Software Anti Virus

Friday, March 26, 2010

Proposal Tugas Akhir

PROPOSAL TUGAS AKHIR
SISTEM INFORMASI PEMETAAN SMA DAN SMK DI KABUPATEN TEMANGGUNG

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan kewajiban belajar yang harus ditempuh bagi setiap warga Negara. Pendidikan dasar yang harus ditempuh oleh setiap warga Negara adalah pendidikan wajib Sembilan tahun. Setelah pendidikan dasar Sembilan tahun dapat juga dilanjutkan ke pendidikan tingkat atas yaitu SMA.
Kualitas pendidikan di masing-masing sekolah mungkin berbeda antara satu dengan yang lain,tidak terkecuali Pendidikan Sekolah Menengah Atas di kabupaten Temanggung. Kualitas pendidikan yang baik pada setiap SMA dan SMK akan mempengaruhi kualitas siswa di SMA dan SMK tersebut. Dengan adanya kualitas pendidikan yang berbeda maka akan mempengaruhi jumlah penerimaan siswa pada setiap SMA dan SMK. Orang tua siswa pastilah memilih sekolah yang kualitasnya baik untuk anaknya.

Akan sulit untuk memilih dan membedakan antara SMA dan SMK yang kualitasnya baik dan kurang baik. Tidak adanya informasi mengenai SMA-SMA dan juga SMK-SMK yang ada di Temanggung merupakan faktornya. Mungkin saja masyarakat juga tidak tahu keseluruhan akan letak masing-masing SMA dan SMK yang akan dituju, karena hanya informasi jalan yang mungkin ada.
Untuk mengatasi permasalahan diatas maka diperlukan suatu system informasi Pemetaan yang akan mampu memberikan informasi mengenai lokasi masing-masing SMA dan SMK, sarana dan prasarana dari masing-masing SMA dan SMK, prestasi yang pernah diraih, berapa biaya pendidikan yang harus dikeluarkan untuk setiap bulannya, bagaimana kualitas masing-masing guru yang ada.

Sistem Informasi Pemetaan ini berbasis computer, dengan cukup mengumpulkan nama sekolah yang dicari maka akan ditampilkan lokasi tempat sekolah tersebut berada, serta akan ditampilkan juga mengenai segala informasi yang berhubungan dengan sekolah tersebut.
Melihat latar belakang permasalahan diatas yang telah dipaparkan, maka dicoba untuk membuat judul penulisan laporan tugas akhir (TA)Sistem Informasi Pemetaan SMA dan SMK Di Kabupaten Temanggung“. Diharapkan hasil dari pembuatan laporan tugas akhir (TA) ini adalah untuk memaksimalkan informasi mengenai SMA dan juga SMK yang ada di Kabupaten Temanggung.

B. Perumusan Masalah
Dengan adanya permasalahan pada latar belakang diatas maka dapat dirumuskan suatu perumusan masalah yaitu bagaimana mengetahui secara cepat informasi tentang SMA da juga SMK se Kabupeten Temanggung dengan cukup hanya melakukan pencarian lewat computer.

C. Pembatasan Masalah
Sistem Informasi Pemetaan ini mengulas informasi lokasi masing-masing SMA dan SMK, serta informasi pendidikan yang ada meliputi guru pengajar, prestasi pendidikan serta informasi kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan.

D. Tujuan Tugas Akhir
Adapun yang menjadi tujuan penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk memberikan alternative pemecahan masalah yaitu dengan membuat sistem informasi Pemetaan yang akan memberikan informasi lokasi SMA dan SMK se Kabupaten Temanggung beserta informasi yang diperlukan.

