibatnya penguapan sangat berkurang, sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tida mengalami kendinginan. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotamulus.

3. Fungsi Penting Kelenjar Minyak
Berlawanan dengan apa yang dikhayalkan evolusionis, kelenjar minyak bukan tak berfungsi dan berlebih, bahkan, jaringan yang sangat penting bagi tubuh.
Sebagaimana kita ketahui, kelenjar keringat ditemukan bersama dengan kelenjar minyak di kulit. Keringat melembabkan kulit. Namun, tanpa campuran apapun, keringat cepat menguap, mengakibatkan pengeringan kulit yang lebih parah. Untuk mencegahnya, zat lain dibutuhkan. Karena minyak menyebabkan air dapat dipertahankan di kulit. Dengan cara ini, kelenjar keringat dan minyak bekerja sama melembabkan kulit. Karena itu kedua kelenjar ini harus ada bersamaan agar kulit tetap halus dan elastis. Fungsi kelenjar minyak, yang mengeluarkan pelumas dan lemak lainnya, penting bagi kesehatan kulit kita.
Sebagaimana kita lihat, kelenjar minyak, sebagaimana jaringan lainnya, memiliki peran tersendiri: mencegah kulit kita kering. Kelenjar minyak ditempatkan bersama kelenjar keringat untuk tujuan ini. Kenyataan bahwa kelenjar-kelenjar ini tidak berbahaya, dan bahkan memiliki kegunaan yang penting, adalah bukti rancangan cerdas, dengan kata lain penciptaan yang agung. Penciptaan adalah keahlian Allah, Yang Maha Kuat, Rabb langit dan bumi dan segala isinya.

4. Sistem rangka
suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.

Manusia memiliki 3 juta kelenjar keringat. Kelenjar keringat dapat ditemukan di dermis, dekat permukaan luar kulit. Kebanyakan terdapat di telapak tangan dan kaki, dan tidak terdapat di bibir. Dengan aktivitas fisik yang berat dalam suhu hangat sampai panas, kelenjar akan mengeluarkan sekitar 2 liter keringat lebih banyak dari biasanya.

Kulit memiliki 2 jenis kelenjar keringat: kelenjar keringat apokrin dan merokrin. Kedua jenis kelenjar ini tersusun atas sel mioepitel (dari bahasa Latin: myo-, "otot"), sel epitel khusus yang terletak antara sel kelenjar dan lamina basalis di bawahnya. Kontraksi sel mioepitel memeras kelenjar dan melepaskan sekret yang sudah menumpuk. Aktivitas sekretorik sel kelenjar dan kontraksi sel mioepitel dikendalikan oleh sistem saraf otonom dan hormon yang beredar dalam tubuh.

Di samping itu, kelenjar serumen, yang memproduksi kotoran telinga, dan kelenjar susu, sering dianggap sebagai modifikasi kelenjar keringat.
Kedua kelenjar itu nampak sebagai susunan sel yang bundar dan mengelilingi lumen di tengah. Sel yang mengelilingi lumen adalah epitel kubus berlapis.

B. Glukosa
Karbohidrat glukosa merupakan karbohidrat terpenting kaitannya dengan penyediaan energi di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida, disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan terkonversi menjadi glukosa di dalam hati. Glukosa ini kemudian akan berperan sebagai salah satu molekul utama bagi pembentukan energi di dalam tubuh. Berdasarkan bentuknya, molekul glukosa dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu molekul D-Glukosa dan L-Glukosa. 

