Software Anti Virus

Friday, April 30, 2010

Sistem Penilaian Unjuk Kerja

Sistem Penilaian Unjuk Kerja - Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. Berdasarkan indikator-indikator ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai, apakah dengan tes tertulis, observasi, tes praktek, dan penugasan perseorangan atau kelompok. Untuk itu, ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

A. Penilaian Unjuk Kerja
1. Pengertian
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek OR, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dll. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
  1. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
  2. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
  3. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
  4. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
  5. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati
2. Teknik Penilaian Unjuk Kerja
Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik, misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut:

- Daftar Cek (Check-list)
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai. Jika tidak dapat diamati, peserta didik tidak memperoleh nilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati, baik-tidak baik. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.

B. Penilaian Sikap
1. Pengertian
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut.

2. Sikap terhadap materi pelajaran. Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. Dengan sikap positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar, akan lebih mudah diberi motivasi, dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan.
  • Sikap terhadap guru/pengajar. Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru. Peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan demikian, peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.
  • Sikap terhadap proses pembelajaran. Peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Proses pembelajaran mencakup suasana pembelajaran, strategi, metodologi, dan teknik pembelajaran yang digunakan. Proses pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
  • Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup, berkaitan dengan materi Biologi atau Geografi. Peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). Misalnya, peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. Dalam kasus yang lain, peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri.
  • Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.
3. Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut.

- Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Hasil pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.
Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.

C. Penilaian Tertulis
1. Pengertian
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.

2. Teknik Penilaian
Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu:
a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi:
1) pilihan ganda
2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
3) menjodohkan sebab-akibat

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi:
1) isian atau melengkapi
2) jawaban singkat atau pendek
3) uraian

Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah, isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami dengan cakupan materi yang luas. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas.

Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas.

Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.
  1. Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji;
  2. materi, misalnya kesesuian soal dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum;
  3. konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas; bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
D. Penilaian Proyek
1. Pengertian
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
  • Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
  • Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
  • Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. 

2. Teknik Penilaian Proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.

Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek:
a). penelitian sederhana tentang air di rumah;
b). Penelitian sederhana tentang perkembangan harga sembako.

E. Penilaian Produk
1. Pengertian
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
  • Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
  • Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
  • Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
2. Teknik Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.

F. Penilaian Portofolio
1. Pengertian
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik sendiri. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dsb.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain:

a. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri.
Guru melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.

b. Saling percaya antara guru dan peserta didik Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.

c. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan

d. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru
Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya.

e. Kepuasan
Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.

f. Kesesuaian
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum.

g. Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik.

h. Penilaian dan pembelajaran
Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik.

2. Teknik Penilaian Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri.
  2. Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda. Misalnya, untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangan-karangannya. Sedangkan untuk kemampuan menggambar, peserta didik mengumpulkan gambar-gambar buatannya.
  3. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah.
  4. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
  5. Sebaiknya tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Contoh, Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan sistematika penulisan. Dengan demikian, peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut.
  6. Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.
  7. Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru.
Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu, undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya.

G. Penilaian Diri (self assessment)
1. Pengertian
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor.
  1. Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian diri peserta didik didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
  2.  Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
  3. Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain:
  1. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
  2. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
  3. dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.
2. Teknik Penilaian
Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
  1. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
  2. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
  3. Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian.
  4. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
  5. Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
  6. Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.

READ MORE - Sistem Penilaian Unjuk Kerja

Thursday, April 29, 2010

Tips Blogsvertise

Advertise On This Blog

Tips Blogsvertise - Dalam tips ini saya sampaikan jika cara kerja blogvertise lebih lambat jika dibanding dengan sponsored review. Hal ini karena tawaran review dari blogvertise diberikan oleh pengelola dan blogger tak bisa melakukan penawaran layaknya di sponsored review. Tips bagaimana mendapatkan review dari blogsvertise tanpa menunggu tawaran dari pihak pengelola. Namanya Grab Bag Task. Tips ini berlaku untuk blog yang memiliki PR di atas dua. Semakin tinggi PR blog kita, makin tinggi nilai review yang bisa kita kerjakan dari GBT ini.

Bagi yang masih awam, GBT adalah review yang bisa dikerjakan tanpa harus menunggu tawaran dari pihak pengelola blogvertise. GBT ini akan diberikan kepada blog yang memenuhi kualifikasi (minimum PR 2). Jadi siapapun yang memiliki blog PR di atas dua, siap-siap untuk mendapatkan GBT.

Bagaimana untuk mengetahui blog kita menerima GBT? Cek pada bloglist anda. Lihat di tabel pada kolom nomor dua, di depan url address blog anda, ada gambar mirip kantung berwarna orange, itu tandanya blog anda menerima GBT. Untuk mengambil GBT, klik saja pada gambar itu, nanti anda akan diantarkan pada halaman baru yang isinya beberapa job review. Bisa satu, dua, atau malah lebih dari 5. Nilaianya ada yang $8, $9, atau $10.

Tetapi disini aturanya satu akun hanya bisa dapat satu GBT tiap harinya. Jadi, meski anda punya blog 10 dalam satu akun, dan masing-masing pada hari yang sama dapat GBT, berarti anda harus memilih salah satu.

Ada cara yang “agak curang” untuk bisa mengambil GBT lebih dari satu. Ini cara manual, yang setelah iseng-iseng saya coba terbukti sukses. Begini caranya. Saya aktifkan dua komputer. Pada saat yang sama saya buka akun www.blogsvertise.com saya di dua komputer itu.

Buka di bloglist. Kebetulan di akun saya ada lebih dari dua blog, yang hampir semuanya memiliki PR di atas 3. Saya pilih dua blog yang ada GBT. Setelah terbuka halaman GBT itu, saya pilih salah satu job. Begitu juga di blog satunya yang saya buka di komputer sebelah, saya juga memilih salah satu job, tentu saja yang nilai reviewnya lebih tinggi. Saya klik tombol accept secara bersamaan. Dan hasilnya sukses, dua GBT bisa saya ambil dalam sehari.  

Masih soal GBT, jika anda punya blog yang memiliki PR diatas 2, lebih bagus di atas 3, bagus lagi 4, 5 dst… Jika anda ikutan blogvertise, sebaiknya jangan diikutkan dalam satu akun. Mending daftarkan sendiri-sendiri. Untuk apa, biar makin banyak GBT yang bisa diambil:)

Tips lagi agar job review blogvertise laris manis (di luar GBT), isi blog deskripsi anda dengan jelas. Misal begini. “PR4 Blog. Focus on film and related issues. It’s very effective to promote your product, such as TV, Video or other electronic devices; online ticket purchasing; DVD, VCD; fashion, etc
Mudahkan ….. klo tertarik untuk bergabung daftar aja disini
READ MORE - Tips Blogsvertise

Wednesday, April 28, 2010

Program Review Blogsvertise

Click Advertise on My Blog
Paid Review Blogsvertise - What is a paid review Blogsvertise? Blogsvertise is a paid review program that will pay member to write a review about a product, service, or website, but in its development, Blogsvertise also provides not only review the program, but also Textlink programs, banner ads and video ads.

The development program at www.blogsvertise.com is due to requests from the Advertiser (Advertiser) who want new ways of promotion in Blogvertise. Blogvertise is just an intermediary between the Advertiser and Publiser. Now let us discuss one by one the programs provided by Blogvertise:
  • Paid Review: This program will pay us to review your product, service or website.
  • Textlink: this program will pay us to display ads on your blog Textlink shaped, Textlink ads should appear on your blog for a month, after which the advertiser will decide to extend or not.
  • Banner ads: This program is also almost the same as Textlink, except that you are displaying banners.
  • Video ads: This program will pay you to make a video about a review a website or products and services, and uploaded to Youtube.
The above program is still in beta, unless the program paid review. To participate in this program is very easy, we need to do is simply sign up, after signing up, you should submit your blog / website, then you should wait for the status of Blogsvertise approve. After the Constitution, you are waiting for jobs that you came, so unlike other programs that paid reviews, which you are offering to do a review, here the advertiser are in control. 

The advantage of this program from other programs is that you do not have to have a blog to high pagerank, blog to low pagerank even zero can join, but if your blog is still low pagerank, do not expect to be a lot of jobs. You also do not need to have English proficiency to write a review, Blogsvertise also received a review in the Indonesian language. 

