Software Anti Virus

Saturday, April 10, 2010

Tujuan Penggolongan Kata dan Fungsi Kata

A. Kata Seruan.
Yaitu kata yang dalam kalimat berdiri sendiri, terpisah dari unsur-unsur lainnya.
Misalnya kata aduhai, aduh, wah, dan sebagainya.
B. Tujuan Penggolongan Kata
Tujuan penggolongan kata adalah untuk menyederhanakan penerimaan struktur bahasa, dan merupakan tahap yang tidak boleh dilalui dalam penyusunan tata bahasa suatu bahasa. Maka dalam membicarakan tata bahasa pasti melibatkan tentang jenis kata, tanpa penjenisan kata tidak akan bisa membahas struktur kata, frase, klausa, dan kalimat.
C. Fungsi Kata.
Ada beberapa fungsi kata, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Fungsi subjek: berupa frasa verbal yang biasa terletak disebelah kiri predikat.
  • Fungsi predikat: merupakan konstituen pokok yang disertai konstituen subjek disebelah kiri, dan konstituen objek, dan keterangan.
  • Fungsi objek adalah konstituen kalimat yang predikatnya berupa verba pasif.
  • Fungsi keterangan: fungsi keterangan dalam kalimat bersifat manasuka, konstituen keterangan biasanya berupa frase kalimat.
  • Fungsi pelengkap: berwujud nomina yang menduduki dibelakang verba.
D. Konsep Pemerian Kata
Konsep pemerian kata terdiri dari:
  1. Penggambaran, atau penjelasan dari suatu peristiwa.
  2. Penguraian unsur-unsurnya.
  3. Keterangan kebahasaan dalam bentuk uraian yang menjelaskan berbagai peristiwa kebahasaan
  4. Kata atau kelonapok kata yang membatasi atau meluaskan kata lain.
E. Problem yang Berhubungan dengan Kata.
Beberapa jenis permasalahan yang berhubungan dengan kata adalah sebagai berikut: 

1) Jika susunan.kata kata dalam bahasa sumber secara semantik sangat kompleks.
Hal ini sangat umum dalam penerjemahan, dimana kata tunggal terdiri dari beberapa morfem yang tunggal terkadang meniliki makna yang lebih kompleks dibanding dengan sebuah kalimat.
2) Jika terdapat perbedaan dalam pengungkapan makna.
Mungkin ada beberapa kata dalam bahasa penerima yang memiliki makna yang sama, tetapi kata tersebut mengungkapkan ungkapan yang. berbeda.
3) Jika terdapat perbedaan dalam bentuk kata.
Dalam bahasa penerima seringkali tidak ditemukan padanan untuk bentuk kata tertentu dalam bahasa sumber. Misalnya awalan atau akhiran tertentu yang menyertai kata yang membentuk suatu bentuk kata tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa penerima.
4) Jika bahasa sumber menggunakan kata serapan.
Penggunaan kata serapan dalam bahasa sumber akan menimbulkan permasalahan dalam penerjemahan, karena mungkin dalam bahasa . penerima belum tentu memiliki kata serapan yang bermakna sama.
F. Macam-Macam Kelas Kata.
a) Verba yaitu kata yang berhubungan dengan kata kerja. Misalnya: mencuci, memasak, bersepeda.
b) Nomina yaitu kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda dan konsep. 
    Misalnya: bapak, ibu, kakak.
c) Adjektiva yaitu kata yang berhubungan dengan kata sifat.
    Contohnya: manis, rajin,dan sebagainya.
d) Numeralia yaitu kata yang berhubungan dengan bilangan atau dipakai untuk menghitung.
e) Adverbia adalah kata yang berhubungan dengan keterangan.
f) Pronomina adalah kata yang dipakai untuk nomina lain.
   Pronomina dibagi menjadi tiga yaitu:
  • Pronomina personal yaitu dipakai untuk mengacu pada orang.
Contoh: kamu, aku.
  • Pronominal petunjuk. Petunjuk umum(ini), tempat (sini).
  • Pronomina Penanya. Digunakan untuk kata tanya.
g) Konjungsi yaitu kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajad.
h) Preposisi atau kata depan yaitu kata yang digunakan diawal kalimat
i) Artikel
j) Intekjeksi yaitu kata tugas yang menggunakan hati pembicara.
k) Partikel

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Cari Skripsi, Artikel, Makalah, Anti Virus

Custom Search