Faktor yang menjadi penentu dari bentuk glukosa ini adalah posisi gugus hidrogen (-H) dan alkohol (–OH) dalam struktur molekulnya. Glukosa yang berada dalam bentuk molekul D dan L-Glukosa dapat dimanfaatkan oleh sistim tumbuh-tumbuhan, sedangkan sistim tubuh manusia hanya dapat memanfaatkan Glukosa. Di dalam tubuh manusia glukosa yang telah diserap oleh usus halus kemudian akan terdistribusi ke dalam semua sel tubuh melalui aliran darah. Di dalam tubuh, glukosa tidak hanya dapat tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot dan hati namun juga dapat tersimpan pada plasma darah dalam bentuk glukosa darah (blood glucose). Di dalam tubuh selain akan berperan sebagai bahan baker bagi proses metabolisme, glukosa juga akan berperan sebagai sumber energi utama bagi kerja otak. Melalui proses oksidasi yang terjadi di dalam sel-sel tubuh, glukosa kemudian akan digunakan untuk mensintesis molekul ATP (adenosine triphosphate) yang merupakan molukel molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. Dalam konsumsi keseharian, glukosa akan menyediakan hampir 50-75% dari total kebutuhan energi tubuh.

Untuk dapat menghasilkan energi, proses metabolisme glukosa akan berlangsung melalui 2 mekanisme utama yaitu melalui proses anaerobik dan proses aerobik. Proses metabolisme secara anaerobic akan berlangsung di dalam sitoplasma (cytoplasm) sedangkan proses metabolisme anaerobik akan berjalan dengan mengunakan enzim sebagai katalis di dalam mitochondria dengan kehadiran Oksigen (O ).
Glukosa (C6H12O6) merupakan sejenis molekul yang mempunyai kumpulan berfungsi aldehid (-CHO), mengandungi enam atom karbon dan mempunyai berat molekul180.18. Nombor CAS bagi glukosa ialah 50-99-7. Lima daripada atom karbon yang terdapat dalam struktur glukosa akan terikat dengan atom oksigen membentuk gelang yang dikenali sebagai "pyranose ring". Setiap karbon yang terdapat dalam gelang ini akan disambungkan kepada kumpulan berfungsi hidroksil (-OH) dan hidrogen (-H) kecuali karbon yang kelima yang terikat kepada atom karbon yang ke-enam yang berada di luar gelang tersebut membentuk kumpulan CH2OH. 

Glukosa terdapat dalam dua bentuk yaitu L-Glukosa (levo glukosa) dan D-Glukosa (dextrose). Namun begitu, ia dapat dikelaskan kepada pelbagai bentuk berdasarkan kepada kepelbagaian fungsinya. Jika dilihat kepada rantai lurus sesuatu glukosa, ia boleh dikelaskan kepada alpha and beta glukosa. ini boleh dilihat kepada kedudukan kumpulan karbonil di dalam struktur glukosa tersebut.
Dari segi kimia, D-(+)-glucose (dextrose) akan dinamakan berdasarkan Sistem International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) sebagai (2R,3S,4R,5R)-2,3,4,5,6-pentahydroxyhexanol. Glukosa mempunyai banyak bentuk dan mempunyai sebanyak 16 stereoisomer, antara struktur isomer glukosa adalah fruktosa dan sukrosa. 

Antara sifat glukosa adalah larut dalam air, ini adalah kerana struktur ini mengandungi kumpulan berfungsi hidroksil (-OH) yang bersifat hidrofilik menyebabkan ia senang bergabung dengan molekul air. Glukosa juga bersifat larut dalam etanol tetapi tidak larut dalam pelarut organik seperti eter, benzena dan kloroform. Salah satu sifat yang paling senang dikesan bagi glukosa ialah ia mempunyai rasa manis.

Glukosa wujud dalam pelbagai bentuk dan boleh dikelaskan ke dalam pelbagai kategori yang berlainan. Maka ia mempunyai pelbagai fungsi berlainan dan memainkan pelbagai peranan penting dalam pelbagai bidang. Oleh sebab itulah ia digelar sebagai monosakarida yang paling penting. Glukosa merupakan sumber utama tenaga kepada sel untuk bekerja dan membesar. Ia terlibat dalam proses metabolisma tubuh manusia secara langsung. Namun, tidak secara langsung dalam proses fotosintesis kerana sukrosa yang lebih memainkan peranan penting dalam tumbuhan hijau. 