Is paid will be paid one month later after the job is done and paid via paypal. My advice in the program paid review is not too put up rates too high especially for new blogs to join, make only low tariffs, but many job. Now interested in joining this program, just a list here.
READ MORE - Program Review Blogsvertise

Paid Review Blogsvertise

Blogger Ads
Paid Review Blogsvertise - Apa itu paid review Blogsvertise? www.blogsvertise.com adalah sebuah program paid review yang akan membayar member-membernya untuk menulis review tentang suatu produk, jasa, ataupun website, tetapi pada perkembangannya, Blogvertise juga tidak hanya menyediakan program review, tetapi juga program textlink, banner ads, dan video ads.
Berkembangnya Program pada Blogsvertise itu dikarenakan permintaan para Advertiser (Pengiklan) yang menginginkan cara yang baru dalam berpromosi di Blogsvertise. Blogvertise hanyalah perantara antara Advertiser dan Publiser.

Sekarang mari kita bahas satu-persatu program yang di sediakan oleh Blogvertise:
  • Paid Review: program ini akan membayar kita untuk me-review produk, jasa atau website.
  • Textlink: program ini akan membayar kita untuk menampilkan iklan berbentuk textlink pada blog anda, iklan textlink harus tampil pada blog anda untuk sebulan, setelah itu para advertiser akan memutuskan untuk memperpanjang atau tidak.
  • Banner ads: program ini juga hampir sama dengan textlink, bedanya anda menampilkan banner.
  • Video ads: program ini akan membayar anda untuk membuat video tentang review suatu website atau produk dan jasa, dan diupload ke Youtube.
Program diatas masih dalam tahap beta, kecuali program paid reviewnya. Untuk mengikuti program ini sangat mudah, yang kita perlukan adalah cukup mendaftar, setelah mendaftar, anda harus submit blog/website, setelah itu anda harus menunggu status approve dari Blogsvertise. Setelah di approve, kamu anda menunggu job yang datang, jadi tidak seperti program paid review yang lain, dimana anda yang menawarkan diri untuk mengerjakan review, disini para advertiserlah yang pegang kendali.
Keuntungan mengikuti program ini dari program lainnya adalah anda tidak harus memiliki blog ber pagerank tinggi, blog ber pagerank rendah bahkan pagerank nol bisa bergabung, tetapi bila blog anda masih berpagerank rendah, jangan terlalu berharap bisa dapat job yang banyak. Anda juga tidak harus memiliki kemampuan berbahasa inggris untuk menulis review, Blogsvertise juga menerima review dalam bahasa Indonesia.
Pembayaranya akan dibayar satu bulan kemudian setelah job dikerjakan dan dibayar melalui paypal. Saran saya dalam mengikuti program paid review adalah jangan terlalu memasang tarif terlalu tinggi apalagi bagi blog yang baru bergabung, buat saja tarif yang rendah, tetapi banyak jobnya. Nah tertarik mengikuti program ini, langsung saja daftar disini. Salam sukses.
READ MORE - Paid Review Blogsvertise

Tuesday, April 27, 2010

Manajemen Proses

A. Proses
Manajemen Proses - Satu selingan pada diskusi kita mengenai sistem operasi yaitu bahwa ada sebuah pertanyaan mengenai apa untuk menyebut semua aktivitas CPU. Sistem batch mengeksekusi jobs, sebagaimana suatu sistem time-shared telah menggunakan user programs, atau tugas-tugas/pekerjaan-pekerjaan. Bahkan pada sistem tunggal, seperti Microsoft Windows dan Macintosh OS, seorang user mampu untuk menjalankan beberapa program pada saat yang sama: Sebuah Word Processor, Web Browser, dan paket e-mail. Bahkan jika user dapat melakukan hanya satu program pada satu waktu, sistem operasi perlu untuk mendukung aktivitas program internalnya sendiri, seperti manajemen memori. Dalam banyak hal, seluruh aktivitas ini adalah serupa, maka kita menyebut seluruh program itu proses-proses (processes).

Istilah job dan proses digunakan hampir dapat dipertukarkan pada tulisan ini. Walau kami pribadi lebih mneyukai istilah proses, banyak teori dan terminologi sistem-operasi dikembangkan selama suatu waktu ketika aktivitas utama sistem operasi adalah job processing. Akan menyesatkan untuk menghindari penggunaan istilah umum yang telah diterima bahwa memasukkn kata job (seperti penjadwalan job) hanya karena proses memiliki job pengganti/pendahulu.

B. Konsep Dasar dan Definisi Proses
Manajemen Proses - Secara informal; proses adalah program dalam eksekusi. Suatu proses adalah lebih dari kode program, dimana kadangkala dikenal sebagai bagian tulisan. Proses juga termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/processor's register. Suatu proses umumnya juga termasuk process stack, yang berisikan data temporer (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikan variabel global. 

Kami tekankan bahwa program itu sendiri bukanlah sebuah proses; suatu program adalah satu entitas pasif; seperti isi dari sebuah file yang disimpan didalam disket, sebagaimana sebuah proses dalam suatu entitas aktif., dengan sebuah program counter yang mengkhususkan pada instruksi selanjutnya untuk dijalankan dan seperangkat sumber daya/resource yang berkenaan dengannya. 

Walau dua proses dapat dihubungakn dengan program yang sama, program tersebut dianggap dua urutan eksekusi yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa user dapt menjalankan copy yang berbeda pada mail program, atau user yang sama dapat meminta banyak copy dari program editor. Tiap-tiap proses ini adakah proses yang berbeda dan walau bagian tulisan-text adalah sama, data section bervariasi. Juga adalah umum untuk memiliki proses yang menghasilkan banyak proses begitu ia bekerja.

C. Keadaan Proses
Manajemen Proses - Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/asal). Status dari sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut. Tiap proses mungkin adalah satu dari keadaan berikut ini:
  • New: Proses sedang dikerjakan/dibuat.
  • Running: Instruksi sednag dikerjakan.
  • Waiting:Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah penyelesaian I/O atau penerimaan sebuah tanda/signal).
  • Ready: Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor.
  • Terminated: Proses telah selsesai melaksanakan tugasnya/mengeksekusi.
Nama-nama tersebut adalah arbitrer/berdasar opini, istilah tersebut bervariasi disepanjang sistem operasi. Keadaan yang mereka gambarkan ditemukan pada seluruh sistem. Namun, sistem operasi tertentu juga lebih baik menggambarkan keadaan /status proses. Adalah penting untuk menyadari bahwa hanya satu proses dapat berjalan pada prosesor manapun pada waktu kapanpun. Namun, banyak proses yang dapat ready atau waiting. Keadaan diagram yang berkaitan dangan keadaan tersebut dijelaskan pada gambar(4.1) berikut:

D. Process Control Back
Tiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah process control block (PCB) - juga disebut sebuah control block. Sebuah PCB ditunjukkan dalam gambar(4.2). PCB berisikan banyak bagian-dari informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, termasuk ini:
  • Keadaan proses: Keadaan mungkin, new ,ready ,running, waiting, halted, dan juga banyak lagi.
  • Program counter: Counter mengindikasikan address dari perintah selanjutnya untuk dijalankan untuk proses ini.
  • CPU register: Register bervariasi dalam jumlah dan jenis, tergantung pada rancangan komputer. Register tersebut termasuk accumulator, index register, stack pointer, general-puposes register, ditambah code information pada kondisi apapun. Besertaan dengan program counter, keadaan/ status informasi harus disimpan ketika gangguan terjadi, untuk memungkinkan proses tersebut berjalan/bekerja dengan benar setelahnya (Gambar 4.3).
  • Informasi manajemen memori: Informasi ini dapat termasuk suatu informasi sebagai nilai dari dasar dan batas register, tabel page/ halaman, atau tabel segmen tergantung pada sistem memori yang digunakan oleh sistem operasi (ch 9).
  • Informasi pencatatan: Informasi ini termasuk jumlah dari CPU dan waktu riil yang digunakan, batas waktu, jumlah akun, jumlah job atau proses, dan banyak lagi.
  • Informasi status I/O: Informasi termasuk daftar dari perangkat I/O yang di gunakan pada proses ini, suatu daftar open file dan banyak lagi.
  • PCB hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan/gudang untuk informasi apapun yang dapat bervariasi dari prose ke proses.
E. Threads
Model proses yang didiskusikan sejauh ini telah menunjukkan bahwa suatu proses adalah sebuah program yang menjalankan eksekusi thread tunggal. Sebagai contoh, jika sebuah proses menjalankan sebuah program Word Processor ,ada sebuah thread tunggal dari instruksi-instruksi yang sedang dilaksanakan. Kontrol thread tunggal ini hanya memungkinkan proses untuk menjalankan satu tugas pada satu waktu.
READ MORE - Manajemen Proses

Larangan Mengenai Minuman Keras

Larangan Mengenai Minuman Keras - Sering kita mendengar, membaca, bahkan menyaksikan baik melalui media massa, cetak maupun elektronik, khususnya televisi di tayangkan sebuah atraksi bulldozer yang sedang memusnahkan ribuan bahkan jutaan botol minuman keras yang "di algojoi" oleh Polri bersama pihak terkait lainnya. Sehingga menimbulkan berbagai tanggapan-tanggapan dari berbagai kalangan khususnya dari kalangan Agama  yang sangat bangga akan sikap tegar Polri untuk memberantas peredaran minuman keras sampai keakar-akarnya. Karena minuman keras dapat mengancam eksistensi bangsa kita, yang dalam jangka pendek dapat menggoyahkan stabilitas keamanan dan dalam jangka panjang dapat mengancam masa depan bangsa.