E. Manfaat Tugas Akhir
Adanya suatu harapan bahwa tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis, akademik, maupun masyarakat.
a. Bagi Penulis
  • Untuk menambah khasanah ilmu dibidang informasi Pemetaan.
  • Untuk memenuhi syarat mahasiswa uuntuk menyelesaikan program studi Strata I Jurusan Sistem Informasi di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
  • Penulis dapat menerapkan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk aplikasi daripada hanya dijadikan wacana secara teori oleh penulis.
b. Bagi Akademik
Sebagai bahan literature dan referensi bagi Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

c. Bagi SMA dan SMK se Kabupaten Temanggung
Sebagai salah satu alternative yang dapat membantu memberikan sarana promosi sekolah.

d. Bagi Pembaca
Bisa digunakan untuk sumber informasi penelitian pengembangan lebih lanjut.

F. Tinjauan Pustaka
2.1. Pengertian Sistem Informasi Pemetaan (GIS/SIG)
Sistem informasi pemetaan adalah suatu sistem yang didalamnya memuat keseluruhan informasi tentang wilayah atau lokasi beserta seluruh unsur peta, dimana suatu sistem informasi pemetaan acuannya dapat membantu memberikan informasi seputar masalah peta.

Pengertian lain dari Sistem Informasi Pemetaan diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data referensi peta atau unsur dari peta, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. Sistem Informasi Pemetaan membahas masalah penyimpanan informasi tentang peta suatu wilayah tertentu dengan cara otomatis melalui komputer secara akurat secara iinformasi. Sebagai tambahan pada subdisiplin ilmu kartografi lainnya, spesialis SI Pemetaan harus mengerti ilmu komputer dan sistem database. SI Pemetaan memacu revolusi kartografi sehingga sekarang hampir semua pembuatan peta dibuat dengan piranti lunak (software). (http://id.wikipedia.org/wiki/informasi).

2.2. Komponen SIG/GIS
Adapun komponen-komponen dalam sistem informasi geografis adalah :
1. Judul Peta
Judul peta menggambarkan isi dan tempat daerah yang digambar. Letak judul peta dapat disembarang tempat asal tidak mengganggu makna peta, mudah diketahui pembaca, dan masih berada dalam garis tepi.

2. Garis Tepi Peta
Garis tepi adalah garis yang terletak dibagian tepi (atas, bawah, kiri, atau kanan) peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Biasanya garis ini dibuat rangkap dua dan tebal.

3. Petuunjuk Arah
Petunjuk arah yaitu tanda pada peta yang menunjukkan arah utara, timur, selatan, atau barat daerah yang digambar. Petunjuk arah dapat diletakkan di sembarang tempat asal tidak mengganggu makna peta, tetapi masih berada di dalam garis tepi.

4. Skala Peta
Pada peta terdapat tulisan skala, misalnya 1:100.000. artinya jarak 1cm pada peta itu mewakili 100.000 cm jarak dipermukaan bumi.

5. Garis Astronomi
Garis astronomi adalah garis yang menunjukkan dimana lokasi daeerah yang digambarkan berdasarkan garis bujur dan garis lintangnya.

6. Simbol Peta
Simbol peta ialah suatu tanda yang ada di dalam peta untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Simbol peta diklasifikasikan personal seperti kota, titik trianggulasi dan symbol.

7. Legenda
Legenda adalah keterangan symbol-simbol pada peta agar peta mudah dimengerti oleh pembaca. Letak legenda disisi kiri atau kanan bawah dan sebaiknya masuk di dalam garis tepi.

8. Insert
Insert adalah gambar peta yang berada di luar peta pokok tetapi masih berada di dalam garis tepi peta dengan ukuran yang jauh lebih kecil daripada gambar peta pokok.

9. Sumber Data dan Tahun Pembuatan
Sumber data dan tahun pembuatan ini dimasukkan supaya pembaca mengetahui dari manakah asal data dan pembuatannya, lebih-lebih peta yang menggambarkan data yang berubah.

10. Letering
Letering adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf capital, huruf kecil, kombinasi huruf capital kecil,tegak dan miring.