Para saintis dan penyelidik juga telah mendapati bahwa otak sangat memerlukan kehadiran glukosa bagi menjalankan fungsinya. Darah bertugas membekalkan gula kepada otak. Paras ideal bagi kandungan glukosa didalam darah ialah lebih kurang 100mg glukosa bagi setiap 100ml darah. Sekiranya paras ini menurun ke tahap 70mg/100ml, gejala -gejala seperti pening, gelisah dan tidak dapat berfikir akan berlaku. Manakala, jika parasnya 8mg/100ml, individu tersebut akan koma. Walau bagaimanapun, kandungan glukosa yang berlebihan dalam darah pula akan menyebabkan penyakit diabetes.

1. Metabolisme Glukosa
Respirasi Selular
Tahap awal metabolisme konversi glukosa menjadi energi di dalam tubuh akan berlangsung secara anaerobik melalui proses yang dinamakan Glikolisis (Glycolysis). Proses ini berlangsung dengan mengunakan bantuan 10 jenis enzim yang berfungsi sebagai katalis di dalam sitoplasma (cytoplasm) yang terdapat pada sel eukaryotik (eukaryotic cells). Inti dari keseluruhan proses Glikolisis adalah untuk mengkonversi glukosa menjadi produk akhir berupa piruvat.

Pada proses Glikolisis, 1 molekul glukosa yang memiliki 6 atom karbon pada rantainya (C H O ) akan 6 12 6 terpecah menjadi produk akhir berupa 2 molekul piruvat (pyruvate) yang memiliki 3 atom karbom (C H O ). 3 3 3. Proses ini berjalan melalui beberapa tahapan reaksi yang disertai dengan terbentuknya beberapa senyawa antara seperti Glukosa 6-fosfat dan Fruktosa 6-fosfat.

Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul piruvat, proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul ATP serta molekul NADH (1 NADH3 ATP). Molekul ATP yang terbentuk ini kemudian akan diekstrak oleh sel-sel tubuh sebagai komponen dasar sumber energi. Melalui proses glikolisis ini 4 buah molekul ATP dan 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP akan dapat terbentuk.

Tahap metabolisme energi berikutnya akan berlangsung pada kondisi aerobik dengan mengunakan bantuan oksigen (O ). Bila oksigen 2 tidak tersedia maka molekul piruvat hasil proses glikolisis akan terkonversi menjadi asam laktat. Dalam kondisi aerobik, piruvat hasil proses glikolisis akan teroksidasi menjadi produk akhir berupa H O dan CO di dalam 2 2 tahapan proses yang dinamakan respirasi selular (Cellular respiration). Proses respirasi selular ini terbagi menjadi 3 tahap utama yaitu produksi Acetyl-CoA, proses oksidasi Acetyl-CoA dalam siklus asam sitrat (Citric-Acid Cycle) serta Rantai Transpor Elektron (Electron Transfer Chain/Oxidative Phosphorylation).

Tahap kedua dari proses respirasi selular yaitu Siklus Asam Sitrat merupakan pusat bagi seluruh aktivitas metabolisme tubuh. Siklus ini tidak hanya digunakan untuk memproses karbohidrat namun juga digunakan untuk memproses molekul lain seperti protein dan juga lemak.

2. Proses /Rantai Transpor Elektron
Energi Metabolisme Glukosa
Proses konversi molekul FADH dan NADH yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat (citric acid cycle) 2 menjadi energi dikenal sebagai proses fosforilasi oksidatif (oxidative phosphorylation) atau juga Rantai Transpor Elektron (electron transport chain). Di dalam proses ini, elektron-elektron yang terkandung didalam molekul NADH dan FADH ini akan dipindahkan ke dalam aseptor utama yaitu oksigen (O ). Pada akhir tahapan 2 2 proses ini, elektron yang terdapat di dalam molekul NADH akan mampu untuk menghasilkan 3 buah molekul ATP sedangkan elektron yang terdapat dalam molekul FADH akan menghasilkan 2 buah molekul ATP. 2. Secara keseluruhan proses metabolisme Glukosa akan menghasilkan produk samping berupa karbon dioksida (CO ) dan air (H O). Karbon dioksida dihasilkan dari siklus Asam Sitrat sedangkan air (H O) dihasilkan 2 2 2 dari proses rantai transport elektron. Melalui proses metabolisme, energi kemudian akan dihasilkan dalam bentuk ATP dan kalor panas. Terbentuknya ATP dan kalor panas inilah yang merupakan inti dari proses metabolisme energi. Melalui proses Glikolisis, Siklus Asam Sitrat dan proses Rantai Transpor Elektron, sel-sel yang tedapat di dalam tubuh akan mampu untuk mengunakan dan menyimpan energi yang dikandung dalam bahan makanan sebagai energi ATP. Secara umum proses metabolisme secara aerobik akan mampu untuk menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan proses secara anaerobik. 