Di dalam Bhagavata Purana (I. 17. 38. - 39) terdapat keterangan mengenai mata rantai kejahatan yang di mulai dari Perjudian, mabuk-mabukan, pelacuran, perkelahian dan kehilangan rasa kasih sayang diantara sesama mahluk hidup yang berakibat munculnya rasa benci dan iri hati. Jika manusia sudah diselimuti oleh sifat benci dan iri hati maka ia akan hilang rasa kegembiraan yang paling besar, dan tidak akan ada kegembiraan maupun ketenangan dihati mereka yang memiliki rasa benci.

Secara lebih luas larangan-larangan mengenai minuman keras ada diuraikan dalam ajaran Sapta Timira yang mengandung arti tujuh macam kegelapan Pikiran, jika pikiran sudah diselimuti oleh kegelapan sapta timira ini akan menimbulkan tingkah laku yang tidak patut dan menyimpang dari norma-norma yang baik dan benar.

Adapun bagian-bagian dari ajaran Sapta Timira tersebut diantaranya :
1. Serupa
yang mengandung arti kecantikan atau ketampanan yang merupakan anugrah dari Tuhan, orang tidak boleh takabur atas kecantikan dan ketampanan yang dimilikinya karena semuanya itu tidaklah kekal. Serupa ini harus disertai dengan keluhuran budi, bila tidak demikian tidak ada nilainya, bahkan dapat menimbulkan kegelapan dan kemabukan atau kesombongan. Hendaknya serupa ini tidak dibiarkan menjadi penyebab dari kehancuran.
2. Dhana
yang mengandung arti kekayaan atau harta benda, disamping kekayaan itu besar gunanya, namun besar juga godaannya, karena pengaruh kekayaan orang sering menjadi sombong, angkuh, menghina orang lain,mengumbar hawa nafsu dan lupa diri, karena itu pergunakanlah kekayaan itu untuk kepentingan yang sesuai dengan ajaran agama.
3. Guna
yang artinya kepandaian, kepandaian di usahakan oleh setiap orang untuk dapat meringankan seseorang dalam menempuh segala macam suka dan duka kehidupan di dunia ini. Namun kepandaian dapat membahayakan bila tidak di imbangi budi pakerti yang luhur. Bila salah menggunakan kepandaian akan menimbulkan kegelapan pikiran untuk melakukan perbuatan yang terlarang seperti; menipu, memfitnah, memperalat orang, mengadu domba dan sebagainya, karena itu usahakanlah agar kepandaian yang dimiliki betul-betul merupakan pelita hati yang menerangi kegelapan pikiran.
4. Kulina
yang artinya keturunan, dari keturunan seseorang mengetahui leluhurnya yang harus dihormatinya. Janganlah sampai takabur , sombong, angkuh dan menghina orang, apalagi menganggap orang lain rendah dan bodoh jika memiliki keturunan yang terhormat dan terpandang.
5. Yowana
artinya masa muda atau masa remaja, masa-masa ini penuh dengan kegairahan hidup. Penuh dengan kesempatan unuk berbuat banyak terhadap apa yang sangat diharapkan oleh keluarga, masyarakat dan bangsa. Yowana ini dapat menimbulkan kegelapan pikiran karena itu pergunakanlah masa muda ini dengan sebaik-baiknya jangan disia-siakan.
6. Sura
artinya minuman keras, minuman keras ini kalau diminum melebihi dari keperluan tubuh dapat menyebabkan mabuk, sehingga dapat merusak syaraf dan pikiranpun menjadi tidak waras sehingga dapat menimbulkan keonaran, perkelahian dan sebagainya, karena itu waspadalah terhadap minuman keras.
7. Kasuran
artinya keberanian. Keberanian perlu dimiliki karena hidup ini adalah suatu perjuangan. Keberanian yang dimaksud dalam arti yang sewajar - wajarnya seperti keberanian mengemukakan pendapat, keberanian membela kebenaran. Janganlah keberanian ini di salah gunakan untuk berbuat diluar kewajaran sehingga menimbulkan kegelapan pikiran.
Dari pembagian Sapta Timira diatas yang merupakan salah satu penyebab dari kegelapan pikiran adalah bagian " sura " yang berarti mabuk disebabkan oleh minuman keras. Minuman keras tergolong kedalam jenis makanan " rajas guna " atau sifat nafsu, sehingga bagi orang yang telah mantap dalam kedudukan spiritual, minuman keras tersebut tidaklah cocok bagi dirinya.

Tetapi pernyataan ini tidak dimaksudkan bahwa orang yang tidak mantap dalam kedudukan rohani berarti boleh menenggak minuman keras, tidak demikian. Minuman keras betapapun kecil pengaruhnya, tetap memberi kemungkinan untuk menyeret seseorang kedalam jaringan " mata rantai kejahatan " inilah yang menjadi alasan orang-orang suci untuk menolak minuman keras. Minuman keras dapat dianalogikan dengan wanita cantik. Seorang maha Pandita yang melihat wanita cantik itu, segera berujar " wah ini mayat berjalan ". Sedangkan bagi lelaki yang nafsunya besar akan menganggap wanita cantik itu sebagai obyek pemuas nafsu. Sementara seekor anjing akan melihat dagingnya yang lezat, seperti itu pula kedudukan minuman keras, bagaikan wanita cantik, tinggal kita menentukan sikap, mau memilih peran yang mana, sebagai pendeta, lelaki yang bernafsu atau hanya menjadi seekor anjing. Untuk itu disarankan waspadalah dan hindarilah serta jauhilah minuman-minuman keras supaya terhindar dari segala kegelapan pikiran.
READ MORE - Larangan Mengenai Minuman Keras

Minuman Keras Beralkohol

Minuman keras beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman keras beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu.

Efek samping
Bila dikonsumsi berlebihan, minuman keras beralkohol dapat menimbulkan ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara ngawur, atau kehilangan konsentrasi.

Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan meminum minuman keras beralkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.

Jenis minuman beralkohol
• Anggur
• Bir
• Bourbon
• Brendi
• Brugal
• Caipirinha
• Chianti
• Jägermeister
• Mirin
• Prosecco
• Rum
• Sake
• Sampanye
• Shōchū
• Tuak
• Vodka
• Wiski

READ MORE - Minuman Keras Beralkohol

Sunday, April 25, 2010

Pengaruh Eksternal Ekonomi

Belakangan ini perekonomian Indonesia kembali dihadapkan dengan permasalahan yang secara sederhana dapat dikatakan sumbernya bersifat eksternal atau dari luar Indonesia. Setelah permasalahan kredit pemilikan rumah berkualitas rendah (subprime mortgage) yang sempat membuat pelemahan nilai rupiah dan menurunkan indeks harga saham, saat ini kenaikan harga minyak dunia yang mendekati 100 dollar AS per barrel mendorong meningkatnya perkiraan atau ekspektasi terhadap inflasi dan memberikan beban besar pada subsidi BBM dan listrik dalam APBN, meningkatkan biaya produksi dan transportasi, serta mengurangi daya beli masyarakat.

Keadaan ini menunjukkan betapa rentannya perekonomian Indonesia terhadap perubahan atau gejolak perekonomian dunia. Sementara itu, perekonomian Indonesia, sebagai produsen komoditas, kurang optimal dalam memanfaatkan perkembangan ekonomi dunia, terutama pada saat harga komoditas mengalami peningkatan yang demikian tinggi.