11. Warna
Ada lima warna pokok yang digunakan pada peta yang dicetak dengan bermacam-macam warna yaitu :
  1. Hitam, untuk detail penghunian, lettering, tumbuhan karang, dan tapal batas
  2. Biru, untuk unsure air dan daerah dingin, biasanya semakin biru warnanya semakin dalam tempat berair itu
  3. Hijau, untuk vegetasi, dataran rendah dan hutan
  4. Cokelat, untuk kontur daerah berbukit, gunung, dan kadang-kadang untuk jalan raya
  5. Merah, untuk daerah yang panas dan unsure peta yang penting lainnya, misalnya jalan, kota dan kadang-kadang untuk gedung penting
2.3. Tipe Sistem Informasi Geografis
2.3.1 Input Data
Subsistem ini adalah adalah sebuah proses perolehan data baik data spasial atauupun data tabular dan deskriptif ke dalam SIG. Peroleh data berupa perekaman, penyiaman, duplikasi, konversi, dan digitasi data.

2.3.2 Penyimpanan dan pengelolaan data
Subsistem penyimpanan dan pengolahan merupakan rangkaian proses menyimpan, menata, menyusun dan mengorganisasi data baik spasial, tabular dan deskriptif hasil dari proses perolehan data pada suatu tipe data tertentu menggunakan tata aturan tertentu. Subsistem ini menggunakan metode yang memungkinan kemudahan dalam proses pencarian dan pengubahan data tersebut.

2.3.3 Manipulasi dan Analisis Data Spasial
Subsistem ini merupakan hal yang sangat penting dalam SIG. Kemampuan analisis data spasial merupakan ciri pokok yang harus dimiliki oleh SIG. Subsistem ini yang membedakan dengan sistem informasi lain. Subsistem ini melakukan berbagai proses penggabungan, pemisahan, pengubahan, estimasi, dan pemodelan data spasial.

2.3.4 Hasil dan Pelaporan Data
Hasil dari subsistem ini berupa laporan dalam bentuk peta-peta, uraian deskriptif, tabel, grafik, dan citra. Subsistem ini harus dapat diolah pada rangkaian kerja berikutnya pada waktu lain. Hasil dari subsistem ini bukan merupakan hasil akhir tetapi dapat sebagai data dasar dalam proses analisis yang lain.

2.4. Batasan Sistem Informasi Geografis
Adapun batasan yang ada dalam pembuatan dan pengembangan Sistem Informasi Geografis ini adalah:
  1. SIG membutuhkan informasi yang lebih banyak dari berbagai sumber
  2. Aplikasi pemrograman yang dapat dipakai untuk membuat SIG hanyalah dengan menggunakan aplikasi flash
  3. Biaya yang dibutuhkan cukup banyak
  4. Sistem Informasi Geografis ini membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam pembuatannya

2.5. Ciri-Ciri Sistem Informasi Geografis
  1. Merupakan pengetahuan (knowledge) hasil pengalaman.
  2. Tersusun secara sistematis, artinya merupakan satu kesatuan yang tersusun secara berurut dan teratur.
  3. Logis, artinya masuk akal dan menunjukkan sebab akibat.
  4. Objektif, artinya berlaku umum dan mempunyai sasaran yang jelas dan teruji.
  5. Sistem Informasi Geografis juga harus menunjukkan ciri spasial (keruangan) dan regional (kewilayahan).
2.6. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Dalam pengembangan daur hidup perangkat lunak ini dipakai model pengembangan waterfall. Adapun gambar dan penjelasan dari model waterfall

Langkah-langkah yang diambil dalam pengembangan model waterfall ini adalah :
a. Analisa Sistem (System Analysis)
Tahap ini menjabarkan fungsi-fungsi yang diharapkan dari software kedalam komponen-komponennya untuk menentukan dengan rinci fasilitas-fasilitas apa saja yang akan ditawarkan kepada pemakai.