Dalam proses metabolisme secara aerobik, ATP akan terbentuk sebanyak 36 buah sedangkan proses anaerobik hanya akan menghasilkan 2 buah ATP. Ikatan yang terdapat dalam molekul ATP ini akan mampu untuk menghasilkan energi sebesar 7.3 kilokalor per molnya.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kulit memiliki 2 jenis kelenjar keringat: kelenjar keringat apokrin dan merokrin. Kedua jenis kelenjar ini tersusun atas sel mioepitel (dari bahasa Latin: myo-, "otot"), sel epitel khusus yang terletak antara sel kelenjar dan lamina basalis di bawahnya. Kontraksi sel mioepitel memeras kelenjar dan melepaskan sekret yang sudah menumpuk. Aktivitas sekretorik sel kelenjar dan kontraksi sel mioepitel dikendalikan oleh sistem saraf otonom dan hormon yang beredar dalam tubuh.
Di samping itu, kelenjar serumen, yang memproduksi kotoran telinga, dan kelenjar susu, sering dianggap sebagai modifikasi kelenjar keringat.

Selain menjadi sumber tenaga kepada kehidupan, glukosa juga berupaya menjadi sumber tenaga kepada mesin. Satu kajian telah dilakukan untuk menukarkan glukosa kepada bahan bakar hydrogen fuel cell. Walaupun masih dalam kajian, telah terbukti glukosa mampu menghasilkan sumber tenaga kepada mesin juga.
Glukosa juga memainkan peranan yang sangat penting dan penggunannya yang sangat meluas.

DAFTAR PUSTAKA

Sreeranjit,C. V. K. and Lal, J. J., Glucose : Properties and Analysis. In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition, 2nd Edition, Caballero, B. Trugo, L.C., & Finglas, P.M.,Eds,. Academic Press. 2003.

Rocha Leao, M. H. M., Glycogen.In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition, 2nd Edition, Caballero, B. Trugo, L.C., & Finglas, P.M.,Eds,. Academic Press. 2003.

Dennis, S. C. and Noakes, T. D., Exercise : Muscle. In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition, 2nd Edition, Caballero, B. Trugo, L.C., & Finglas, P.M.,Eds,. Academic Press. 2003.

Tester, R. F. and Karkalas, J., Carbohydrates: Classification and Properties. In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition, 2nd Edition, Caballero, B. Trugo, L.C., & Finglas, P.M.,Eds,. Academic Press. 2003.

Mac donald, I., Carbohydrates : Metabolism of Sugar. In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition, 2nd Edition, Caballero, B. Trugo, L.C., & Finglas, P.M.,Eds,. Academic Press. 2003.

Bender, D. A. , Glucose : Function and Metabolism.In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition, 2nd Edition Caballero, B. Trugo, L.C., & Finglas, P.M.,Eds,. Academic Press. 2003.

Rubinstein-Litwak, S., Energy Metabolism.In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition, 2nd Edition, Caballero, B. Trugo, L.C., & Finglas, P.M.,Eds,. Academic Press. 2003.

READ MORE - Sistem Integumen dan Glukosa

Cari Skripsi, Artikel, Makalah, Anti Virus

Custom Search