Permasalahan eksternal sudah tentu di luar kendali penentu kebijakan, bahkan organisasi internasional pun tidak dapat mengendalikannya. Tingginya harga minyak terjadi karena kesenjangan antara penawaran dan permintaan, dan upaya untuk menutup kesenjangan tersebut membutuhkan waktu.

Kendalikan inflasi
Dalam jangka pendek, sudah tentu fokus utama dari otoritas moneter adalah mengendalikan inflasi. Jika perkiraan inflasi dari pelaku ekonomi tinggi, pelepasan aset akan terus berlanjut yang menekan nilai rupiah. Ini berarti BI dihadapkan pada pilihan yang tegas antara memfasilitasi pertumbuhan dan mengendalikan inflasi.

Memfasilitasi pertumbuhan berarti perlu menurunkan suku bunga lagi. Mengendalikan inflasi berarti mempertahankan atau bahkan jika perlu menaikkan suku bunga yang dapat menghambat pertumbuhan.

Bagi pemerintah, permasalahan serius adalah berkaitan dengan harga BBM bersubsidi, terutama minyak tanah dan premium, dan juga subsidi listrik yang juga terkait dengan penggunaan BBM. Akan sangat berat bagi pemerintah untuk menanggung beban subsidi jika harga minyak tetap tinggi yang kemungkinannya memang begitu. Pembenaran untuk mengeluarkan subsidi BBM yang semakin besar juga semakin sulit dibandingkan dengan pengeluaran untuk kesejahteraan masyarakat yang jauh lebih kecil.
READ MORE - Pengaruh Eksternal Ekonomi

Ekonomi Yang Anti Rakyat

Tidak ada hal lain yang paling ditunggu-tunggu oleh rakyat pada era reformasi selain keberhasilan pembangunan ekonomi yang dapat mengangkat harkat dan martabatnya dari keterpurukan dan kesengsaraan. Pertumbuhan ekonomi pada era Orde Baru yang tumbuh secara menakjubkan, ternyata tidak ditopang oleh fondasi ekonomi rakyat yang kuat, sehingga dengan adanya badai krisis mata uang, langsung dapat menghancurkan sendi-sendi perekonomian lainnya. Hal ini tidak terjadi pada negara-negara tetangga kita yang ternyata mampu pulih kembali hanya dalam hitungan satu atau dua tahun. Gagalnya pemulihan ekonomi ini di antaranya karena tidak adanya perencanaan ekonomi yang terpadu, melainkan hanya melaksanakan kebijakan ekonomi tambal-sulam dalam kerangka ekonomi pasar bebas. Para perancang ekonomi selama ini sangat percaya kepada sistem ekonomi pasar bebas dan bahkan terkesan menuhankannya. Dengan penerapan prinsip ini, maka upaya pemberdayaan ekonomi rakyat oleh pemerintah tidak mendapat perhatian serius, karena dalam sistem pasar bebas, intervensi pemerintah dalam mengatur kegiatan ekonomi masyarakat dibuat sekecil-kecilnya. Pemerintah yang paling baik adalah pemerintah yang paling sedikit mengatur (the best government is the one who govern least). Itulah motto dari mereka yang menganut prinsip pasar bebas atau yang kita kenal sekarang penganut paham neo-liberal!

Karena itulah apabila sistem ini diterapkan dalam sebuah masyarakat yang para pelaku ekonominya belum setara (same level playing field) baik dalam hal pengetahuan dan manajemen, teknologi, permodalan, dan sebagainya, maka akan selalu terjadi si kuat memakan si lemah, si besar memakan si kecil, si pintar memakan si bodoh dan sebagainya. Inilah yang sekarang sedang berlangsung di negeri kita! 

Penerapan prinsip-prinsip pasar bebas di mana si kuat memakan si lemah ini tidak saja terjadi di dalam negeri tetapi juga dalam hubungannya dengan perekonomian internasional. Negara kuat akan memakan negara lemah, atau negara maju akan memakan negara berkembang. Lebih parah lagi, dalam keadaan perekonomian dalam negeri yang masih sangat rapuh, kita seolah-olah telah berani berlagak untuk tampil mengikuti liberalisasi perdagangan dan investasi di tingkat dunia yang dikomandani WTO (World Trade Organisation). Padahal dalam ketentuan-ketentuan WTO tersebut, kita masih dimungkinkan untuk melakukan proteksi atau campur tangan pemerintah dalam rangka melindungi perekonomian dalam negeri. 

Kasus-kasus keributan akibat perdagangan internasional saat ini semakin merebak. Kita masih ingat bagaimana para petani tebu protes beramai-ramai karena adanya kebijakan impor gula dengan harga yang lebih murah sehingga akan mematikan usaha jutaan petani dan buruh dalam negeri. Impor paha ayam dari Amerika Serikat yang sempat menghebohkan itu, adalah juga bukti dari para pemegang kebijakan sangat mendukung perdagangan bebas dunia walaupun harus mengorbankan nasib peternak dan produsen dalam negeri. Kita juga menyaksikan bagaimana buah-buahan impor begitu menguasai perdagangan di negeri kita. Belum lagi barang-barang lainnya, yang sesungguhnya pemerintah masih memiliki kekuasaan untuk melakukan proteksi dalam rangka mengembangkan produk dalam negeri sehingga kelak bisa lebih efisien dan mampu bersaing dengan terhormat.
READ MORE - Ekonomi Yang Anti Rakyat

Ekonomi Rakyat

Ekonomi rakyat yang katanya merupakan tulang punggung Ekonomi bangsa, ternyata dari segi perhatian boleh dikatakan terabaikan, meskipun katanya ada program Kredit Usaha Rakyat dan PNPM, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, kondisi dilapangan tidak ada geliat yang menggebu-gebu. Semua baru dalam konsep, semoga setelah Pemilu nanti konsep ekonomi rakyat ini mendapat perhatian yang Besar.

Yang paling mengharukan bahwa para pemegang kebijakan melihat PKL, UKM adalah beban dan bukan kontributor terhadap Ekonomi bangsa. Lebih hebat lagi para Pemda, hanya mempunyai dua kebijakan yaitu membebani dengan retribusi macam-macam dan kedua menghancurkan seperti adanya penggusuran tempat dagang usaha kecil dan PKL.

Ekonomi rakya di tingkat pemerintahan misalnya Departemen Perdagangan, mengizinkan ekspor rotan dan kuningan sehingga jadilah industri kerajinan rotan dan kuningan kehilangan bahan baku. 

Mengapa?
Saya sebagai seorang mahasiswa bingung melihat kebijakan yang fatal seperti ini bisa terjadi seolah tidak tahu isi UUD 45 dan cita-cita Proklamasi yaitu menciptakan rakyat yang sejahtera, cerdas dan damai. Apakah para penyelenggara negara ini tidak menghayati cita-cita para pendiri Republik tercinta ini ?

Uraian Bung ini sangat fokus dalam usaha menyadarkan setiap insan yang katanya Cinta Tanah Air dan Bangsa untuk memahami hakekat ekonomi kerakyatan, bukan hanya rakyat yang "besar" tetapi yang utamanya adalah rakyat yang "kecil". Sudah terlalu lama rakyat yang "kecil" ini menunggu tindakan konkrit dan hasil nyata yang dapat mereka rasakan dalam membangun kehidupan keseharian mereka dan bukan hanya janji-janji manis yang faktanya tidak ada dan kalau adapun hanya untuk konsumsi propaganda tanpa kelanjutan. 
READ MORE - Ekonomi Rakyat

Tuesday, April 20, 2010

Ekonomi Mikro

Kemelut kemerosotan ekonomi mikro di Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan begitu mudah jika fundamental ekonomi mikro tidak kuat dan pemerintah harus memulihkan perekonomian seperti sebagaimana tahun-tahun sebelumnya terjadinya ketidak seimbangan dalam neraca pembayaran mempunyai pengaruh yang besar terhadap negara yang menganut sistem perekonomian terbuka dengan adanya perdagangan terbuka maka ketergantungan antara satu negara dengan negara lain di dunia akan dapat diatasi misalnya adanya perubahan yang terjadi antara suatu negara akan dapat di exspor ke negara lain yang mempunyai ketergantungan terhadap perekonomian dunia. 

Perekonomian yang menganut sistem perekonomian terbuka, sangat dipengaruhi oleh perdagangan luar negeri yang mana dapat dilihat dari adanya kegiatan ekspor dan impor, ekspor merupakan penghasil devisa yang utama, apabila ekspor suatu negeri tinggi maka devisa banyak mengalir ke dalam negeri yang bersangkutan. Begitu juga halnya dengan negara Indonesia yang menganut sistem perekonomian terbuka, karena Indonesia mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap dunia luar.