b. Perancangan Sistem (System Design)
Merupakan tindak lanjut hasil analisa yaitu dengan membuat desain sistem secara keseluruhan, meliputi desain input, desain output serta prototype sistem.

c. Implementasi Sistem (System Implementation)
Implementasi dilakukan untuk menerapkan desain sistem dengan melakukan pemrograman hasil rancangan yang telah dibuat agar dapat digunakan sesuai kebutuhan.

d. Pengujian atau Evaluasi (System Evaluation)
Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengujian dan pencatatan terhadap kemungkinan kesalahan yang terjadi untuk dapat dilakukan perbaikan.

e. Pemeliharaan Sistem (System Maintenance)
Pemeliharaan sistem berkaitan erat dengan pemeliharaan komputer, karena bagaimanapun sebuah komputer tidak akan berguna tanpa adanya sebuah sistem operasi didalamnya. Sistem operasi juga bertindak sebagai manajer bagi semua komponen pada arsitektur komputer.

G. Metode Penelitian
1. Teknik pengumpulan data
Metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data sebagai bahan pembuatan sistem pakar ini adalah :
a. Metode wawancara langsung
Suatu metode yang dilakukan dengan melakukan wawancara secara langsung dengan orang yang terkait dengan sistem yang dibuat, dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung

b. Metode studi pustaka
Melakukan pencarian data lewat literatur-literatur yang terkait, misalnya buku-buku referensi dan artikel tentang Sistem Informasi Geografis

2. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian dibatasi pada :
a. Merancang sistem informasi pemetaan mengenai SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Temanggung.

b. Membuat database yang diperlukan untuk pengolahan data sistem informasi geografis.

3. Tahapan pengembangan sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode waterfall dengan pertimbangan bahwa metode waterfall mempunyai tahapan kegiatan yang jelas dan mudah terpantau. Adapun tahapan pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :
a. Analisa Sistem (System Analysis)
Tahap ini menjabarkan fungsi-fungsi yang diharapkan dari software kedalam komponen-komponennya untuk menentukan dengan rinci fasilitas-fasilitas apa saja yang akan ditawarkan kepada pemakai.

b. Perancangan Sistem (System Design)
Merupakan tindak lanjut hasil analisa yaitu dengan membuat desain sistem secara keseluruhan, meliputi desain input, desain output serta prototype sistem.

c. Pembuatan Sistem (System Development)
Tahapan ini merupakan proses dimulainya penerapan desain sistem kedalam bahasa pemrograman yang telah dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan yang telah direncanakan.

d. Implementasi Sistem (System Implementation)
Implementasi dilakukan untuk menerapkan hasil dari pembuatan sistem dengan melakukan penerapan terhadap sistem yang telah dibuat agar dapat digunakan sesuai kebutuhan.

e. Pengujian atau Evaluasi (System Evaluation)
Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengujian dan pencatatan terhadap kemungkinan kesalahan yang terjadi untuk dapat dilakukan perbaikan.

H. Rencana Kegiatan
Adapun rencana kegiatan dalam penelitian ini akan berlangsung selama 5 (lima) bulan, yang terdiri dari: 
JADWAL KAGIATAN DIBUAT SESUAI DENGAN KEGIATAN DI LAPANGAN

DAFTAR PUSTAKA
[1] Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis,Eddy Prahasta, Informatika, Bandung, 2002
[2] Rekayasa Perangkat Lunak, Al Bahra Bin Ladjamudin, Graha Ilmu, Yogyakarta,2006
[3] http://id.wikipedia.org / wiki / sistem
[4] Sistem Informasi Pendidikan, Ace Suryadi, Ph.D
[5] Anton Pratono, S.Si, 2002
[6] Geografi 1, Sumadi Sutrijat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1999
[7] Haryanto, SE, 2002
[8] Whitten, 2004

No comments:

Post a Comment

Cari Skripsi, Artikel, Makalah, Anti Virus

Custom Search