Saya mengharapkan kepada pemerintah Indonesia untuk memikirkan nasib daripada 200 juta rakyat Indonesia yang menunggu pemulihan ekonomi mikro Indonesia.

Saya sebagai mahasiswa juga menghimbau kepada pemerintah bilamana menyusun suatu program pemulihan ekonomi Indonesia supaya dilakukan secara transparan dan secara terbuka, termasuk dalam hal program-program reformasi politik dan ekonomi. Hal ini sangat penting artinya bagi kami rakyat Indonesia. Saya seringkali mendengarkan program-program pemerintah yang hanya disebutkan istilahnya saja seperti 'IMF Plus', 'CBS non-orthodox', 'Sistem Mexico' dan lainnya. Saya tetap menganggap bahwa sebagai rakyat dan warga negara Indonesia kami berhak mengetahui rencana-rencana serta program-program yang disusun oleh pemerintah.
READ MORE - Ekonomi Mikro

Thursday, April 15, 2010

Alkitab Sebagai Firman Allah

MAKALAH AGAMA
TENTANG
“ ALKITAB SEBAGAI FIRMAN ALLAH YANG BERKUASA ”

PENDAHULUAN

Allah adalah firman Allah. Firman tersebut telah terdokumentasikan sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah kitab yang lengkap, yang dikumpulkan dari teks-teks kuno yang kanonik.

Alkitab bukanlah sekadar pelengkap dari kepercayaan orang Kristen, melainkan ia adalah firman Allah yang intrinsik dan oleh karenanya berotoritas bagi iman Kristen. Maka bolehlah secara singkat dikatakan bahwa Alkitab adalah catatan yang objektif dari wahyu Allah yang inskripturasinya dikerjakan oleh Roh Kudus yang menggerakan para penulis supaya berita tentang keselamatan Allah melalui Yesus Kristus dapat disampaikan kepada semua umat manusia. 

Alkitab adalah Firman Allah yang berkuasa adalah penting. Seperti halnya apabila kita hendak berbicara tentang Allah, maka kita harus beranggapan bahwa Ia ada ( Ibrani 11:6 ), demikian pula berbicara tentang Firman Allah kita harus beranggapan bahwa Ia adalah Allah Yang Maha Kuasa sehingga Firman-Nya pun mempunyai kuasa dan wewenang yang tertinggi ( Mazmur 33:4-6 ; Roma 1:16 ). Alkitab sendiri memberikan indikasi bahwa hakekat Allah dan firman-Nya tidak terpisahkan ( Yesaya 55:11). Allah beroperasi dan menciptakan dengan firman-Nya ( Ibrani 4:12 ; Kej 1:3 ) ; Ia memanggil manusia untuk percaya, memberikan misi-Nya, anugerah-Nya, pemeliharaan-Nya dan semua tindakan-Nya melalui firman-Nya.

PERMASALAHAN
Oleh karena firman Allah berkuasa, ia tentunya menyampaikan sesuatu yang mempunyai arti. Firman Allah bukanlah kuasa yang berdiri sendiri tanpa mempunyai arti. Firman itu berkata-kata, dan ia mengkomunikasikan pesan / berita. Dengan kata lain, untuk mengenal kehendak dan wahyu Allah, manusia harus mengenal Alkitab, mendengar, mentaati perintah dan petunjuknya. Ini berarti bahwa Alkitab adalah firman Allah yang sekaligus berkuasa dan berarti. Alkitab tidak boleh dianggap sebagai dokumen untuk studi akademis saja karena ia dapat saja mepunyai arti bagi orang yang mempelajarinya, tetapi firman itu sendiri tidak akan memberikan daya kuasa yang efektf. 

Alkitab bukan hanya catatan atau karya tulis yang direkayasa oleh manusia saja, melainkan Allahlah yang telah berinisiatif mengilhamkan para penulis sehingga mereka menghasilkan tulisan yang tanpa salah dan secara akurat menyampaikan kehendak Allah. Oleh sebab itu mempelajari Alkitab haruslah mempelajarinya dengan praanggapan bahwa yang kita hadapi adalah firman Allah yang berkuasa.

Alkitab seakan-akan di vakumkan dari kuasa dan otoritasnya. Demikian pula yang terjadi pada teologia Neo-ortodoks adalah kebalikannya. Teolog neo-ortodoks seakan-akan ingin merehabilitasi daya kuasa firman Allah dengan menekannya secara optimal prinsip sehingga menurut mereka firman Allah tindaklah identik dengan alkitab.

Alkitab adalah satu-satunya sumber dari sgala pengetahuan manusia tentang Allah. Allah tetap berinisiatif menyatakan dirinya secara khusus melalui alkitab sehingga alkitab menjadi satu-satunya patokan yang berotoritas bagi orang percaya.

Alkitab sangat penting sehingga tanpa Alkitab, Allah tidak berbicara. Alkitab, firman Allah, adalah penting dalam hubungan perjanjian antara Allah dan manusia. Apabila kita menyakini bahwa Allah berkuasa, maka tentunya Ia memberikan perintah. Ketika Allah yang berkuasa itu member perintah, maka secara implicit firman-Nya hadir. Dengan demikian, Alkitab adalah konstitusi dari perjanjian Allah dengan manusia dalam sejarah sehingga jelas bahwa Allah yang berkuasa itu telah berbicara dan perkataan-Nya telah terdokumentasi kedalam Alkitab.

Alkitab berbeda dsengan hakekat Allah sekalipun diantara keduanya terdapat hubungan yang dekat. Alkitab adalah firman Allah yang tertulis, yang telah disalin ulang beberapa kali, diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, dan bahkan telah disajikan kedalam banyak versi.

Perbedaan pandangan hanya timbul ketika pendirian tentang otoritas berkonflik dengan kesimpulan yang di ambil melalui kritik teks.
Pandangan tentang otoritas alkitab seperti di atas beberapa waktu yang lalu mendapat kritik yang tajam dari seorang teolog dari inggris, yaitu James Bar.

Ada penulis alkitab yang sadar bahwa mereka tidak sanggup menolak gerakan Allah untuk berkata-kata dan menuliskan firmanNYA melalui mereka, seakan-akan para penulis itu hanya “membiarkan layar dari perahu” pikiran mereka berkembang, dengan taat dan reseptif membiarkan Roh Allah bekerja, menuntun lajunya penulisan mereka sesuai dengan kehendak Allah.

Hal yang sama juga kita kihat pada pemaparan yang begitu mendalam tentang natur manusia (mis. Tentang dosa dan manusia sebagai gambar Allah) membuktikan bahwa alkitab di tuntun oleh Roh Kudus dalam penulisannya.

Banyak pernyataan dalam alkitab sendiri menegaskan bahwa alkitab memang memiliki unsure ilahi di dalamnya. Baik II timotius 3:16 maupun II petrus 1:20-21 merupakan penegasan ajaran para rasul tentang inspirasi dan wibawa PL.

Alkitab tidak perlu di baca atau di gali dengan metode penafsiran atau hermaneutika tertentu. Dengan menganggap inspirasi sebagai sebuah istilah figuratif semata-mata, ia bependapat bahwa tempat atau focus yang utama dari inspirasi adalah gereja, oleh karna Roh Kudus adalah Roh dari gereja.

PEMBAHASAN MASALAH
Sejarah gereja telah menyaksikan bahwa teologi Liberalisme dengan metode kritikal yang berpraanggapan keliru telah menjadikan Alkitab hanya sebagai kumpulan dari kata-kata atau tradisi manusia belaka. Akibatnya, Alkitab seakan-akan divakumkan dari kuasa dan otoritasnya. 

Alkitab jelas memaparkan bahwa Allah telah menyatakan diri dengan begitu nyata kepada umat-Nya. Selain berkenaan dengan diri-Nya, Allah juga menyatakan firman-Nya sehingga firman-nya menjadi begitu nyata dan dekat.

Teologi Reformasi yang menegaskan bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber dari segala pengetahuan manusia tentang Allah. Allah telah berinisiatif menyatakan diri-Nya secara khusus melalui Alkitab sehingga alkitab menjadi satu-satunya patokan yang berkuasa bagi orang percaya.

Alkitab berbeda dengan hakekat Allah sekalipun diantara keduanya terdapat hubungan yang dekat. Alkitab adalah firman Allah yang tertulis, yang telah di salin ulang beberapa kali, di terjemahkan kedalam berbagai bahasa, dan bahkan telah di sajikan ke dalam banyak versi. Kekristenan tidak mengeramatkan alkitab tanpa iluminasi dan kesaksian internal Roh kudus, alkitab seakan-akan tidak memiliki daya kuasa atau vitalitasnya.

Alkitab bukanlah sesuatu label yang “di tempelkan “ begitu saja pada alkitab . sifat dari otoritas alkitab tidak bias di pisahkan dari otoritas Allah sendiri. Apabila kita mengatakan bahwa alkitab adalah firman Allah , maka bersamaan dengan itu kita harus juga percaya bahwa allah mengkomunikasikan firmannya kepada manusia, dan firmanNYA itu adalah alkitab.

Alkitab hanya dapat di komunikasikan kepada orang percaya melalui perantaran paus,konsili, dan imam. Para reformator mencanangkan kembali sola scriptura. Sebagai otoritas satu-satunya bagi orang percaya dengan menegaskan bahwa Allah yang hidup itu mampu berbicara secara langsung dan berwibawa kepada umat-NYA melalui alkitab.

Perbedaan pengertian “otoritas” antara gereja roma dan para reformator ialah bahwa bagi yang terakir, alkitab dapat menafsirkan beritanya sendiri bagi manusia melalui pekerjaan atau kesaksian internal dari Roh Kudus. Menurut Luther, scriptura sui ipsius interpres,scripture is its own interpreter, alkitab adalah penafsir dirinya sendiri. Alkitab tidak boleh di batasi penafsirannya(untuk mengerti artinya) oleh paus atau konsili. Sebaliknya, selain menjadi sumber satu-satunya bagi oang berdosa untuk mengenal Allah yang benar, alkitab harus menjadi satu-satunya hakim yang menentukan keberadaan dan kesaksian greja di sgala zaman.

Dengan demikian, alkitab sangatlah penting sehingga tanpa alkitab , Allah tidak berbicara. Alkitab, firman Allah, adalah penting dalam hubungan perjanjian antara Allah dan manusia. Apabila kita meyakini bahwa Allah berkuasa, maka tentunya Ia memberikan perintah. Ketika Allah yang berkuasa itu memberi perintah, maka secara implicit firman-Nya hadir. Dengan demikian, alkitab adalah konstitusi dari perjanjian Allah dengan manusia dalam sejarah sehingga jelas bahwa Allah yang berkuasa itu

Alkitab di simpulkan adalah bahwa tekanan pada otoritas alkitab tidak berarti meniadakan tanggung jawab orang percaya untuk meneliti isi alkitab secara mendalam. Harus di akui bahwa para penulis alkitab adalah manusia yang di pilih Allah untuk mengkomunikasikan wahyuNYA dalam konteks mereka masing-masing. Sebab itu, penelitian alkitab penting untuk meneliti latar belakang historis para penulis dan tulisannya, suasana budaya pada waktu itu, maksud dan tujuan penulisan, dan hubungan penulis dengan pembacanya.

Yang pertama-tama yang harus di catat disini adalah bahwa otoritas alkitab tidak berkembang dari teori inspirasi tertentu. Sebaliknya,adanya teori tentang inspirasi merupakan upaya untuk menjelaskan keyakinan bahwa alkitab adalah firman Allah yang berkuasa. Oleh sebab itu, suatu pengertian yang mendasar tentang otoritas alkitab merupakan sebuah permulaan yang penting untuk memahami doktrin tentang inspirasi.

Asal usul alkitab, alkitab sendiri memberitahukan bahwa: “nubuat-nubuat dalam kitab suci tidak boleh di tafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (2 Ptr 1:20-21).

Firman Allah bukanlah hasil inisiatif, imajinasi, kontemplasi, investigasi, atau refleksi para penulis tentang Allah dan dunia, melainkan kehendak Allah melalui pekerjaan Roh Kudus sendiri yang di nyatakan dan bukan kehendak atau ide mereka sendiri.

Allah memakai manusia, bukan instrument atau alat. Namun, Ia tidak memakai sembarang manusia, melainkan orang-orang pilihanNYA. Dengan kata lain, Allah melalui pekerjaan Roh-NYA mendorong para penulis sedemikian rupa, namun mereka bukanya kehilangan kepribadian atau pikiran mereka dalam penulisan tersebut. Apabila kita menninjau kedalam alkitab, ungkapkan “demikianlah firman Allah” atau “dengarlah perkataan TUHAN” kerap kali di jumpai disana-sini. Daud mengaku bahwa yang di katakannya adalah firman Tuhan sebab “Roh TUHAN berbicara dengan perantara[nya].

Dengan kata lain, mengenai kutipan dari alkitab, bagi yesus istilah “Allah” dan “Alkitab” dapat dipergunakan secara timbal balik. Hal ini berarti bahwa apa yang di katakana alkitab adalah firman Allah sendiri, oleh karna Allahlah pengarang tunggal dari alkitab itu sendiri. Intinya, bagi Tuhan Yesus maupun para penulisan dalam PB mengutip perkataan PL sebagai firman Allah sendiri.

Jelaslah bahwa bagi para rasul dan penulis dalam PB, alkitab atau kitab suci tidak hanya PL saja, tetapi juga berlanjut kepada masa penulisan mereka.

Alkitab memang tidak di pergunakan istilah-istilah yang rumit, tetapi itu tidak berarti bahwa alkitab dengan mudah dan langsung dapat di mengerti seluruhnya. Alkitab tidak mempergunakan istilah “tritunggal”, namun ajaran atau konsep tentang Allah yang tritunggal begitu jelas di paparkan dalamnya.
Dengan berpandangan seperti itu, barth berkesimpulan bahwa tekanan tentang alkitab sebagai firman Allah adalah tekanan pada ALLAH, yaitu bahwa Allah dapat berbicara melalui alkitab.
Alkitab di beritakan dalam konteks kehidupan orang percaya. Namun masalah jelas akan timbul apabila otoritas dari alkitab di lepaskan dan kemudian di pindahkan kepada pengalaman iman orang percaya.

PENUTUP
KESIMPULAN

Yang perlu ditekankan disini ialah bahwa otoritas Alkitab bukanlah sesuatu label yang “ ditempelkan “ begitu saja pada Alkitab. Sifat dari otoritas Alkitab tidak bisa dipisahkan dari otoritas Allah sendiri. Apabila kita mengatakan bahwa Alkitab adalah firman Allah, maka bersamaan dengan itu kita harus juga percaya bahwa Allah mengkomunikasikan firman-Nya kepada manusia, dan firman-Nya itu adalah Alkitab. Konsekunsinya, firman itu berotoritas seperti Allah sendiri memiliki otoritas sehingga baik Allah maupun firman-Nya harus ditaati.

Apabila ada yang mengatakan bahwa Alkitab adalah firman Allah, dan Alkitab harus dibaca, tetapi Alkitab diperlukan sama seperti buku-buku umum lainnya ( serta tidak menghargai daya kuasa, vitalitas Alkitab dan kemampuan Roh Kudus memberikan kesaksian internal ), maka sikap tersebut bukanlah sikap seseorang yang menghargai otoritas Allah dan firman-Nya. 
READ MORE - Alkitab Sebagai Firman Allah

Tuesday, April 13, 2010

Pancasila dan Ketahanan Nasional

TUGAS PKN
Sub Pokok Bahasan :
• Pengertian Ketahanan Nasional
• Perkembangan Konsep Ketahanan Nasional di Indonesia
• Unsur-Unsur Ketahanan Nasional
• Pembelaan Negara

A. Pengertian Ketahanan Nasional
  • Ketahanan Nasional sebagai kondisi. Perspektif ini melihat ketahanan Nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Keadaan atau kondisi ideal demikian memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa yang bersangkutan
  • Ketahanan Nasional sebagai pendekatan/metode/cara menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Sebagai suatu pendekatan, ketahanan nasional menggambarkan pendekatan yang integaral. Integral dalam arti pendekatan yang mencerminkan antara segala aspek/ isi, baik pada saat membangun maupun pemecahan masalah kehidupan. Dalam hal pemikiran, pendekatan ini menggunakan pemikiran kesisteman.
  • Ketahanan Nasional sebagai doktrin. Ketahanan nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan bernegara. Sebagai doktrin dasar nasional, konsep ketahanan nasional dimasukkan dalam GBHN agar setiap orang atau manusia dan  masyarakat, dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya.
  • Pada pembahasan ini nanti lebih menitik beratkan pada ketahanan nasional sebagai kondisi dan secara tidak langsung sebagai sebuah doktrin dasar nasional Indonesia serta pendekatan dalam pelaksanaan pembangunan.
  • Jadi dapat dimaknai bahwa Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari setiap aspek kehidupan bangsa dan Negara . pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan Negara. Berhasilnya pembangunan nasional akan meningkatkan ketahanan nasional. Selanjutnya ketahanan nasional yang tangguh akan mendorong pembangunan.
B. Perkembangan Konsep Ketahanan Nasional di Indonesia
  • Kemunculan konsep Ketahanan nasional di Indonesia yaitu tahun 1968 dalam pemikiran Lemhanas
  • Sehingga konsep tersebut sebagai pertanda beralihnya konsep kekuatan nasional menjadi ketahanan nasional
  • Ketahanan nasional meliputi :
  1. Ketahanan ideology : kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan akan ideology Pancasila
  2. Ketahanan Politik : kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang mampu memelihara sistem politik yang sehat dan dinamis.
  3. Ketahanan Ekonomi : kondisisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi yang berlandaskan pancasila yang mampu memelihara stabilitas ekonomi.
  4. Ketahanan sosial budaya : kondisi sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia an masyarakat Indonesia.
  5. Ketahanan pertahanan keamanan adalah kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela Negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan.
C. Unsur-Unsur Ketahanan Nasional
  • Unsur kekuatan nasional menurut Hans J Morgenthou
  • Faktar tetap ( satble factor ) : geografi dan sumber daya alam
  • Faktor yang berubah ( dynamic factors ) : kemampuan Industri, militer, demografi, karakter nasional, moral nasional, dan kualitas diplomatis.
  • Unsur ketahanan nasional menurut parakhas Chandra
  1. alamiah terdiri dari geografi, sumber daya, dan penduduk
  2. sosial terdiri dari perkembangan ekonomi, struktur politik, struktur budaya dan moral nasional
  3. lain-lain : ide, intelegensi, dan diplomasi, kebijaksanaan dan kepemimpinan
  • Unsur ketahanan nasional model Indonesia :
  1. Tri gatra adalah aspek alamiah ( tangible): penduduk, sumberdaya alam, dan wilayah
  2. Pancagatra adalah aspek sosial ( intangible) yang terdiri dari ideology, politik, ekonomi , sosila buadaya dan pertahanan keamanan.
D. Pembelaan Negara
  • Upaya bela Negara adalah : sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasatrkan pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan kehidupan berbagsa dan bernegara.
  • Membela Negara adalah hak dan kewajiban warga Negara ( Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 )
  • Setiap warga Negara juga berhak dan wajib ikut serta dalam pertahanan keamanan ( Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 )
  • Undang-undang yang mengatur mengenai pelaksanan bela Negara :
  1. UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
  2. UU No. 3 tahun 2002 Tentang Pertahanan Keamanan
  3. UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI
  • Peran warga Negara dalam bela Negara Pasal 9 UU No. 3 Tahun 2002
Peran warga Negara dalam upaya bela Negara diselenggarakan melalui :
a. Pendidikan kewarganegaraan
b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib
c. Pengabdian sebagai prajurit TNI
d. Pengabdian sesuai profesi.
  • Keikutsertaan warganegara dalam bela Negara dapat berbentuk fisik dan non fisik. Berbentuk fisik dengan cara “ memanggul bedil “. Bentuk non fisik segala upaya untuk memeprtahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara meningkatkan kesadaran berbagsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara.
  • Indentifikasi terhadap Ancaman terhadap bangsa dan Negara
  • Bentuk –bentuk dari ancaman militer
  • Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata Negara lain terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dan negara.
  • Pelanggaran wilayah yang dilakukan Negara lain
  • Spionasi yang dilakukan Negara lain
  • Aksi teror internasional yang dilakukan oleh jaringan terorisme Internasional
  • Pemberontakan bersenjata
READ MORE - Pancasila dan Ketahanan Nasional

Monday, April 12, 2010

Peran dan Fungsi Sintaksis

FUNGSI DAN PERAN SINTAKSIS - Morfosintaksis merupakan gabungan dari morfologi dan sintaksis. Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. Kedua bidang tataran itu memang berbeda, namun seringkali batas antar keduanya menjadi kabur karena pembicaraan bidang yang satu tidak dapat dilepaskan dari yang lain.
Dalam pembahasan sintaksis yang biasa dibicarakan adalah:

A. Struktur sintaksis:
1. Fungsi, kategori, peran.
2. Alat yang digunakan seperti:
a. Urutan kata
b. Bentuk kata
c. Intonasi
d. Konektor
B. Satuan sistaksis seperti;
1. Kata
2. Frase
3. Klausa
4. Kalimat
5. Wacana

C. Hal-hal yang berkenaan dengan sintaksis seperti:
1. Modus
2. Aspek

A. Struktur sintaksis
1. Fungsi, katagori, peran.
  • Fungsi sintaksis : subjek, predikat, objek, keterangan.
  • Kategori sintaksis : nomina, verba, adjektiva, numeralia.
  • Peran sintaksis : pelaku, penderita, penerima.
Contoh :
Kalimat aktif : Nenek melirik kakek tadi pagi.
Kalimat pasif : Kakek dilirik nenek tadi pagi.
Struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek, fungsi predikat. Objek dan keterangan boleh tidak memiliki, apalagi mengingat kemunculan objek ditentukan oleh transitif. Menurut Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dari struktur sintaksis adalah predikat. Predikat harus berupa verba atau kategori lain yang diverbakan. Munculnya fungsi-fungsi lain tergantung pada jenis atau tipe verba itu. Verba yang transitif akan memunculkan fungsi objek dan yang intransitive tidak memunculkan fungsi objek.
Dalam bahasa Indonesia ada sejumlah verba transitif yang objeknya tidak perlu ada atau keberadaannya ditanggalkan. Verba transitif yang objeknya tidak perlu ada atau menyatakan kebiasaan.
2. Alat-alat sintaksis
Eksistensi struktur sintaksis terkecil ditopang oleh urutan kata, bentuk kata, intonasi, bisa juga di tambah konektor yang berupa konjugasi. Peranan ketiga alat sintaksis (bentuk kata, intonasi, dan urutan kata) tampaknya tidak sama antara bahasa yang satu dengan yang lain.
a. Urutan kata
Dalam bahasa Indonesia urutan kata itu tampaknya sangat penting. Perbedaan urutan kata dapat menimbulkan perbedaan makna
Dalam bahasa latin yang memegang peranan penting dalan sintaksis bukanlah urutan kata melainkan bentuk kata. Meskipun letaknya dimana saja, tapi makna gramatikalnya tidak akan berubah dan tidak akan terjadi kesalah pahaman.
b. Bentuk kata
Kata dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Latin memang tidak sama. Dalam bahasa Latin bentuk kata itu tampaknya berperan mutlak sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. Hal ini terjadi karena dalam bahasa Latin urutan kata hampir tak mempunyai peran, sedangkan dalam bahasa Indonesia urutan kata mempunyai peran.
c. Intonasi
Batas antara subjek dan predikat dalam bahasa Indonesia biasanya ditandai dengan intonasi nada naik dan tekanan.
d. Konektor
Konektor bertugas menghubungkan satu konstituen dengan yang lain, baik yang berada dalam kalimat maupun yang berada diluar kalimat. Dilihat dari sifat hubungannya dibedakan adanya 2 konektor yaitu konektor koordinatif dan subordinatif.
  • Konektor koordinatif adalah konektor yang menghubungkan 2 buah konstituen yang sama kedudukannya atau sederajat. Kojungsinya berupa dan, atau, dan tetapi.
  • Konektor subordinatif adalah konektor yang menghubungkan 2 buah konstituen yang kedudukannya tidak sederajat. Konstituen yang satu merupakan konstituen atasan dan konstituen yang lain menjadi konstituen bawahan. Konjungsinya berupa kalau, meskipun, dan karena.
B. Satuan-satuan sintaksis
1. Kata
Dalam tataran morfologi, kata merupakan satuan terbesar (satuan terkecilnya adalah morfem). Tetapi dalam tataran sintaksis, kata merupakan satuan terkecil yang secara hierarkial menjadi komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar, yaitu frase. Dalam pembicaraan kata sebagai pengisi satuan sintaksis, pertama-tama harus kita bedakan dulu adanya 2 macam kata yaitu kata penuh dan kata tugas.

Kata penuh adalah kata yang secara lesikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka, dan dapat bersendiri sebagai satuan tuturan. Yang merupakan kata penuh adalah kata yang termasuk kategori nomina, verba, ajektiva, adverbial, dan numeralia.
Contoh: kucing, masjid

Kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna, tidak mengalami proses morfologi, merupakan kelas tertutup, dan di dalam pertuturan ia tidak dapat sendiri. Yang merupakan kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preporsisi dan konjungsi.
Contoh: dan, meskipun

2. Frase
Frase lazim didenfinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam suatu kalimat.
Jenis frase:

a) Frase eksosentrik
Dibagi menjadi 2 yaitu frase eksosentris yang direktif dan frase eksosentris yang non direktif. Frase eksosentris yang direktif seperti di, ke, dari. Contoh: di pasar, ke sekolah, dari rumah. Frase eksosentris yang non direktif seperti si, sang, yang, para, dan kaum.

b) Frase endosentrik
Adalah frase yang salah satu unsurnya memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan kesseluruhannya. Artinya salah satu komponennya itu dapat menggantikan kedudukan keseluruhannya.
Contoh :
-  Harga buku itu mahal sekali.
   Dapat diganti dengan:
-  Harga buku itu mahal.

c) Frase koordinatif
Adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat, dan secarapotensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif. Baik yang tunggal seperti dan, atau, tetapi, maupun konjungsi terbagi seperti baik….baik, makin….makin, dan baik….maupun….
Contoh: Makin terang makin baik, sehat atau sakit, majikan dan buruh

d) Frase apositif
Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya, oleh karena itu urutan komponennya dapat dipertukarkan.
Contoh:
- Pak Ahmad, guru saya, rajin sekali.
- Guru saya, pak ahmad, rajin sekali.

Salah satu ciri frase adalah bahwa frase dapat diperluas. Maksudnya dapat diberi tambahan komponen baru. Seperti kamar tidur dapat diperluas menjadi kamar tidur saya. Untuk memperluar frase dapat dinyatakan dari yang konsep khusus, sangat khusus, khusus sekali.

3. Klausa
Adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruksi prediktif. Artinya, di dalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase, yang berfungsi sebagai predikat, yang lain berfungsi sebagai subjek, sebagai objek, dan sebagai keterangan. Berdasarkan strukturnya dapat dibedakan adanya klausa bebas dan klausa terikat.

a. Klausa bebas
Yang dimaksud dengan klausa bebas adalah kalusa yang mempunyai unsure-unsur lengkap, sekurang-kurangnya mempunyai subjek dan predikat, dan berpotensi menjadi kalimat mayor.

b. Klausa terikat
Sedangkan klausa terikat memiliki struktur yang tidak lengkap. Unsur yang mungkin ada hanya objek atau keterangan saja, dan tidak berpotensi menjadi kalimat mayor.

4. Kalimat
Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisis pikiran yang lengkap. Akan tetapi yang paling penting menjadi dasar kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final. Konstituen dasar itu biasanya berupa klausa. Jadi, kalau pada sebuah klausa diberi intonasi final, maka terbentuklah kalimat. Intonasi final yang ada yang member cirri kalimat ada 3 buah, yaitu ;
  •  Intonasi deklaratif : Dalam bahasa tulis dilambangkan tanda titik.
  • Intonasi interogatif : Dalam bahasa tulis dilambangkan tanda tanya.
  • Intonasi seru : Dalam bahasa tulis dilambangkan tanda seru.
Jenis kalimat:
a. Kalimat inti dan kalimat non-inti
Kalimat inti biasa juga disebut kalimat dasar, adalah kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif, aktif, netral, dan afirmatif.

b. Kalimat tunggal dan kalimat majemuk
Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa.
Contoh:
- Nenekku masih cantik.
- Burung-burung itu bernyanyi sepanjang hari.
- Siapa nama dosen linguistic yang cantik itu?

Kalau klausa di dalam sebuah kalimat terdapat lebih dari satu, maka kalimat itu disebut kalimat majemuk. Menurut sifat hubungan klausa-klausa di dalam kalimat dibedakan menjadi menjadi kalimat majemuk koordinatif (kalimat majemuk setara), kalimat majemuk subordinatif (kalimat majemuk bertingkat) dan klaimat majemuk kompleks.
  • Kalimat majemuk koordinatif adalah kalimat majemuk yang klausa-klausa memiliki status yang sama, setara, atau sederajat. Konjungsinya dan, atau, tetapi, lalu.
  • Kalimat majemuk subordinatif adalah kalimat majemuk yang klausa-klausanya tidak setara. Konjungsinya kalau, ketika, meskipun, dan karena.
  • Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat majemuk yang terdiri dari tiga klausa atau lebih, dapat dihubungkan secara koordinatif atau subordinatif.jadi, kalimat majemuk ini merupakan campuran dari kalimat majemuk koordinatif dan kalimat majemuk subordinatif.
c. Kalimat mayor dan kalimat minor
Pembedaan kalimat mayor dan minor dilakukan berdasarkan lengkap dan tidaknya klausa yang menjadi konstituen dasar kalimat itu. Kalau klausanya lengkap, sekurang-kurangnya memiliki unsure subjek dan predikat, maka kalimat itu disebut kalimat mayor.

d. Kalimat verbal dan kalimat non-verbal
  • Kalimat verbal dapat dibedakan menjadi kalimat transitif, kalimat intransitive, kalimat aktif, kalimat pasif, kalimat dinamis, kalimat statis, kalimat reflektif, kalimat resiprokal, kalimat ekuatif.
  • Kalimat transitif adalah kalimat yang predikatnya berupa verba transitif, yaitu verba yang biasanya diikuti oleh sebuah objek.
  • Kalimat intransitive adalah kalimat yang predikatnya verba intransitive, yaitu verba yang tidak memiliki objek.
  • Kalimat aktif adalah kalimat yang predikatnya kata kerja aktif.
  • Kalimat pasif adalah kalimat yang predikatnya berupa verba pasif.
  • Kalimat dinamis adalah kalimat yang predikatnya berupa verba yang secara semantis menyatakan tindakan atau gerakan.
  • Kalimat statis adalah kalimat yang predikatnya berupa verba yang secara semantic tidak menyatakan tindakan atau kegiatan
  • Kalimat non-verb adalah kalimat yang predikatnya bukan verba, bisa nomina atau frase nomina, bisa ajektiva atau frase ajektiva, bisa kelas numeral, dan juga berupa frase preposisional.
e. Kalimat bebas dan kalimat terikat
Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk menjadi ujaran lengkap, atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat atau konteks lain. Sedangkan kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap.

5. Wacana
Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi dan terbesa. Persyaratan gramatikal dalam wacana dapat dipenuhi kalau dalam wacana itu sudah terbina kekohesian, yaitu adanya keserasian hubungan antara unsure-unsur yang ada dalam wacana tersebut. Bila wacana itu kohesif, akan tercipta kekoherensian, yaitu isi wacana yang apik dan benar.
Untuk membuat wacana yang kohesif dan koherens itu dapat digunakan berbagai alat wacana, baik yang berupa aspek gramatikal maupunyang berupa aspek semantic. Atau gabungan antara keduanya.
Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif, antara lain:
  • Konjungsi adalah alat untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat, atau menghubungkan antar paragraf.
  • Kata ganti dia, nya, mereka, ini, itu sebagai rujukan anaforis. Sehingga tidak terjadi penggulangan bagian kalimat.
  • Menggunakan ellipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat lain sehingga menjadi efektif.
Selain dengan upaya gramatikal, sebuah wacana yang kohensif dan koherens dapat juga dibuat dengan bantuan aspek semantic. Caranya, antara lain dengan:
  • Menggunakan hubungan pertentangan pada kedua bagian kalimat.
  • Menggunakan hubungan generic-spesifik atau sebaliknya.
  • Menggunakan hubungan perbandingan antara isi kedua bagian kalimat.
  • Menggunakan hubungan sebab-akibat.
  • Menggunakan hubungan tujuan.
  • Menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat.
C. Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus, dan Diatesis
  1. Modus adalah penggungkapan atau penggambaran suasana psikologi perbuatan menurut tafsiran si pembaca tentang apa yang diucapkannya.
  2. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
  3. Kala adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan, kejadian, tindakan, atau pengalaman yang disebutkan didalam predikat.
  4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan peristiwa, atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.
  5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
  6. Diatesis adalah gambaran hubungan antar pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukaan dalam kalimat itu.
READ MORE - Peran dan Fungsi Sintaksis

Cari Skripsi, Artikel, Makalah, Anti Virus

Custom Search